Misunderstanding Love

Misunderstanding Love
Episode 45



Aku tidak pernah tahu seperti apa cintamu itu, tapi aku akan berusaha untuk tidak meragu dengan ketulusan yang kamu berikan, syaratnya kamu harus bisa membuktikan semuanya.


Happy Reading.


Vincent mendekat ke arah Carolina dengan tatapan tajam, pria itu ingin sekali meremukkan seluruh tubuh dan wajah wanita di depannya ini.


Seluruh kebencian seakan mengalir di setiap nafas Vincent. Carolina, wanita yang selama ini dia anggap sebagai wanita penyelamat hatinya dari keterpurukan karena ditinggal pergi oleh Sonya, ternyata hanyalah wanita berhati iblis yang tega melakukan hal jahat demi tercapai semua tujuannya.


Carolina memundurkan tubuhnya saat Vincent berjalan semakin mendekat.


Vincent mencengkram leher Carolina, hingga wanita itu merasa sesak, bahkan Carolina sudah kesusahan untuk bernafas. Vincent sudah kehilangan akal, gara-gara Carolina dia sudah salah sasaran dan hampir menyakiti Agnes.


"Aku tidak akan membiarkanmu berkeliaran dengan bebas, Carolina! aku sama sekali tidak menyangka ternyata wanita sepertimu berhati busuk! Lihat saja apa yang akan ku lakukan padamu karena perbuatan mu telah membunuh Sonya!" Ancam Vincent dengan mata tajam menusuk seperti pisau.


Paru-paru Carolina semakin kesusahan untuk mengambil oksigen, tapi dia harus bicara agar Vincent melepaskannya.


"Le-lepaskan Vincent .... Aku tidak bisa bernafas!" Carolina meronta dan berusaha melepaskan cengkraman tangan Vincent dari lehernya.


Namun, bukannya mengendurkan cengkraman tangannya, Vincent semakin menekan.


Vincent sudah seperti singa yang akan memakan mangsanya hidup-hidup, dia hampir saja membunuh wanita itu kalau tidak mendengar dering suara ponselnya.


"Sial!"


"Uhukk, uhukk!!!"


Vincent melepaskan tangannya dari leher Carolina dan mengambil ponselnya di meja kerjanya.


Melihat siapa yang menelepon, tiba-tiba sudut bibir Vincent sedikit terangkat, hanya sedikit.


"Halo Agnes," hati Vincent sedikit tenang ketika mendapatkan telepon dari istrinya.


Sedangkan kesempatan itu Carolina gunakan untuk melarikan diri dan segera pergi dari perusahaan itu.


Carolina mengemudikan mobilnya kencang menuju ke rumahnya. Dia tidak pernah menyangka bahwa Vincent akan mengetahui bahwa dirinya yang telah menabrak Sonya.


Niat hati ingin memberikan bukti palsu malah dia di kejutkan dengan bukti asli sebuah rekaman CCTV.


"Brengsekk! kenapa aku tidak pernah tahu kalau di depan rumah itu ada CCTV-nya? kalau aku tahu dari awal, pasti sudah ku hapus semua jejak ku!" Carolina mencengkeram kuat kemudi-nya.


Padahal dia sudah mulai belajar menyetir kembali agar Vincent tidak curiga.


Setelah sampai di depan rumahnya, Carolina berlari masuk ke dalam dengan wajah ketakutan, keringat bercucuran di dahinya sambil menahan nafas yang ngos-ngosan.


"Carol, kenapa kamu terlihat kacau dan ketakutan?" Vily mendekati putrinya itu.


"Ma, bagaimana ini! Vincent telah mengetahui bahwa aku yang telah menabrak Sonya? Apa yang harus ku lakukan!! Dia pasti melaporkan ku Ma, aku takut!" Seru Carolina dengan bergetar karena takut.


"Sayang, tenang dulu ya, kita harus mencari cara agar Vincent tidak bisa melaporkan mu," Vily memeluk Carolina.


"Bagaimana aku bisa tenang, Vincent tadi hampir membunuhku!!" Carolina berteriak sambil menjambak rambutnya.


Vily melepaskan pelukannya, dia begitu khawatir dengan kondisi putrinya yang seperti itu. Carolina memang sudah lama mencintai Vincent, tapi Vincent malah lebih memilih Sonya yang menurutnya hanya wanita biasa dan lemah.


Vily melihat bekas merah di leher putrinya itu, dia sudah menyangka kalau Vincent tahu apa yang terjadi dan pasti dia tidak akan melepaskan Carolina begitu saja.


"Ma, aku harus melenyapkan Agnes, aku tidak mau kalau Vincent bersamanya, kalau aku tidak bisa mendapatkan Vincent, Agnes juga tidak boleh memilikinya," Carolina mengepalkan tangan.


Bersambung.


Hai, aku ada rekomendasi karya keren banget 😘🥰