
Semoga ini akan menjadi awal di mana kita bisa merajut cinta dan kasih sayang dalam hubungan yang suci ini.
Vincent.
Happy Reading.
Agnes akan mengetuk pintu ruangan CEO itu, masih berusaha menetralkan detak jantungnya yang tidak menentu. Agnes menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan. Sungguh tadi dia tidak sengaja mendengar ucapan Vincent yang membuat jantungnya bertalu.
Apakah dengan begitu Agnes akan bisa mulai mempercayai bahwa cinta Vincent memang begitu tulus padanya.
Entahlah, hanya Agnes yang tahu bagaimana hatinya akan bicara.
Tok, tok, tok.
Agnes mengetuk pintu itu, masih berusaha mengontrol dirinya agar terlihat baik-baik saja, dia tidak mau Vincent tahu kalau dirinya sudah mendengar semua ucapan nya yang telah move on dari Sonya.
'Jangan baper Agnes, ingat harus bersikap datar dan dingin seperti biasa, jangan sampai Vincent kegedean rasa!!!
Jujur Agnes memang sudah jatuh cinta ke dalam pesona Vincent, cinta yang mulai bersemi di hatinya harus layu setelah kebohongan Vincent waktu itu, perselingkuhan yang membuat Agnes sulit untuk mempercayai Alan lagi.
Ceklek.
James sedikit terkejut ketika melihat siapa yang ada di depannya.
"Nona Agnes, silahkan masuk," James agak gugup karena istri atasannya itu menampilkan wajah yang datar.
Vincent yang melihat sang istri menemuinya di kantor begitu senang, dia segera berdiri dan menyambut Agnes dengan senyuman termanis yang pernah dia perlihatkan.
"Sayang, kamu datang menemui ku?" Vincent berjalan ke arah Agnes dan memeluknya.
Menghirup aroma parfum sang istri yang sangat memabukkan bagi Vincent.
"Ayo duduk dulu, oh ya James tolong antarkan dua cangkir coklat hangat ke sini," ucap Vincent pada asisten nya itu.
"Baik Tuan," jawab James kemudian berlalu dari ruangan tersebut.
"Apa kamu sudah makan siang?" Vincent duduk di samping Agnes, senyuman tampan selalu dia tunjukan untuk istrinya itu.
Sungguh sangat berbeda dengan Vincent yang dulu, pria berwatak keras dan tegas, selalu menampilkan wajah dingin dengan orang lain, benar-benar jauh dari senyuman itu seakan baru saja di lahir kan lagi dengan Vincent yang baru.
Cinta memang membuat orang bisa berubah,
cintanya dulu pada Sonya sangat berbeda dengan cintanya pada Agnes. Dengan Sonya mereka saling mencintai, tidak ada rintangan sama sekali, selalu di sambut senyuman cantik dari Sonya, tapi dengan Agnes dia harus berusaha membuatnya selalu senang, ada hati yang harus dia jaga karena khilaf nya.
Cinta Agnes saat ini sangat susah untuk di raih, dia tahu dulu Agnes begitu mencintainya, tapi setelah dia menyadari bahwa Agnes sudah menghapus rasa itu, membuat Vincent harus bisa mengambil hatinya kembali.
Mendapatkan senyuman dari Agnes saja sudah membuatnya sangat bahagia apalagi cintanya di sambut kembali. Vincent tahu perjalanan cintanya ini pasti akan sangat sulit, dia tidak ingin menyakiti Agnes lagi.
"Aku ke sini karena ingin meminta izin darimu Vincent, aku tahu kalau saat ini masih menjadi suamiku yang sah, jadi aku tahu etika seorang istri itu bagaimana, besok aku memutuskan untuk kembali ke Indonesia," ucap Agnes dengan wajah yang datar.
Vincent begitu terkejut mendengar ucapan Agnes.
"Sayang, kenapa kamu ingin ke Indonesia? bukankah Papa sudah mengatakan bahwa kamu harus menetap di New York, karena sekarang kamu adalah istriku?" Vincent memegang tangan istrinya.
Dia tidak mau kalau Agnes pergi ke Indonesia, bisa di pastikan kalau Agnes pergi ke Indonesia dia akan kehilangan sang istri untuk selamanya.
Bersambung.
Hai semuanya, aku ada rekomendasi karya keren banget 🥰