
Kita sudah sampai di Hawai, Yuhuuu gue seneng banget. Baek Hi lagi santai-santai dengan teman-temannya di pantai. Dan gue sampai saat ini masih kepikiran kenapa teman-temannya cakep-cakep sama kayak dia ? Mereka lebih mirip Boyband Korea tau nggak??
Apa jangan-jangan mereka Boyband?? Pikir gue.
Gue bisa ngelihat mereka dari atas balkon kamar hotel. Mereka terlihat seperti membicarakan sesuatu yang serius kayak rapat dewan direksi. Dan gue nggak akan melewatkan pandangan indah waktu gue ngelihat pria-pria bule disekitar sana.
“Wahhh” Mata gue langsung melotot ngelihat body kekar bule-bule dipantai nggak jauh beda sama Bodynya Baek Hi. Rasanya gue pengen ikut berenang. Tapi gue nggak bisa berenang, Ya nasib !!
Ting..
“Aku ada kerjaan dengan teman-teman gue, malam baru balik. lo sendiri dulu dihotel ya. tunggu gue balik. jangan kemana-mana karna lo nggak tahu tempat disini”
Sebuah chat dari Baek Hi ngingatin gue buat nggak macam-macam dan nungguin dia dihotel kayak kucing rumahan nunggu majikan pulang.
Jadinya gue cuma bisa tidur-tiduran sambil nonton tv dikamar. dan satupun siaran TV nggak ada yang gue ngerti bahasanya ulala...
Dan gue pun tertidur z..zz...zzzzzz.......
---
Malam hari gue masih tertidur, Baek hi masuk ke kamar gue. Entah bagaimana bisa dia bisa masuk ke kamar gue, sementara kuncinya.... ups gue ingat kunci dia yang tahan bangke...
Pelan-pelan Baek Hi perhatiin gue yang lagi tertidur pulas, dia pun mendekatkan diri ke gue dan memperhatikan wajah gue dalam-dalam. Entah apa yang ada dipikiran laki-laki glowing ini dan dia mencium dahi gue dengan lembut.
Gue langsung tersadar dan hal pertama yang gue lihat yakni wajah tampannya.
“Kkamjak/Terkejut” sambil membenarkan posisi.
“Baek Hi shi, kau membuatku terkejut” Teriak lembut gue ke dia.
“hehehe, Lo sangat imut kalau lagi tidur”
Seketika wajah gue merona pas dia bilang gue imut.
“Ayukk kita cari makan” Baek Hi langsung bangun dan berdiri dihadapan gue.
Gue langsung perhatikan baju yang ia pakai, terlihat berbeda. Apa dia dandan dulu sebelum ngajak gue makan? Halu gue langsung merajalela dipikiran gue.
Akhirnya kita makan ditepi pantai berdua, Ya ampun ini romantis banget, sumpah!!
Kita pesen seafood mulai dari kepiting dan lobster. Aaa udah lama nggak makan lobster. Gue langsung melahap makanan yang ada di depan gue. Gue langsung lihat ke arah Baek Hi yang lagi perhatiin gue makan.
“Lo nggak makan?” Tanya gue.
“Gue kenyang kalau lihat lo makan” Ujar Baek Hi menggoda Yuka.
“Bohong lo. Gue nggak mempan digodain” Gumam gue ya walaupun dalam hati gue seneng bukan main coi.
“Ia ia ini gue mau makan kok” Ujar Baek Hi yang langsung menyantap hidangannya.
Lagi asyik-asyik makan, Kita disamperin segerombolan pria-pria tampan yang gue lihat
tadi pagi di balkon kamar.
“Baek....” Baek Hi langsung memberi aba-aba rahasia kepada rekan-rekannya untuk tidak memanggilnya.
“Baek Hi shi, mereka teman-temanmu kan? Ujar ku bertanya dengan Baek Hi.
“Baek Hi ? Tanya salah satu rekannya ke arah kami ?
Baek Hi alias Baek Yeol langsung memberi tanda ke rekan-rekannya bahwa itu adalah namanya dihadapan gue. Dan mereka langsung paham akan kondisi si Baek Yeol.
Gue cuma bisa tersenyum mendengar ucapan teman-temannya.
“Yeoja Chinggu?? Anyieo, uri chinggu ya/ pacar ? kita hanya sebatas teman.” Ujarku mengklarifikasi keadaan.
Setelah selesai makan, kita jalan-jalan mengelilingi pantai dan bermain air layaknya anak kecil. Perasaan gue seneng banget waktu itu, Wajah dan nama Jong Hyun langsung lenyap diingatan gue karna dia.
“Baek Hi Shi.” Panggilku saat itu.
“Ne/ya?!” Jawab Baek Hi.
“Gumauwo/Terimakasih” gue langsung melontarkan kata-kata itu karna dia udah bikin gue nyaman dan
menghilangkan rasa kekecewaan gue.
“Nee/ya” Baek Hi langsung tersenyum manis dihadapan gue.
Setelah puas bermain-main, kita kembali ke hotel dan balik ke kamar masing-masing.
---
hhuhuuuu..gue terisak-isak tak dapat menahan tangis gue.
Enggakkkkkkkkkkkkkkkkkkk.............
Dikamar hotel yang gelap tanpa lampu itu gue mimpi buruk, gue baru menyadari kalau gue tidur sendirian dikamar itu. kebiasaan tidur satu appartmen sama Baek Hi jadi gue merasa hampa. Gue merasa gemetar sendiri dikamar sendirian. Gue mau keluar mau cari kamar Baek Hi, tapi nggak tahu nomor kamarnya. Dan gue mutusin buat
nelf dia.
Dengan nafas yang terengah-engah gue nelf dia.
“Baek hi Shi, gue takuuttt” ujar gue lirih dengan nafas yang nggak beraturan.
Setelah menelf Baek Hi, gue manarik badan gue dan menunggu Baek Hi dibalik pintu kamar. Gue sungguh takut tidur sendirian dan gue nggak berani hidupkan lampu kamar itu.
Klik,, Suara knop pintu terbuka dan Baek Hi langsung memunculkan dirinya dan segera menghampiri gue.
“Lo kenapa?” sambil mengusap kedua pipi gue.
“G Gue takut, gue mimpi buruk tadi huhuuuh” Suara isak tangis gue langsung membuat
suasana batin Baek Hi iba dan langsung memeluk gue dengan cemas.
Gue pun kembali tidur diranjang gue. Kali ini Baek Hi tidak tidur disamping gue. dia nungguin gue tidur sambil duduk dilantai dan menyandarkan badannya ditepi ranjang.
Gue nggak berani nyuruh dia naik diranjang, Gengsi donkk gue.
“Lo nggak bakal pergi kan?” Tanya gue ke Baek Hi.
“Enggak, gue jagain lo tidur disini” Jawab Baek Hi dengan hangat membuat batin gue ikut
nyaman dibuatnya.
“Beneran ya?”Tanya gue lagi.
“Ia bawel” Jawab Baek hi sekali lagi.
* Sampai jumpa di episode selanjutnya. Jangan lupa Love\, Favorite\, share dan rating yang banyak ya.
Kamsahamnida yeoreobun *