Misunderstanding Love

Misunderstanding Love
Bertemu Dengan Carolina



Happy Reading


"Ya Tuhan, ini benar-benar gila, kenapa aku begitu menyukai sentuhannya, bahkan aku ingin merasakan ciuman itu lagi, jangan sampai aku jatuh ke dalam pesona pria itu," gumam Agnes memukul keningnya berkali-kali.


Kenapa dia bisa terpesona hanya sekali sentuhan saja. Padahal selama ini dia tidak pernah bisa merasakan hal ini terhadap lelaki manapun.


'Agnes, jangan jadi wanita bodoh!'


Malam hari di PT Hero Corp.


Vincent masih berada di kantor dan akan segera pulang. Jam masih menunjukkan pukul 5 sore tapi tubuh dan pikiran pria itu sudah begitu lelah. Vincent berjalan membuka pintu dan tiba-tiba ponselnya bergetar menandakan ada sebuah pesan masuk.


Carolina mengirimkan pesan agar Vincent tidak lupa akan janjinya nanti malam. Dan juga dia mengirim sebuah foto dirinya.


Vincent tersenyum saat melihat foto yang di kirim wanita itu. Carolina berpose sangat seksi dan hanya mamakai bik*ni saja.


Vincent langsung menelepon Carolina saat melihat foto wanita itu yang langsung membangunkan gairahnya.


"Jangan menggodaku Carolina, kenapa kamu mengirim foto seperti itu, hemm?" Tanya Vincent saat Carolina mengangkat teleponnya.


Kedua orang itu memang akhir-akhir begitu dekat. Sehingga Carolina menginginkan hubungan yang lebih terhadap Vincent.


"Aku memang berniat menggodamu Babe, sudah lama sekali kamu tidak menyentuhku, aku rindu belaian mu Vincent."


Huh, padahal baru seminggu yang lalu mereka bermain, kenapa wanita itu sudah mengatakan lama sekali.


Vincent memang bukan pria suci yang hanya akan menyerahkan keperjakaan nya pada istrinya saja. Tentu dia sudah sering One night stand dengan wanita bayarannya, meskipun dulu dia masih bersama dengan Sonya.


"Vincent, apa kamu tidak rindu padaku?" tanya Carolina kembali.


Tidak, Vincent tidak boleh tergoda saat ini, kalau sampai dia dan Carolina tetap berhubungan, rencananya balas dendamnya akan gagal.


"Aku akan pulang dulu, nanti setelah ini akan ku jemput."


Alan mengakhiri panggilan teleponnya.


Sepertinya pria itu harus segera pulang dan mandi air dingin untuk menetralkan sesuatu yang sudah menegang saat melihat tubuh seksi Carolina.


Di sisi lain Carolina tersenyum bahagia, dia benar-benar mencintai Vincent dan ingin segera menikah dengan pria itu. Bukan hanya mendapatkan tubuhnya, tapi juga hatinya dan semua milik Vincent.


Pria hebat yang tidak diragukan lagi kemampuannya di dunia bisnis yang penuh dengan persaingan itu. Vincent benar-benar mewarisi bakan Casandra dan juga Romeo sebagai orang tuanya.


"Vincent, aku akan membuatmu menyentuhku kembali dan akan ku pastikan aku akan mengandung anakmu agar aku bisa mengikat mu," gumam Carolina tersenyum.


Ting!


Ada sebuah notifikasi pesan di ponselnya. Carolina langsung membuka pesan itu dan matanya terlihat berbinar.


"Agnes? dia sudah berada di kota ini? ya Tuhan! aku sangat merindukan gadis itu, sebaiknya aku harus ke Mansion paman Jonathan," gumam wanita itu.


Masih ada waktu untuk makan malam dengan Vincent, dia akan menemui sepupunya itu.


****


Agnes mengirim pesan kepada saudara sepupunya yaitu Carolina, kedua wanita itu sudah sangat dekat sejak kecil, Agnes dan Carolina saling menyayangi satu sama lain.


Bahkan setiap salah satu di antara mereka ada yang kesusahan pasti salah satunya langsung membantu.


Meskipun setelah dewasa kini keduanya jarang sekali bertemu karena pekerjaan. Agnes berada di California untuk mengurusi perusahaan Papanya yang ada di sana.


Dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Agnes, dia ingin menceritakan tentang Vincent pada sepupunya itu.


Pasti Agnes akan menjadi pendengar yang antusias, mungkin Carolina juga akan meminta dukungan pada Agnes agar menduduki hubungannya dengan Vincent. Secara keluarga Vincent pasti masih sulit menerimanya, belum lama mereka berkabung karena kehilangan Sonya, calon menantu keluarga Zuditte.


'Tapi sebentar lagi aku yang akan menjadi menantu mereka!'


Di Mansion Papa Jhonatan.


"Sayang, putri Papa! Papa sudah mengenal keluarga Zuditte, mereka keluar besar dan perusahaannya nomer satu di kota ini, Papa juga sudah menyetujui lamaran Vincent, nak," ucap Papa Jhonatan.


"Tapi Pa, aku belum siap untuk menikah saat ini, kenapa Papa tidak memberitahu ku terlebih dahulu?"


Agnes merasa kesal terhadap sang Papa karena tidak memberitahu tentang masalah lamaran Vincent.


"Aku yakin kamu pasti lama-lama akan jatuh cinta pada Vincent, dia memang terkenal Arogan dan tegas saat di lapangan, tapi dia mempunyai sisi yang hangat, lembut dan bertanggung jawab, jadi kamu harus menurut pada Papa, Agnes," tegas Papa Jhonatan memberi penjelasan tentang sosok Vincent


Agnes menghembuskan nafas perlahan. Sepertinya Papanya dan Vincent memang sudah sepakat dengan pernikahan itu. Apakah Amanda bisa menolak?


Bahkan Vincent sudah langsung melakukan pendekatan padanya, padahal mereka baru saja bertemu. Bukankah pria itu adalah perayu ulung.


"Papa egois sekali! Jangan sampai aku dengar ini adalah pernikahan bisnis!"


"Bukan, Papa sama sekali tidak melakukan hal itu, Agnes! Vincent sendiri yang mengatakan jika dia tertarik padamu, dia menyukai mu," jawab Papa Jonathan dengan kalem.


"Agnes!!" seru Carolina dari arah ruang tamu.


"Carolina!"


Agnes yang melihat Carolina langsung berlari ke arah sepupunya itu dan langsung memeluknya erat.


"Jahat banget sih, kenapa gak bilang-bilang kalau kamu pulang ke kota?" tanya Carolina dengan bibir yang manyun.


"Iya maaf deh, soalnya aku tahu kalau kamu pasti sibuk," jawab Agnes nyengir.


"Iya sih, aku sekarang memang sedang sibuk pemotretan," ucap Carolina dengan bangga.


"Tuh kan, lagian sekarang kita sudah sama-sama sibuk, oh ya katanya sekarang kamu sudah punya kekasih? kapan kamu memperkenalkan kekasihmu itu sama aku," tanya Agnes.


"Besok pasti aku kenalin, dia itu orang yang sangat sibuk, nanti malam aku baru bisa jalan sama dia, padahal udah seminggu kita gak bertemu," jawab Carolina.


"Yang sabar donk, cowok itu harus dikasih perhatian," ucap Agnes mencubit hidung Carolina.


"Pasti aku akan tetap bersabar untuk bisa bersama dia, oh ya bagaimana denganmu? sampai saat ini aku belum dengar kamu punya kekasih?" tanya Carolina.


Agnes menyeret Carolina untuk duduk di kursi ruang tamu. Dia juga ingin curhat pada Carolina tentang pria yang bernama Vincent itu.


"Agnes sebentar lagi akan menikah, dia sudah di lamar oleh seseorang," ucap Papa Jhonatan yang sedari tadi hanya menyimak percakapan kedua wanita itu.


"Benarkah Paman? Lalu siapa yang akan menjadi suami Agnes?" tanya Carolina penasaran.


"Putra dari Tuan Romeo Zuditte," jawab Pamannya itu.


Deg, deg, deg.


Carolina merasa ada yang salah dengan pendengarannya, putra dari Tuan Romeo Zuditte? bukankah putra dari Romeo hanya satu yaitu Vincent Masahiro Zuditte. Batin Carolina.


Bersambung.