Misunderstanding Love

Misunderstanding Love
Chapter 15 (Malam Pertama)



Happy Reading.


Cassandra memeluk menantunya yang begitu cantik, "selamat ya sayang, Mommy begitu bahagia akhirnya Vincent menikah dengan orang yang tepat."


Ya, karena dulu Cassandra tidak pernah merestui hubungan Vincent dengan Sonya. Mungkin putranya itu terlalu dibutakan oleh cinta. Padahal Sonya adalah anak dari salah satu musuh Casandra dan Romeo di masa lalu.


Cassandra hanya tidak ingin jika Vincent dijadiin alat balas dendam pada mereka. Namun, ternyata Tuhan masih memberikan nasib baik pada Vincent, karena Sonya sudah diambil oleh Tuhan sebelum dia resmi menjadi keluarga Zuditte.


"Iya Mom, terima kasih,, Agnes juga begitu bahagia!"


Sedangkan Vincent juga mendapatkan wejangan dari Ayah mertuanya, meskipun mengiyakan tapi dalam hati Vincent mengumpati istrinya.


"Ingat nak, jaga rumah tangga kalian, jangan sampai kau membuat kami malu, mengerti?" Kali ini Daddy Romeo yang menasihati sang putra.


"Tentu Dad, tenang saja!"


Setelah acara resepsi pernikahan mereka selesai, Vincent langsung membawa Agnes ke apartemen nya. Tidak ada acara ke hotel karena memang Vincent sudah tidak sabar dengan misinya setelah ini.


"Kamu bahagia, Honey?" tanya Agnes saat mereka di dalam mobil.


"Sure, I'm very happy, karena bisa menikah dengan wanita secantik dan sebaik kamu, sayang!"


Agnes merangkul bahu Vincent dan menyandarkan kepalanya disana. Hatinya berasa meletup-letup, sungguh dia begitu bahagia karena mendapatkan suami sebaik Vincent.


Tidak tahu saja jika Vincent sudah tersenyum dengan seringai tipis dibibir nya.


*****


Agnes memakai lingerie seksi berwarna merah maron, dia sudah siap untuk melepaskan kesuciannya untuk pria yang sudah sah menjadi suaminya dan juga sangat di cintainya itu.


Vincent menelan salivanya kala menatap Agnes yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi dengan pakaian yang hampir memperlihatkan semua celah tubuhnya.


'Wanita ini benar-benar sempurna, kalau saja dia bukan wanita yang jahat pasti aku bisa jatuh cinta padanya! eh apa yang ku pikirkan, siapa juga yang akan jatuh cinta!!' batin Vincent sedang bergejolak.


"Honey, ada apa? kenapa melamun?" tanya Agnes duduk di sisi ranjang.


Vincent tersadar dari lamunannya tentang kecantikan dan kekagumannya atas Agnes.


Agnes merasa kan sensasi yang luar biasa pada saat suami nya itu menyentuh tubuhnya. Perlahan tangan Vincent juga mengelua bahunya yang terbuka. Rasa hangat dan lembut saat kulit mereka bersentuhan itu juga menghantarkan sebuah arus listrik pada Vincent.


"Sayang, bolehkah malam ini aku meminta hakku?" Tanya Vincent dengan mata yang sudah berkabut.


Agnes tersenyum malu.


"Tentu saja Honey, bukankah itu hakmu, aku akan memberikan nya," jawab wanita bermata hazel itu.


Vincent langsung mencium bibir seksi sang istri, tangan nya langsung bergerilya menelusuri setiap inci dari tubuh Agnes.


Ciuman mereka semakin dalam, bahkan posisi mereka sudah berubah, Vincent mengukung istrinya sambil terus memagut bibir manis itu.


Nafas Vincent sudah memburu, bahkan miliknya sudah mengeras sedari tadi, sepertinya dia tidak akan lama-lama melakukan pemanasan.


Agnes merasakan sesuatu yang keluar dari area sensitifnya, tiba-tiba dia menghentikan ciuman nya yang sudah panas itu.


"Ada apa sayang?" tanya Vincent berusaha menahan hasratnya.


"Aku mau ke kamar mandi dulu ya," jawab Agnes.


"Apa kamu mau buang air?"


"Tidak, sepertinya aku kedatangan tamu Honey," Agnes tahu jika hari-hari ini jadwal dia mendapatkan menstruasinya.


"Tamu, siapa?"


"Sepertinya malam ini kita tidak bisa melakukan malam pertama, aku datang bulan, maaf," jawab Agnes terlihat menyesal.


"Ya Tuhan!!" Vincent langsung bangkit dari atas tubuh Agnes. Pria itu merasa frustasi karena sudah turn on.


"Maaf Honey, padahal seharusnya masih belum waktunya," ucap Agnes merasa tidak enak.


Akhirnya malam itu mereka tidak jadi melakukan malam pertama.


Bersambung.