
Happy Reading
Carolina masuk ke dalam kamar Mamanya, dengan wajah yang gelisah dan juga ketakutan.
"Ada apa sayang? kenapa kamu terlihat panik seperti ini?" tanya Vily.
"Ma, aku takut sekali," ucap Carolina.
"Takut kenapa, sayang? ceritakan pada Mama?"
"Vincent, tadi aku keceplosan di depan Vincent Ma, aku mengatakan bahwa dulu pernah menabrak seseorang, dan sepertinya Vincent sudah mulai curiga, tapi untung saja aku bisa menjawab dan juga mengalihkan perbincangan.
"Tenang Carol, Mama akan membantumu untuk menghilangkan semua bukti, mobil Agnes yang kamu pakai sudah Mama hanguskan, jadi mereka tidak akan ada yang bisa mencarinya," jawab Vily.
"Aku tidak ingin Vincent membenciku, aku hanya ingin bisa bersama Vincent, Ma, dia sudah mulai menerima ku kembali, aku yakin Vincent sebentar lagi akan menceraikan Agnes karena dia tidak mencintai wanita itu, aku bisa melihat sikap yang di tunjukkan padaku, bahkan Vincent mengakui hubungan kita di depan Agnes," ucap Caroline tersenyum bangga.
"Kalau masalah itu hanya kamu sendiri yang bisa mengendalikan nya, Mama tidak mau melawan pamanmu itu, sayang," jawab Vily memeluk putrinya.
Kesalahan yang dilakukan suami Vily dulu tidak bisa di maafkan, hanya Jhonatan yang bisa membantunya kala itu, kalau sampai dia dan sang suami berani melukai perasaan Agnes sudah bisa di pastikan bahwa Jhonatan dan Nenek Eva akan melempar mereka ke jalanan.
Di Perusahaan milik keluarga Zuditte.
PLAAK!!!
Bug! Bug!
Vincent tersungkur ke lantai karena bogeman mentah dari Papanya yaitu Romeo.
"Bangun!! dasar anak yang tidak rahu diri!! memalukan!!" teriak Tuan Romeo menarik kerah kemeja putranya.
Vincent hanya diam saja di perlakukan seperti itu, dia memang sadar telah melakukan kesalahan besar.
"Apa maksudmu kembali ke wanita jalangg itu Vincent! apa kamu sudah lupa kalau kamu telah mempunyai seorang istri yang terhormat! berani sekali kamu mencoreng muka Papa dengan berselingkuh!!" seru Tuan Romeo menahan amarah.
Matanya menatap tajam sang putra yang telah berani berbuat hal yang begitu memalukan.
"Namamu belum tahu karena dia sedang ada di Jepang, kalai sampai Mamamu tahu, Papa tidak akan bisa membantumu!"
Tuan Romeo tahu bahwa Vincent beberapa hari ini kembali bersama Carolina, bahkan berita itu hampir menyebar ke seluruh media di kota itu, tapi berkat Tuan Romeo berita itu langsung di hilangkan sebelum beredar.
Semuanya adalah kecerobohannya, niatnya hanya ingin membuat Agnes sakit hati dengan kembali bersama Carolina tapi ternyata ada yang merekam adegan mesranya bersama Carolina dan di ketahui oleh Papanya.
"Papa tidak akan memaafkan kamu sebelum hubungan kamu dan Agnes baik-baik saja, Papa tahu kalau Agnes berencana menceraikan mu 'kan? ingat , Vincent, Papa tidak akan pernah rela kamu dan Agnes berpisah, Tuan Jhonatan adalah orang hebat, seharusnya kamu beruntung bisa mendapatkan putrinya yang selain cantik Agnes juga sangat pintar dan cerdas."
Setelah memarahi putranya, Tuan Romeo keluar dari ruang kerja Vincent, wajah Vincent sudah babak belur dihajar oleh sang Ayah. Semoga saja Mamanya tidak tahu meskipun Vincent sanksi akan hal itu.
"Tenang saja Pa, aku juga tidak akan melepaskan Agnes, akan ku jerat dia dengan berbagai cara agar dia bisa selalu di sisiku," gumam Vincent.
****
Agnes menelepon Carol dan memintanya untuk bertemu di sebuah cafe.
"Ada apa Agnes? apa kamu meminta ku untuk menyerah dengan Vincent?" tanya Carolina dengan tatapan tidak bersahabat.
Agnes tersenyum sinis, dia hanya ingin membuat kesepakatan dengan sepupunya itu.
"Carol, kamu benar-benar mencintai Vincent dan ingin bisa bersamanya kan? aku dan Vincent telah melakukan perjanjian, dia memintaku untuk membantunya mencari tahu siapa yang menabrak kekasihnya sampai meninggal, dan dia tahu bahwa Mobil yang di pakai penabrak itu adalah mobil lamaku, aku tahu waktu sebelum ke California aku menyerahkan mobil itu padamu, jadi seharusnya kamu tahu siapa yang membawanya malam itu?" ucap Agnes tersenyum sinis.
"Jadi kamu menuduhku yang menabrak Sonya? asalkan kamu tahu Agnes, mobilmu yang sudah kamu berikan itu telah ku jual, jadi aku tidak tahu apa-apa," jawab Carolina sedikit emosi.
"Kalau begitu bantu aku mencari pelakunya, lebih cepat lebih baik, karena Vincent akan melepaskan ku dan menceraikan ku kalau semua kejahatan ini terungkap. Vincent tidak akan melepaskan ku kalau pembunuh Sonya belum di temukan! bagaimana Carol? kamu mau membantuku kan? bukankah kamu ingin aku dan Vincent segera bercerai?"
Carol sedikit terkejut dengan permintaan Agnes.
'Ya Tuhan, aku tidak ingin Vincent tahu bahwa aku yang menabrak Sonya tapi aku juga ingin Vincent dan Agnes cepat bercerai dan menjadikan Vincent miliku seutuhnya. Batin Carolina.
Carolina masih shock mendengar ucapan Ahnea, dia benar-benar dalam situasi sulit saat ini.
Bersambung.
Mohon dukungannya terus ya🙏🙏
Jangan lupa like, vote dan kasih gift bunga.
Terima kasih 🥰