
Happy Reading.
Agnes bisa melihat tatapan Vincent yang penuh dengan cinta itu, apakah tatapan itu tulus dari dalam hatinya? Agnes juga pernah melihat tatapan itu sebelumnya, sebelum mereka menikah.
Namun karena dendam salah alamat, membuat Vincent menjadi berubah sebelum akhir-akhir ini pria itu kembali lagi ke mode awal.
Seperti saat ini, Vincent selalu menatap cinta ke arahnya, memberikan warna dalam hidup Agnes, kasih sayang yang berlimpah, membawanya terbang tinggi ke angkasa dan akhirnya menghempasnya ke bumi sampai Vincent memberikan sakit hingga rasa sakit itu sudah tidak berasa lagi alias mati rasa.
Tatapan Vincent membuat pipi Agnes bersemu, rasa hangat menjalar di wajahnya.
Seorang pelayan menyuguhkan minuman untuk Vincent dan Agnes. Melihat minuman itu Agnes langsung mengambilnya karena merasa benar-benar gerah dengan situasi ini.
"Tapi aku melihat kamu masih bersama dengan Carolina akhir-akhir ini?" ucap Nenek Eva membuah Agnes tersedak.
"Uhuk, uhuk, uhuk!" Vincent langsung mengelus punggung Agnes panik.
"Hati-hati minumnya sayang," ujar Vincent.
"Agnes sayang, kenapa bisa tersedak?" tanya Nenek Eva.
"Aku tidak apa-apa Nek," jawab Agnes menghentikan tangan Vincent.
"Vincent, tadi pertanyaan ku belum kamu jawab, kalau kamu masih mencintai Carolina, aku tidak terima kalau cucuku Agnes kamu sakiti hatinya," ucap Nenek Eva mencoba mencari tahu kebenaran hati Vincent.
Awalnya Nenek Eva memang mengira bahwa Vincent dan Carolina akan menikah, agar suatu saat nanti kalau Vincent tahu yang menabrak Sonya adalah istrinya sendiri, Vincent akan menyiksa Carolina. Namun ternyata perkiraan nenek salah.
Hampir saja Nenek Eva meminta Agnes meninggalkan Vincent kala mengetahui Vincent menjadikan Agnes sebagai sasaran balas dendam, tapi sepertinya kali ini Vincent jatuh ke dalam perangkap nya sendiri.
Nenek Eva tahu jika Agnes bisa mengendalikan Vincent dan akan membuat Carolina semakin gila. Bukan maksud Nenek Eva begitu tega terhadap Cucunya yang satu itu, dulu dia juga begitu menyayangi Carolina seperti Agnes, tapi setelah tahu sebuah rahasia besar tentang Vily yang ternyata selama ini telah berbuat jahat dan membohongi mereka semua, Nenek Eva sama sekali tidak respek terhadap kedua orang itu.
"Aku mengaku telah salah Nek, bukan berarti aku kembali bersama Carolina lalu aku tidak mencintai Agnes, aku sangat mencintai istriku, bahkan saat ini aku benar-benar menyesal, tolong Nenek jangan memisahkan aku dari Agnes, aku berjanji akan menebus semua kesalahanku dengan membahagiakan Agnes," jawab Vincent.
Dia tidak mau kalau Nenek mengetahui perselingkuhannya dengan Carolina dan akan berakibat pada perceraian.
Nenek Eva mendesah pelan. "Untung saja Papamu tidak mengetahui hal itu Agnes, Nenek masih menutupi nya, kalau sampai Papamu tahu, bisa di pastikan kalau dia akan menyuruh mu kembali ke Indonesia dan meninggalkan Vincent," ucap Nenek.
Agnes memang pernah tinggal di Indonesia dulu setelah meninggal nya sang Mama.
"Tidak Nek, jangan pisahkan kami, aku tidak bisa hidup tanpa istriku," ucap Vincent memohon.
Pria itu tentu tidak mau dipisahkan dari istrinya. Vincent akan melakukan apapun untuk Agnes agar wanita itu mau bertahan di sisi nya.
Agnes hanya terdiam sedari tadi, tidak bisa menjawab apapun tentang masalah ini.
"Kalau kamu memang benar-benar mencintai Agnes, kamu harus membuktikan kepada Carolina bahwa wanita yang kamu cintai itu adalah istrimu, dia itu sangat licik Vincent, bahkan kamu bisa di rebut mudah dari Agnes," Nenek Eva memberikan peringatan agar Vincent waspada.
"Tentu saja Nek, aku tidak akan pernah berpaling lagi dari istriku yang sempurna ini," jawab Vincent mantap.
Nenek Eva mengangguk.
"Baiklah, kali ini aku percaya padamu," jawab Nenek Eva.
'Vily, sebentar lagi semuanya akan terbongkar, aku tahu jika Carolina bukanlah anak dari Alex, kamu berselingkuh darinya dengan pria lain sampai hamil, aku memang tidak bisa memberitahu Alex semua ini, karena Alex begitu mencintaimu, tapi aku yakin Vincent bisa membuka aib yang selama ini kamu sembunyikan.' Batin Nenek Eva.
Bersambung.