Misunderstanding Love

Misunderstanding Love
Episode 24



Happy Reading.


Agnes memberikan baju ganti yang baru di berikan oleh Johan kepada Vincent yang sudah terlihat pucat karena kedinginan.


"Ganti bajumu yang basah dengan baju baru ini," ujar Agnes menyodorkan baju ganti untuk Vincent.


Pria itu mengambil baju yang di berikan Agnes dan hanya menatapnya. Sedangkan Agnes sudah masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri karena bajunya juga basah kuyup.


Vincent menatap ke arah kamar mandi dengan tatapan yang sulit di artikan. Perasaannya sangat kacau, pikirannya berkecamuk campur aduk.


Vincent merasa hatinya bimbang, dia bingung dengan situasi yang tiba-tiba menjadi seperti ini, benar apa yang di katakan Agnes, kenapa tadi dia menyelamatkannya, seharusnya dia membiarkan Agnes tertabrak mobil saja, dan dendamnya atas kematian Sonya terbalaskan.


Tapi hati nuraninya mengatakan bahwa dia harus menyelamatkan wanita itu. Vincent meremass rambutnya frustasi, apakah dia telah melupakan dendamnya kepada wanita yang sudah menjadi istrinya itu.


Ceklek.


Agnes keluar dari dalam kamar mandi sudah berganti pakaian dengan memakai baju terusan selutut. Vincent menatap terus pada Agnes, pandangan nya sama sekali tidak terlepas dari wanita yang tidak melihatnya sama sekali, melirik pun tidak.


Bahkan Agnes tidak tahu kalau Vincent belum mengganti bajunya yang basah.


Agnes akan mengambil bantal dan selimut yang ada di atas tempat tidur di mana Vincent duduk di sisi ranjang. Masih diam saja, Vincent terus menatap wajah cantik Agnes tanpa berkedip.


Saat Agnes akan melangkah pergi, tiba-tiba tangan Vincent menahannya.


"Lepaskan," lirih Agnes datar menatap tajam suaminya itu.


"Bantu aku mengganti baju, aku tidak bisa melakukan sendiri," ucap Vincent akhirnya. Karena tangannya memang masih sakit.


Agnes melihat bahwa Vincent masih memakai bajunya yang basah. Wanita itu menghela nafas. Mungkin Vincent memang tidak bisa mengganti pakaian sendiri dengan keadaan seperti itu.


Perlahan dia melepaskan kancing kemeja Vincent, posisi mereka sangat dekat, bahkan Agnes bisa merasakan hembusan nafas Vincent di pipinya.


Vincent menatap terus wajah cantik istrinya itu, entah kenapa dia merasa sangat senang Agnes mau membantu nya.


"Jangan kamu mengira aku membantumu karena aku kasihan padamu, aku hanya tidak ingin kamu mati kedinginan, aku tidak akan melihat mu mati saat ini," ucap Agnes meletakan baju Vincent yang basah di atas meja.


"Apakah kamu membenciku?" tanya Vincent.


"Apa telingamu sudah tuli atau ingatanmu hilang karena kejadian tadi? bukan berarti aku membantumu seperti ini aku sudah memaafkan mu, aku masih sangat membencimu dan aku tidak akan pernah memaafkan mu, aku hanya ingin melihat mu sembuh dan menyesal dengan apa yang sudah kamu lakukan padaku," jawab Agnes kali ini begitu tegas dan serius.


Vincent benar-benar merasa tertohok dengan kata-kata Agnes.


Perlahan dia memakaikan baju ganti Vincent, Agnes terlihat sangai sedangkan Vincent sudah menahan nafasnya. Agnes berhasil mengancingkan satu persatu kancing kemejanya, kemudian dia berdiri setelah selesai dengan tugasnya itu.


"Celananya?"


"Ganti sendiri, aku tidak mau!"


"Tapi aku tidak bisa, tanganku masih sakit," ucap Vincent.


"Terserah, silahkan ganti sendiri dan cepat tidur, besok aku akan mengatakan pada Papa dan Nenek kalau kita akan bercerai, tenang saja, aku tidak akan membawa nama Carolina di sini," ucap Agnes berdiri


Vincent menahan lengan Agnes, dia merasa tidak suka Agnes mengucapkan kata cerai.


Bersambung.