
Happy Reading.
"Apakah kamu pantas mendapatkan maaf dan cinta dariku Vincent?" Tanya Agnes tiba-tiba.
Vincent berbalik menatap Agnes, entah kenapa kata-kata istrinya itu bagaikan oasis di padang pasir.
"Tentu saja sayang, aku sangat pantas mendapatkan maaf dan cinta darimu," Jawab Vincent percaya diri.
Jujur Agnes merasa hatinya sedikit menghangatnya ketika Vincent mengatakan hal itu, tapi lagi-lagi dia harus ingat siapa Vincent itu. Pria kejam yang menjadikan dirinya sebagai sasaran dendam salah alamat.
"Kalau begitu kita harus bekerja sama untuk mengungkap siapa orang yang telah menabrak Sonya, aku ingin menemukan titik terang pada kasus ini," ucap Agnes akhirnya. Dia ingin jika kasus yang belum menemukan endingnya ini benar-benar di buka kembali dan membuat Vincent terbuka matanya jika apa yang telah dia lakukan itu salah.
"Sudahlah Agnes, kita lupakan saja masalah itu, kita mulai hubungan kita ini dari awal, aku benar-benar ingin mendapatkan maafmu," ujar Vincent menunduk. Merasa frustasi dengan kegigihan hati Agnes yang sekarang sulit dia jangkau.
"Tapi aku sudah terlanjur masuk ke dalam kisah cintamu yang begitu menyakitkan ini, jadi aku juga harus menyelesaikannya sampai tuntas!!"
Ya Tuhan, kenapa aku mengatakan hal itu? awalnya aku sengaja mengajak Carolina kerja sama karena aku ingin segera terlepas dari Vincent, tapi sekarang malah aku dan Vincent melakukan kerja sama untuk mengetahui siapa yang menabrak Sonya. Batin Agnes.
"Baiklah sayang, terserah yang penting kamu tetap selalu di sampingku," jawab Vincent tersenyum.
Kemudian pria itu menarik tengkuk Agnes yang mencium bibir merahnya. Agnes meronta dan memukul dada Vincent tapi pria itu tidak menyerah. Vincent mencium bibir Agnes dengan gerakan lembut hingga istrinya itu akhirnya terbuai.
Bukan salah Agnes jika dia merasa begitu di cintai, karena Vincent memang melakukannya penuh dengan cinta. Seakan mengutarakan semua perasaannya lewat ciuman tersebut.
Memagut dan saling bertukar saliva, Vincent tidak akan pernah melepaskan Agnes karena dia menyadari bahwa dia sangat mencintai istrinya itu.
****
Nenek Eva sedang fokus melihat sebuah rekaman video yang berisi tentang semua kegiatan Agnes.
Mulai dari awal perselingkuhan Vincent sampai mereka berdua yang masuk ke dalam kamar hotel malam ini.
"Erick, suruh anak buahmu untuk selalu mengawasi cucuku Agnes, aku tidak mau Vincent menyakitinya lagi," ucap nenek Eva terhadap pengawal nya itu. "Tapi sepertinya saat ini Vincent sudah mulai mencintai Agnes, aku tahu niat pemuda itu sedari awal, aku kira dia akan menikah dengan Carolina, tapi dugaanku salah, dia ternyata menjadikan Agnes sebagai sasaran balas dendamnya, aku bisa pastikan cucuku Agnes bisa mengendalikannya," lanjut Nenek Eva.
"Nyonya, lalu bagaimana dengan Nona Carolina?" Tanya Erick.
"Biarkan Vincent dan Agnes yang akan menghukumnya, Vily telah menyembunyikan sebuah kejahatan yang tidak bisa di maafkan, kalau bukan karena putra keduaku aku sudah membuka semua aibnya, dia sudah membuat Agnes kehilangan Mamanya yaitu Vanesa, lalu kemudian dia membuat perusahaan Alex menjadi bangkrut," ucap sang Nenek dengan tenang.
Vanesa adalah Mamanya Agnes, dia meninggal 8 tahun yang lalu karena menyelamatkan Vily kala itu, hampir tiga bulan Nenek Eva terpuruk atas kehilangan menantu kesayangannya, bahkan gara-gara itu juga perusahaan sang suami failid. Jhonatan sang kakak datang membantu dan membuatnya mendapatkan pekerjaan.
*****
"I love you, Mi Wife, love you so much."
Agnes terbuai, sejujurnya dia memang sudah jatuh dalam pesona seorang Vincent Zuddite.
"Aku benar-benar mencintaimu, aku sadar itu, sayang! Aku sadar kalau aku jatuh cinta padamu sejak awal!"
Agnes merasakan sentuhan Vincent yang membuatnya menggila, dia tidak sadar bahwa gaunnya sudah terlepas dari tubuhnya, hanya tersisa penutup barang berharga pada tubuh mulusnya itu.
Vincent masih terus menciumi sang istri dan membuat tanda kisssmark di lehernya. Pria itu melepaskan ciumannya dan menatap Agnes dengan tatapan yang sudah berkabut.
"Bolehkah aku meminta hak ku, istriku?" tanya Vincent dengan tatapan yang sudah berkabut.
Entah kenapa Agnes mengangguk begitu saja, mungkin karena dia juga merasa sudah sangat berhasrat.
Tentu saja hal itu membuat Vincent semakin bahagia, dia akan mengikat Agnes dengan menebarkan benih di dalam rahimnya dan tentu saja dengan jerat cintanya.
Vincent membuka semua pakaian yang melekat di tubuhnya, pria itu mencium bibir istrinya kembali sambil mengarahkan miliknya pada milik Agnes.
Agnes terpekik ketika tiba-tiba dia merasakan sakit yang luar biasa, dia sadar bahwa pria di atasnya itu adalah suaminya yang sah. Vincent yang melihat Agnes menahan sakit yang luar biasa itu langsung membungkam bibir nya dengan ciuman lembut.
Dia benar-benar merasa bahagia saat mengetahui Agnes memang masih perawan. Akhirnya malam itu Vincent melakukan penyatuan dengan wanita yang masih resmi menjadi istri sahnya itu dan juga wanita yang sudah menjadi pemilik hatinya kini.
Bersambung.
Maaf masih banyak typo 🙏🙏
jangan lupa dukungannya ya.
Kasih bunga dan vote juga.
Terima kasih 🥰
...****************...
Hai, aku ada rekomendasi karya keren banget, cusss boleh mampir kuy 🥰🥰