
BRAKKK….
Kekhawatiran gue sedari awal akhirnya terjadi. Gue nabrak mobil orang. Lumayan kenceng tabrakannya dan dari bunyi suara tabrakannya, gue yakin kalau body belakang sipemilik mobil yang gue tabrak pasti rusak atau minimal penyok. Ya Robby. Gue kan niatnya mau jauhin si stalker.
Gue segera keluar buat melihat situasi. Sipemilik mobil pun juga sudah keluar dan langsung mengecek kondisi body belakang mobilnya. Saat gue melihat kondisinya, Ya Tuhan. Mobil Porche milik Hanji tergores dan mobil satunya lagi juga penyok sedikit. Heol, entah gimana cara gue menyelesaikan situasi kayak gini.
“Apa anda menyetir tidak pakai mata??” Tanya si Ahjussi yang panik bercampur emosi, yang gue yakin itu adalah sipemilik mobil yang gue tabrak.
“Maaf Ahjussi, saya akan mengganti kerusakannya” Gumam gue sambil menundukkan punggung gue dihadapan beliau. Demi identitas gue yang nggak boleh sembarangan untuk diperlihatkan. Gue sengaja memasang masker,
walaupun terkesan nggak sopan disituasi kayak gini. Gue memandang ke seluruh lokasi, menyapu semua yang terlihat yang sudah mulai ramai dan menjadi perbincangan dan bisikkan orang-orang yang melewati kami.
Si Ahjussi masih panik melihat kondisi mobilnya. Padahal gue sudah bilang bakal ganti, tapi dia masih terlihat nggak tenang sedikit pun. “Ahjussi, saya akan mengganti kerugiannya. Boleh saya minta kartu namanya?? Saya akan menghubungi anda besok dan mentransfer kerugiannya” ungkap gue berhati-hati. Seharusnya dengan kayak gini, si Ahjussi nggak perlu panik kan ?
Mendengar kalimat yang gue lontarkan, si Ahjussi langsung memutar tubuhnya dan memandang gue lekat “Kau hampir saja membuatku celaka. Mobil ini milik atasanku”
“Apa kau masih lama disana??” Seseorang tiba-tiba keluar dari mobil si Ahjussi dengan tampang kesal dan menghentikan seketika pembicaraan kami. Sontak gue dan si Ahjussi melihat kearah lelaki tersebut dan lelaki itu pun berjalan menghampiri kita, atau lebih tepatnya gue.
“Kau yang menabrak mobilku??” Mendengar kalimat itu, gue baru tahu ternyata pria ini pemilik mobil sebenarnya yang gue tabrak. “A-aku akan mengganti biaya kerusakannya. Kirimkan saja bukti pembayaran biaya kerusakan, aku akan transfer saat itu juga” Jawab gue grogi. Pria ini langsung menatap gue lekat dan mendekatkan wajahnya ke arah gue.
“kenapa kau menggunakan masker?? Kau takut kalau aku menandai wajahmu jadi kau menutupnya??” Gue langsung kaget seketika. Pria ini auranya kuat banget. Cakep sih, tapi gue juga risih didekatin kayak gitu.
“B-bukan begitu. A-aku sedang flu. Kau akan tertular jika kau terlalu dekat seperti ini” Ujar gue sambil mendorongnya pelan.
Lelaki itu pun melirik ke dalam mobil Porche Hanji dan beralih menatap gue “Disini terlalu bisik. Kita selesaikan ditempat lain.” Gue langsung membulatkan kedua mata gue. “Ditempat lain???” Pikir gue saat itu.
“Kau bawa mobil wanita ini dan ikuti aku” Melirik ke Ahjussi “Dan kau ikut denganku” Setelah itu, gue harus satu mobil dengan dia biar apa?? Biar gue nggak kabur. Sialan, kalau sampai agensi tahu, tamat riwayat gue. Gue harus kelarin malam ini juga masalah ini. Akhirnya kita ninggalin lokasi dan pergi ke suatu tempat. Entah dimana gue bakal dibawanya. Gue nggak diculik kan??
Kita masuk kedalam sebuah rumah mewah dekat dengan sungai Han. Gue melirik kesana kemari dari kaca mobil saat memasuki rumah tersebut yang memiliki penjagaan super ketat. Apa dia rich Man alias pria kaya ?? Mobil pun berhenti disebuah teras. Kita keluar kecuali Hanji yang masih terlelap didalam mobil. Seseorang pun langsung menerima kunci mobil dari tangan pria ini.
Bukan kedalam rumah dia membawa gue pergi buat menyelesaikan masalahnya, tapi ditaman samping rumahnya yang dekat dengan kolam renang.
Kita duduk berhadapan disalah satu meja kursi yang telah tersedia dan tertata rapi. Beberapa pelayan pun langsung datang tak lama kemudian membawa minuman. Padahal gue belum request. “Jadi bagaimana kau akan
“Tentu saja aku akan menggantinya setelah mobilmu sudah masuk bengkel.” Jawab gue enteng. Masalah ini harus kelar malam ini juga. Seorang laki-laki dengan jas formal pun datang dari pintu dalam rumah dan mendekati si pria tersebut dengan satu dokumen menyelip ditangan kanannya.
Pria ber jas formal itu langsung memberikan dokumen tersebut ke lelaki yang ada dihadapan gue ini di atas meja dan membungkukkan tubuhnya setelah itu sambil menunggu dibelakang lelaki itu. Dengan tatapan bengis dan sombongnya. Laki-laki ini nggak melepaskan tatapannya dari gue. Padahal masker gue masih nempel diwajah.
“Didalam itu adalah katalog mobil yang baru saja kau tabrak dan biaya perbaikannya beserta asuransi” Nggak salah kan?? Kan mobilnya belum masuk bengkel. Kok sudah ada biaya perbaikan? Pikir gue maksa.
“Memangnya kalian sudah tahu berapa biaya perbaikan mobilnya? Kan belum masuk bengkel?” Tanya gue ke pria itu.
“Kau lihat saja dokumennya” Gue langsung mengambil dokumen tersebut dan melihatnya. “Maserati Quattroporte GTS V8, harga 5,6 Milyar. Kwitansi biaya perbaikan mobil 132 Juta” Gue segera menutup dokumen itu dan meletakannya diatas meja. Maserati????. Seluruh tubuh gue langsung merinding hebat. Honor gue yang belum kelihatan. Tabungan gue yang sebentar lagi akan terkuras.
“Apakah semahal itu?? Apa tidak bisa didiskon??” Tanya gue nggak tahu tempat. Bodoh amatlah. Ini bentar lagi gue miskin.
“Kau pikir ini pasar, mobil yang baru saja kau tabrak adalah seri baru dan didunia hanya diproduksi tidak sampai 15 unit. Dan kau menawar harga denganku??”
“Kalau semua tabungan gue dipakai buat biaya perbaikan, seterusnya gue nggak ada simpanan” Pikir gue lagi. “Apakah aku boleh menyicil??” Tanya gue lagi.
“Boleh, aku beri kau waktu 1 bulan untuk melunasinya”
WHATTTTT.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Baca juga
· Cerita Julia dan Korea Selatan
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2
· Future Princess.