Misunderstanding Love

Misunderstanding Love
Episode 31



Happy Reading


Agnes merasa ada sesuatu yang janggal saat ini, ketika melihat gerak gerik Carolina yang seperti menyembunyikan sesuatu. Sepertinya dugaannya benar kalau sebenarnya yang menabrak Sonya adalah Carolina. Tapi bagaimana caranya agar sepupunya ini mengaku.


"Bagaimana Carol?" tanya Agnes memastikan


Carol menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan.


"Baiklah Agnes, aku akan membantumu, tapi aku meminta sebuah syarat."


"Katakanlah," jawab Agnes cepat.


Dia tidak ingin berlama-lama dengan Carolina.


"Aku ingin kamu membawa Vincent kepadaku, malam ini," jawab Carolina.


Agnes menatap wanita di depannya itu dengan alis terangkat sebelah.


"Hanya itu saja?" tanya Agnes.


"Aku hanya ingin Vincent kembali padaku, lepaskan dia dan berikan padaku, Agnes! aku janji akan ikut membantumu mencari tahu siapa yang menabrak Sonya," jawab Carolina.


Agnes bisa melihat betapa cintanya Carolina dengan Vincent. Agnes mengingat kembali bagaimana Vincent dan Carolina berciuman di depan restoran waktu itu, hatinya memang sakit, tapi dia sadar kalau Vincent hanya memanfaatkannya saja.


Cinta yang selama ini Vincent berikan adalah sebuah kepalsuan, kalau saja bukan karena dendam sudah pasti Vincent akan menikahi Carolina, bukan dirinya.


Pikiran Agnes benar-benar kacau, rasa bencinya kepada dua orang itu memang sudah merasuki hati dan jiwanya. Agnes tidak akan menunggu Vincent untuk melepaskannya sebelum terbongkar semuanya.


"Baiklah, aku setuju," jawab Agnes mantap.


Seharusnya Agnes merasa senang bisa secepatnya berpisah dari pria itu. Dia merasa sudah tidak kuat kalau harus menjadi istri palsu Vincent. Tapi entah kenapa ada setitik rasa tidak rela.


Carolina tersenyum senang, sepertinya dia bisa memanfaatkan Agnes agar Vincent mau kembali padanya.


"Aku yang akan mengatur waktu di mana nanti kita bertemu, aku ingin tahu apakah kamu benar-benar membawa Vincent atau tidak, karena sebenarnya yang di cintai Vincent adalah aku, bukan kamu Agnes," tegas Carolina.


Agnes merasa tidak suka dengan ucapan Carol itu, tapi mungkin yang di katakan Carolina benar, karena Vincent


hanya memanfaatkannya saja. Merayu dengan kata-kata mesra hanya untuk menjebaknya demi balas dendam.


"Baiklah, nanti malam aku akan membawa Vincent padamu, beritahu aku waktu dan tempatnya," ucap Agnes.


Kemudian dia langsung pergi meninggalkan tempat itu. Carol tersenyum menyeringai lebar melihat kepergian Agnes.


"Dasar wanita bodoh!"


****


Vincent tersenyum ketika mendengar Agnes ingin mengajaknya pergi ke suatu tempat. Pria itu tak pernah bosan menatap wajah Agnes yang begitu cantik mempesona itu. Sepertinya bukan hanya dari hati saja cinta itu tumbuh. Wajah cantik alami juga bisa membuat orang tidak bisa tidur hanya dengan memikirkannya saja.


"Kenapa kamu tiba-tiba ingin pergi bersamaku Agnes?" tanya Vincent menatap wanita yang masih menjadi istrinya itu.


"Apa kamu tidak mau?" Sewot Agnes. Sungguh dia tidak akan melakukan hal ini jika bukan untuk menjebak Carolina.


"Bukan begitu maksudku, bukankah kamu membenciku, lalu kenapa tiba-tiba ingin pergi berdua?" tanya Vincent tidak berani menyembunyikan senyuman diwajahnya.


"Tidak perlu banyak tanya, kalau kamu memang mau ikut pergi bersamaku sebaiknya menurut saja," jawab Agnes mengalihkan pandangannya.


Vincent lagi-lagi tersenyum, apa ini pertanda baik kalau Agnes sudah mulai memaafkannya. Apakah istrinya itu sudah kembali luluh padanya.


Bersambung.