Misunderstanding Love

Misunderstanding Love
Chapter 12



Happy Reading.


"Jadi kita tinggal fitting baju pengantin?" Tanya Agnes yang diangguki oleh Vincent. "Memang kau sudah tahu ukuran tubuh ku?"


"Tentu saja, tubuhmu begitu indah dan aku sudah tau ukurannya hanya dengan memegang nya saja, tubuh kamu ramping dan kamu juga sangat cantik."


Agnes hanya tersenyum mendengar ucapan Vincent, sudah hal biasa kalau setiap orang memuji kecantikannya itu, tapi entah kenapa kalau Vincent yang memujinya jantungnya berdetak lebih cepat.


Tiba-tiba Vincent mendekat dan menyentuh wajahnya, Agnes sedikit terkejut karena Vincent membelai pipi mulusnya.


Sentuhan pria itu benar-benar membuat hati Agnes bedresir. Tatapan mata Vincent bagaikan menghipnotis nya, mata yang terpancar penuh aura cinta.


"Aku mencintaimu Agnes? Bagaimana dengan perasaan mu padaku?" Tanya Vincent masih menatap mata hazel Agnes.


Pria itu benar-benar ingin memastikan seluruh perasaan Agnes padanya. Wanita itu benar-benar pintar menyembunyikan ekspresi wajahnya dan itu belum bisa diraba oleh Vincent.


Padahal kalau Vincent tahu, Agnes sudah jatuh ke dalam jebakan nya dalam hitungan hari saja.


Namun sepertinya kali ini pertahanan Agnes akhirnya roboh. Pipinya bersemu merah ketika Vincent menanyakan tentang perasaan nya terhadap pria itu.


"Aku tidak tahu Vincent, tapi rasanya aku begitu nyaman ketika dekat denganmu, dan juga hatiku menjadi berdebar tak menentu," Jawab Agnes terus terang.


Vincent tersenyum senang, selangkah lagi dia bisa mendapatkan hati Agnes dan akan membuatnya sakit dan terluka setelah itu.


"Itu namanya cinta sayang, kamu sudah mulai mencintaiku, aku benar-benar bahagia mendengarnya, kita akan melalui pernikahan penuh kebahagiaan," Vincent mengecup tangan wanita cantik itu.


'Lihatlah Agnes, setelah ini kamu akan merasakan bagaimana rasa sakit saat kehilangan orang yang sangat kamu cintai, aku kehilangan Sonya karena mu, kekasih yang sangat aku cintai, padahal sebentar lagi kita akan melangsungkan pertunangan, aku rela berbuat apapun agar Sonya bisa di terima di keluarga Zuddite. Tapi ternyata kamu malah menghilangkan nyawanya, kebahagiaan di depan mata kami lenyap dalam sekejap, itu semua gara-gara wanita jahat seperti mu Agnes Dwyane!!' Batin Vincent.


Dendam di hatinya kini bertabuh kembali, Vincent benar-benar akan membuktikan ucapannya itu untuk membuat Agnes menderita.


"Silahkan keluar Nona Agnes," ujar seorang wanita yang membantu Agnes memakai baju pengantin nya.


Vincent terkejut melihat penampilan Agnes yang memakai gaun pengantin itu, gaun pengantin yang sudah dia persiapkan untuk Sonya.


Mata Vincent tidak bisa lepas dari kecantikan Agnes dengan body yang begitu pas dan indah ketika memakai gaun tersebut. Terbayang wajah cantik Sonya yang langsung ditepis oleh Vincent.


Dia tidak boleh terbuai untuk saat ini, dia harus menanamkan rasa benci itu pada Agnes, agar hatinya tidak luluh untuk wanita itu.


"Vincent, apa aku tidak pantas?" Tanya Agnes saat melihat Vincent yang diam saja.


"Kamu sangat pantas dan terlihat begitu cantik!" Vincent menghampiri Agnes dan merangkul pinggang wanita itu mesra, kemudian Vincent menarik tengkuk Agnes dan mencium bibirnya.


****


Hari demi hari berlalu dengan kemesraan yang di tunjukan oleh Vincent kepada Agnes, mereka benar-benar seperti layaknya sepasang kekasih yang saling mencintai.


Sepertinya pendekatan selama hampir dua bulan ini benar-benar membuat Agnes jatuh ke dalan genggaman Vincent, wanita cantik itu saat ini benar-benar mencintai Vincent.


Tidak ada hari tanpa bunga, setiap hari Vincent selalu mengirim bunga pada Agnes, coklat kesukaan juga selalu di berikan oleh Vincent.


Tentu saja membuat wanita cantik itu begitu bahagia, Agnes merasa sangat di sayang dengan perhatian kecil yang Vincent berikan.


"Terima kasih sayang."


"Sama-sama sayang, aku begitu mencintaimu!"


Bersambung.