LOVE IN SEOUL CITY

LOVE IN SEOUL CITY
Episode 6 / Kekhawatiran.



Jong Hyun belum menampakkan batang hidungnya sampai Yuka mulai ngantuk dan menghabiskan 2 botol minuman soda. Yuka tanpa henti melihat jam ditangannya.


Drrtttttt.....


“Yoebseo/Hallo” Salam gue pertama kali menjawab panggilan hp.


“Yuka shi, Mian Hae. Gue ada urusan mendadak. maaf gue baru bisa kasih tahu. besok


kita makan barengnya ya? gue janji.


Dengan rasa penyesalan gue maafin dia walaupun berat. Gue pun mutusin langsung balik ke appartmen sambil jalan kaki dan memandangi hiruk pikuk kota Seoul di malam hari. Ya nggak apalah, toh gue juga udah sering jalan sama dia walaupun nggak jelas statusnya.


Gue melewati jalanan sepi. Jalan itu sebenarnya jarang gue lewatin, tapi ntah kenapa gue pengen lewat sana. Langkah kaki gue langsung terhenti melihat mobil dan plat yang nggak asing.


“Ini kan mobilnya Jong Hyun, Apa dia ada disekitar sini?”


Gue langsung perhatiin dari jarak agak dekat, dan ternyata memang itu mobilnya Jong Hyun dan dia didalam mobil itu dengan seorang cewek sambil berciuman. Ciuman yang hot gue lihat. Bahkan tangan Jong Hyun berani meraba area gunung sintal si cewek.


Ya tuhan apa gue nggak salah lihat ? Gue langsung lebih dekat lagi ke arah mobil itu, berharap yang gue lihat dari jarak sebelumnya salah. Namun memang ia itu Jong Hyun, Laki-laki yang gue puja dan jadi sasaran cinta gue ternyata seorang lelaki bejat.


Seketika air mata gue jatuh menetes ke pipi gue. Jong Hyun pun mengetahui keberadaan gue dan dia sudah tertangkap basah oleh gue. Gue langsung menutup mulut gue agar menahan suara tangis gue dan gue lari meninggalkan mereka. Jong Hyun nggak tinggal diam. Dia langsung kejar gue saat itu tapi dia kalah cepat dari gue.


Setelah gue berlari dan gue yakin dia nggak lagi ngejar gue. gue berhenti tepat didepan Clubing. Pikiran gue seperti dirasuk untuk masuk ke ruangan gelap dan hanya diterangi lampu-lampu kerlap-kerlip nggak jelas. Seperti ada yang mendorong tubuh gue untuk masuk kedalam surgawi duniawi. Dan gue pun masuk kesana.


Tampak hiruk pikuk orang-orang berpesta menari-nari dengan minuman keras sebagai lawannya. Gue pun memberanikan diri untuk pesan dan duduk di bar itu. Gue nggak tahu mau pesen apa. dan gue asal nunjuk minuman yang berjejer dihadapan gue.


Dihadapan gue sudah ada 1 botol dan gelas mini minuman keras yang siap untuk diteguk. Gue menelan saliva gue karna gue ragu untuk meminumnya. Dan bayang-bayang pria brengsek itu menghantui gue dan membuat gue ingin meminumnya. Dan gue benar-benar meminumnya.


Seumur-umur gue nggak pernah minum, tapi gue memberankan diri.


satu gelas..


Dua gelas....


Tiga gelas..


Empat gelas..


Gue hampir teler. dan pandangan gue udah nggak jelas.


---


Waktu menunjukan pukul 01.00 dini hari. Baek Hi mulai cemas karna gue nggak pulang-pulang. Ia mondar-mondir dikamar kayak setrikaan nungguin gue pulang. Karna perasaannya nggak enak, dia mutusin buat nelf gue.


Ddrrrrttttt...


“Baek Hi Shi” Suara gue mulai nggak karuan ngangkat telf dari Baek Hi.


