Misunderstanding Love

Misunderstanding Love
Episode 51



Happy Reading.


Agnes dan Vincent menghadiri acara pertunangan sepupu Agnes yang berada di Jakarta, memang masih ada keluarga dari Mamanya yang tinggal di kota itu.


Acaranya berlangsung dengan meriah karena memang sepupu Agnes di jodohkan dengan keluarga yang kaya dan sangat berpengaruh.


Kedatangan Agnes dan Vincent menjadi pusat perhatian di acara pertunangan sepupunya. Seluruh keluarga begitu takjub dengan suami Agnes yang sangat tampan mempesona dengan tubuh tinggi atletis itu. Apalagi wajah Bulenya yang begitu kentara, membuatnya menjadi bintang di acara tersebut.


"Agnes, suamimu tampan sekali."


"Iya, masih ada gak yang tampannya kaya suamimu itu, sisakan aku satu ya."


"Bule sih, jadi ya pasti tampan!"


"Nggak semua bule tampan kok, banyak bule yang jelek!"


"Suami Agnes tipe bule tampan dan Hot!"


Agnes hanya tersenyum menanggapi, sedangkan Vincent menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan.


Seluruh keluarga besar memberikan ucapan selamat kepada Agnes dan Vincent yang telah menjadi pasangan pengantin baru.


"Agnes, suamimu sangat tampan, aku tidak menyangka wanita yang terkenal workaholic ini akhirnya menikah juga," ucap Aunty Fara adik dari Mama Agnes.


Vincent sedari tadi hanya tersenyum ketika mendapatkan sambutan yang hangat dari keluarga besar sang istri.


"Terima kasih Aunty, aku juga senang bisa menikah di usia muda seperti ini," jawab Agnes berbohong.


Kalian tidak tahu saja bagaimana dulu pernikahan ini penuh drama. Batin Agnes.


Sebenarnya dia tidak mau berpura-pura di hadapan semua orang kalau pernikahannya terlihat baik-baik saja, tapi dia juga tidak mau menjadi bahan gosip karena status pernikahannya itu. Yang penting sekarang dia sudah mau memaafkan Vincent dan memberikan kesempatan kedua pada suaminya itu.


Terlihat dua pasangan yang mendatangi Agnes dan Vincent.


"Agnes, terima kasih sudah datang ke acara pertunangan ku, aku kira kamu gak bisa datang karena kamu lama sekali tidak ke Jakarta," ucap Susi, sepupu Agnes yang melangsungkan acara pertunangan.


"Tentu saja aku datang Susi, bukankah aku sudah berjanji padamu?" Agnes tersenyum dan melihat ke arah seorang pria yang berada di samping sepupunya itu.


Akhirnya kamu menerima semua ini, aku harap kamu bahagia. Batin Agnes.


"Tapi kenapa kamu menikah dadakan sih, aku jadi gak bisa datang ke Amerika, karena persiapan di sini juga masih belum sempurna jadi aku tidak bisa meninggalkannya," ucap Susi menampilkan wajah sedihnya.


"Tidak apa-apa, oh ya aku dan Vincent akan pulang dulu, selamat untuk kalian berdua atas pertunangannya, Susi dan Devan," ucap Agnes berpamitan.


Vincent sedari tadi hanya menampilkan senyum tampannya karena memang tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan.


Devan menatap Agnes dengan tatapan yang sulit di artikan, mata sendu pria itu menyiratkan sebuah rasa kesedihan.


Agnes menarik tangannya karena Devan menggenggamnya erat, seakan tidak mau melepaskan tangan wanita itu.


Vincent bisa melihat tatapan berbeda dari pria di depannya ini kepada sang istri. Devan yang sedari tadi juga diam tanpa mengucapkan apapun itu seakan menyembunyikan sesuatu.


"Agnes, aku juga mengucapkan selamat atas pernikahanmu, semoga bahagia," kali ini Devan berbicara dan melepaskan tangan Agnes dari genggamannya.


"Terima kasih Devan," Agnes tersenyum dan berpamitan.


Vincent juga berpamitan dan langsung memeluk pinggang Agnes posesif, seakan memberitahu semua orang bahwa Agnes adalah miliknya.


Devan menatap sendu kepergian Agnes yang di peluk mesra oleh suaminya itu, tidak di pungkiri Devan merasa sangat cemburu melihat Agnes sudah bersama pria lain.


Pria itu sudah lama menyukai Agnes tapi Agnes tidak menyambut cintanya. Meskipun berulang kali Devan mengatakan cinta tapi Agnes menyayanginya hanya sebagai sahabat tidak lebih.


Pesona Agnes dulu mampu meluluhlantakkan hati Devan kala itu. Tapi dia harus menahan semua rasanya untuk Agnes karena wanita itu tetap pada pendiriannya.


Susi tidak mengetahui perasaan tunangannya tersebut kepada Agnes, yang gadis itu tahu Devan juga mencintainya.


Devan bekerja sebagai Manajer keuangan di perusahaan JH GROUP yang Ayah Susi kelola. Dia sudah lama bekerja di sana sebelum Susi menjabat sebagai Presiden direktur.


Di sanalah Devan mulai mengenal sosok Agnes yang juga sepupu Susi, mereka menjadi dekat sampai acara perjodohannya dengan Susi dilangsungkan. Devan tidak bisa menolak karena dia juga merasa bisa lebih dekat lagi dengan wanita yang di cintainya tentunya bukan sebagai kekasih melainkan sebagai saudara dari Agnes.


****


"Aku tidak suka dengan pria yang tadi, siapa namanya, aku tidak ingat, tunggangannya sepupu mu itu, sayang!" Sejak tadi Vincent hanya ngomel-ngomel saja.


Agnes memutar bola matanya, "memangnya kenapa dengan Devan? Dia tidak ada masalah dengan mu 'kan?"


"Ada, masalahnya dia menatap kamu seperti menatap wanita pujaannya, tatapan penuh damba dan kerinduan, aku tidak yakin jika dia benar-benar mencintai Susi."


Ucapan Vincent membuat Agnes melongo, apakah terlihat jelas kalau Devan memang sangat menyukainya, dan Agnes memang tidak bisa menyangkalnya.


"Tenang lah, Vincent! Aku tidak seperti wanita lain di luar sana. Aku juga tidak akan seperti mu, sebenarnya aku tidak pernah menyukai Devan dan hanya menganggapnya sebagai seorang sahabat," jelas Agnes.


Bersambung


Hai semuanya, aku ada rekomendasi karya keren dari sahabat aku 🥰