Misunderstanding Love

Misunderstanding Love
Episode 33



Happy Reading.


Agnes meronta meminta Vincent untuk melepaskannya. Pria itu bukannya melepaskan melainkan langsung mencium bibir Agnes yang telah menggodanya sedari tadi.


"Apa yang kamu lakukan!" Agnes mendorong Vincent agar melepaskan ciumannya.


"Aku ingin kamu menjadi milikku Agnes," Vincent mengunci kedua tangan Agnes.


"Vincent! Lepaskan aku! Aku tidak mau menjadi milikmu, aku bukan barang yang bisa kamu pakai seenaknya saja, aku juga punya hati dan perasaan!" Seru Agnes dengan mata yang berkaca-kaca.


Namun mata itu menatap Vincent dengan tatapan tajam penuh amarah.


Vincent bisa melihat kilatan kebencian di mata Agnes, benar yang dia pikirkan, Agnes pasti tidak akan pernah memaafkannya.


"Bagaimana caranya agar kamu mau memaafkan ku Agnes? Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Vincent frustasi.


"Ceraikan aku maka aku akan memaafkan mu!" Jawab Agnes tajam.


"Aku tidak akan pernah menceraikan mu, aku hanya ingin memperbaiki kesalahanku padamu," jawab Vincent.


"Untuk apa kamu melakukan ini? Kamu bukan siapa-siapa untuk ku, aku juga bukan siapa-siapa untukmu, kita tidak akan pernah bersama kalau bukan karena balas dendam mu itu," balas Agnes dingin.


"Kamu adalah istriku dan aku adalah suamimu," jawab Vincent tegas.


Agnes memalingkan wajahnya ketika wajah Vincent semakin mendekat.


"Sampai kapanpun kita akan tetap menjadi suami istri."


"Berikan aku alasan kenapa aku harus tetap menjadi istrimu?" Tanya Agnes.


"Karena aku, aku mencintaimu?" Jawab Vincent dengan tatapan mata yang sendu.


Agnes terdiam kala mendengar ucapan Vincent, sungguh kata-kata yang sudah sering dia dengar dari mulut pria itu.


"Cintamu palsu, semua yang ada di dalam dirimu adalah kebohongan, entah berapa banyak lagi kebohongan yang akan kamu berikan untukku, Vincent?"


"Tidak Agnes, sayangku dengar, tolong percayalah padaku kali ini saja, aku benar-benar bicara jujur padamu, aku mencintaimu Agnes Dwyane."


Agnes menatap netra Vincent dengan tajam, dia bisa melihat tatapan penuh harap dan penyesalan di dalamnya.


"Tapi aku sudah tidak mencintaimu, cintaku sudah pergi semenjak kamu mencium wanita lain dan berselingkuh secara terang-terangan di depanku, jadi tolong jangan memaksaku Vincent, lepaskan aku, ku mohon," pinta Agnes dengan mata yang berkaca-kaca.


Vincent yang melihat mata hazel itu mengeluarkan air mata, hatinya menjadi sakit.


Dia pun bangkit dari tubuh Agens dan berdiri membiarkan istrinya itu bernafas sejenak.


"Aku khilaf telah melakukan sebuah kesalahan pada orang yang tidak bersalah, bukan karena rasa bersalah ini aku mencintaimu, tapi karena aku memang benar-benar mencintaimu," ujar Vincent tanpa menatap ke arah Agnes.


Dia hanya takut untuk menatap mata Agnes yang sudah basah. Hatinya begitu sakit melihat Agnes yang seperti itu.


Sungguh dia adalah penyumbang kesakitan dihati Agnes. Vincent taahu jika apa yang dilakukan untuk wanita ini sungguh begitu keterlambatan.


Apakah semua tahu jika hatinya saat ini seperti diremas tangah tidak kasat mata.


Agnes bisa melihat kekecewaan yang di rasakan Vincent, apa benar dia serius dengan ucapannya. Tapi bagi Agnes semua itu tidak ada artinya lagi.


"Apakah kamu pantas mendapatkan maaf dan cinta dariku Vincent?" Tanya Agnes tiba-tiba.


Vincent berbalik menatap Agnes, entah kenapa kata-kata istrinya itu bagaikan oasis di padang pasir.


"Tentu saja sayang, aku sangat pantas mendapatkan maaf dan cinta darimu," Jawab Vincent percaya diri.


Bersambung.


Hai, aku ada rekomendasi karya keren banget nih🥰