“Lo dimana ? Kok berisik banget?, Loe di club ya?” Tanya Baek Hi yang kecemasan.


Gue nggak dengar apa yang diucapin Baek Hi karna suara clubing kalah dengan suara seksinya.


“Baek Hi shi, ternyata minum ini enak, Lu mau nyoba nggak” Ucap gue setengah sadar dan mabuk.


 “Cantik, kamu udah teler, kita temanin ya.” Dua pria tampan menghampiri Gue yang udah nggak bisa ngendalikan diri.


Terdengar suara pria yang mengganggunya, Baek Hi makin cemas setengah mampus dan memutuskan untuk menyusulnya.


“Kasih tahu gue lo dimana biar gue jemput” Tanya Baek Hi sambil mengambil mantel dan memasang masker sekaligus topinya agar tidak dikenali paparazi.


Baek Hi langsung melihat GPS, dia ingat dia pernah memasang GPS Yuka di handphonenya. Dan dia langsung Cuss dengan mobil sedannya menuju clubing.


---


Dua cowok itu berusaha mengganggu Yuka dan ingin membawa Yuka ke suatu tempat, namun Yuka menolaknya.


“Andwae, gue ingin sendiri” Gue berusaha ngelepasin pegangan dua pria tampan yang mengganggu gue.


“Garago/Pergilah” Gue memohon supaya mereka nggak gangguin gue tapi ternyata susah.


Saat gue akan berdiri, nggak sengaja tumit highel gue nyangkut dibalik bawah kursi dan gue terpental jatuh ke lantai. Beberapa orang memperhatikan gue, Terutama dua pria yang langsung tergoda karna paha mulus gue tersibak dihadapan mereka.


Shit !!! Gue berusaha berdiri dan membenarkan posisi gue walaupun tubuh gue agak sedikit letoi nggak karuan. Gue udah nggak bisa menyeimbangkan diri lagi dan kesadaran gue udah nggak beraturan. Dua pria itu langsung memopong gue keluar club buat bawa gue ke Hotel.


Bhakk..


Bhukkk...


Baek Hi langsung nonjok dua cowok yang mau bawa gue pergi dan seisi ruangan buyar dibuatnya.


“Lu mau bawa dia kemana ha?? “ Tanya Baek Hi yang emosi sambil menarik kerah salah satu pria disana yang udah babak belur dibuatnya.


Gue yang agak lumayan sadar langsung memanggilnya.


“Baek Hi Shi” Panggil gue lirih.


Baek Hi langsung melihat ke arah gue. Dan dia langsung menggendong gue ala bridal style menuju mobil.


“Yuka shi, bangunlah” Baek Hi mencoba membangunkan gue didalam mobil.


Gue melihat sepasang mata yang walaupun ditutup masker gue yakin dia Baek Hi.


“Baek Hi Shi??”


“Ia ini gue, sadarlah. Kenapa lo ada disana?”


“Hiks” Seketika air mata gue terjatuh.


“Baek Hi Shi, hhuhuhu.....” suara tangis gue pecah dimobil yang belum beranjak dari


parkiran clubing.


“Kenapa lo nangis?, Lo diapain ama mereka?” Tanya Baek Hi penuh cemas.


“Hhuhuhuuu, Jong Hyun bajingan, dia bajingan hhuhuuhu” Air mata gue deras sederas-derasnya dan itu membuat Baek Hi khawatir dan langsung memeluk gue dengan erat.


“Sstttt, tenanglah. ada gue disini” sambil menepuk-nepuk pelan punggung Yuka.


“Ahaaa hhuhuuuhuuu...Dia ciuman sama cewek lain dbelakang gue” Rengek Yuka kembali.


“Ya ya lo nggak usah pikirin dia lagi, oke, ada gue disini buat lo”


Gue pun mengangguk seketika Baek Hi berusaha menenangkan gue malam itu.


* Sampai jumpa di episode selanjutnya. Jangan lupa Love\, Favorite\, share dan rating yang banyak ya.


Kamsahamnida yeoreobun *