Misunderstanding Love

Misunderstanding Love
Episode 39



Happy Reading.


Nenek Eva sedang memutar rekaman video beberapa bulan yang lalu, di mana anak buahnya yang mengikuti Carolina berhasil merekamnya saat baru saja menabrak Sonya.


Selama ini Nenek Eva memang menyuruh para anak buahnya untuk selalu mengikuti Carolina dan Vily.


Di dalam Video itu terlihat Carolina keluar dari dalam mobil yang baru saja menabrak seorang wanita yang tidak lain adalah Sonya. Setelah itu Carolina masuk lagi ke dalam mobil dan Carolina mengemudikan mobilnya kencang sampai keluar kota, dia begitu takut kalau ada polisi yang akan mengikutinya. Setelah sampai jauh keluar kota, wanita itu keluar kembali dari dalam mobil dan berjalan ke arah depan untuk melihat apakah mobilnya ada yang lecet. Carolina melihat ada sebuah kain sobekan yang menempel di plat mobilnya. Sebuah kain berwarna merah maroon yang telah sobek tersangkut di plat itu. Carolina tampak mengambil sobekan kain tipis itu dan membuangnya ke tempat sampah di depan sebuah rumah.


Kemudian setelah membersihkan tangannya dan melihat keadaan sekitar yang ternyata sepi, Carolina tampak masuk ke dalam mobil kemudian berlalu pergi dari tempat tersebut.


Nenek Eva tampak mengerutkan keningnya, kepalanya terasa sakit tiba-tiba, dia tahu bahwa yang menabrak Sonya adalah Carolina, tapi Nenek Eva sengaja tidak memberitahu masalah itu pada siapapun.


Dia berusaha menutupi aib itu karena tidak mau Alex terjerat kasus yang besar lagi. Alex adalah Ayah Carolina dan putra kedua dari nenek Eva. Apalagi keluarga Sonya dan keluarga Dwyane sejak dulu saling bertentangan.


"Kalau bukan karena Alex, aku sudah tidak peduli lagi dengan kehidupan kalian, Carolina dan Vily, mereka sama-sama orang jahat yang tidak punya hati!!" Gumam Nenek Eva.


Wanita paruh baya itu menutup laptopnya dan mendengar ada yang mengetuk pintu kamarnya.


Tok, tok, tok.


"Masuk," Seru Nenek Eva.


"Agnes, kenapa datang tidak mengabari Nenek dulu?" Seru Nenek Eva memeluk cucunya itu.


"Maaf Nek, tadi Agnes dan Vincent baru saja ada acara di dekat sini, jadi kita memutuskan untuk mampir mengunjungi Nenek tanpa mengabari dulu," jawab Agnes.


"Baiklah, ayo kita ke ruang keluarga untuk berbincang," ajak Nenek Eva keluar dari dalam ruang kerjanya.


Karena di tempat itu banyak sekali bukti dan rahasia yang tersimpan rapat dan hanya Nenek Eva dan orang kepercayaannya yang tahu semua.


"Nenek, aku ingin pergi ke makam Mama, Vincent belum pernah ke sana dan ingin ziarah," ucap Agnes.


Nenek Eva menatap kedua orang di depannya itu. "Vincent, sebenarnya aku sangat ingin bertanya padamu," ucap sang nenek menatap cucu menantunya itu. Vincent hanya mengangguk sekilas mempersilahkan nenek Eva untuk bertanya.


"Kenapa kamu akhirnya memilih menikah dengan Agnes? bukankah kamu sebelumnya sudah menjalin hubungan dengan Carolina yang tidak lain adalah sepupu dari Agnes sendiri?" tanya Nenek Eva.


Vincent terlihat menoleh menatap sang istri yang juga tengah menatapnya, keputusan untuk menikahi Agnes adalah keputusan yang tepat, meskipun dulu awalnya hanya sebuah dendam, tapi berawal dari dendam yang berujung cinta pada istrinya sendiri.


"Mungkin karena kita telah berjodoh Nenek, Tuhan menjodohkan ku dengan wanita seperti Agnes, aku sangat bersyukur sekali bisa menikahinya," jawab Vincent tanpa mengalihkan pandangannya dari sang istri.


Bersambung.