
Happy Reading.
"Duduklah, aku akan mengambilkan mu air minum," Agnes menuntun Vincent duduk di sofa kemudian dia berdiri tapi tangannya di tahan oleh Vincent.
"Jangan pergi, aku tidak mau kamu pergi, jangan tinggalkan aku lagi sayang," ucap Vincent dengan tatapan yang sendu.
"Aku hanya ke situ mengambil air minum untukmu," Agnes menunjuk dispenser yang ada di dalam kamar.
Kemudian dia pergi mengambil air untuk sang suami.
"Minumlah, kenapa tadi bermimpi seperti itu? aneh sekali," Agnes memberikan segelas air kepada Vincent.
Pria itu mengambilnya dan langsung menegak habis minuman tersebut.
"Entahlah sayang, aku melihat Sonya datang ke kamarku dengan keadaan polos tanpa busana, tentu saja aku sangat terkejut melihat itu, dia mengajakku bercinta tapi kemudian matanya memancarkan cahaya merah ketika melihat mu tidur di sampingku, lalu dia menarik-mu dan membawamu pergi dari sisiku," cerita Vincent tentang mimpi yang baru saja di alaminya.
Agnes tercengang, kemudian dia tergelak ketika mendengar penjelasan suaminya itu. Ternyata Vincent mengigau karena hal itu, hampir saja Agnes menyerah dengan perasaannya kalau memang Vincent masih mencintai Sonya.
"Kenapa kamu malah tertawa sayang? aku tadi beneran takut kalau sampai kamu pergi dari sisiku," ucap Vincent.
"Ya, itu mimpi yang sangat konyol menurutku, mana mungkin Sonya datang kepadamu dan mengambil ku," jawab Agnes masih terkekeh.
Vincent menarik Agnes ke dalam pelukannya.
"Aku juga tidak tahu kenapa bisa mimpi hal aneh seperti itu, apakah dia mendatangi ku karena aku telah melupakan ulang tahunnya," ucap Vincent.
"Ulang tahun Sonya?"
"Ya, Sonya berulang tahun hari ini, aku memang tidak lupa tapi aku juga tidak mau mengingatnya," jawab pria itu.
Agnes melepaskan pelukannya dan menatap pria di depannya ini.
"Apa kamu masih memikirkan tentang Sonya?" tanya Agnes
Vincent menghela nafas, dia sudah memutuskan untuk melupakan Sonya, saat ini yang ada di dalam hatinya adalah Agnes.
"Apa kamu masih meragukan ku sayang? cintaku padamu lebih besar dari pada cintaku pada Sonya, hanya kamu yang bisa mengubah takdir jalan hidupku Agnes, tolong percayalah padaku," Vincent menangkup wajah Agnes dan memandang nya lekat.
Pria itu merasakan jantungnya berdetak kencang, rasanya sangat bahagia bisa bersama wanita yang sudah menjadi istri sahnya itu.
Agnes bisa merasakan ketulusan pada ciuman itu, bahkan degupan jantung Vincent bisa Agnes dengar.
"Aku harap semua yang kamu katakan adalah kebenaran, bukan kebohongan yang dulu pernah kamu buat padaku," ucap Agnes.
Vincent mencium bibir candu istrinya lagi, rasanya tidak pernah puas menyesapi rasa bibir milik Agnes.
Perlahan ciuman itu turun ke leher jenjang istrinya, Vincent menggigit dan memberi tanda merah di sana.
"Hukumlah aku kalau memang suatu saat melakukan kesalahan yang sama, aku akan menerima semua keputusanmu, tapi percayakan bahwa aku benar-benar mencintai mu sayang," bisik Vincent di telinga istrinya.
Agnes bisa merasakan hatinya bergetar, apakah dia memang harus memilih pria ini sebagai pelabuhan terakhir nya, dia melihat ketulusan yang terpancar di mata Vincent.
"Jadilah ibu dari anak-anakku, hatiku sepenuhnya milikmu sayang, jiwa dan raga ini sudah ku pasrahkan padamu, tolong jaga hati ini juga," ujar Vincent menyentuh dada Agnes
Agnes tersenyum dan mengangguk.
Perlahan Vincent menuntut istrinya ke atas ranjang. Mereka saling berciuman dan memberi kenikmatan satu sama lain.
Setelah beberapa saat mereka telah membuka seluruh pakaiannya, Vincent mencium seluruh tubuh istrinya itu.
Perlahan diapun memasukan miliknya pada lubang yang masih sempit itu, menggerakkan pinggulnya seirama dan lembut.
Hentakan demi hentakan yang membuat Agnes melayang menuju kenikmatan.
Suara lenguhan nan indah selalu Agnes lantunkan membuat Vincent begitu bahagia, dia ingin membuat istrinya juga candu pada dirinya.
Vincent akan berlaku lembut agar istrinya itu tidak kesakitan. Akhirnya mereka berdua mencapai kepuasan bersama.
Pagi itu mereka mengulang kegiatan itu lagi sampai hari menjelang siang.
...TAMAT ...
Nanti terakhir Epilog ya, tapi nggak tau up kapan. Mungkin Bulan madu di Bali, atau pas mereka udah punya anak 🤔 Mudah-mudahan suka cerita Misunderstanding Love ini. Jangan lupa mampir di karya-karya ku yang lain 😘😘❤️