
Lala laaa...... Gue nyanyi ria dikamar mandi, mood gue lagi baik. Jadiin shower buat mic dan
nyanyiin lagu Jannie Blackping – Solo.
Used to be your girl, now I'm used to being the goat
You're sittin' on your feelings, I'm sittin' on my throne
I ain't got no time for the troubles in your eyes
This time I'm only lookin' at me, myself and I
(I'm goin' solo) I'ma do it on my own now
Now that you're alone, got you lookin' for a clone now
(So low) That's how I'm gettin' down
Destined for this and the crown
Sing it loud like
Karna gue memutuskan untuk liburan sebentar disini jadi setelah habis mandi dan siap-siap gue bakal jalan-jalan dengan kak Melly dan Sarah. Gue keluar dari kamar mandi dengan baju handuk dan lilitan handuk kecil dikepala buat ngeringin sisa air dirambut gue.
“Bichi naneun Solo” sampai keluar kamar mandi pun gue tetap nyanyi, entah kenapa hari ini mood gue baik. Mungkin karna habis balikan ama yayang Baek Yeol.
Tokk tokk tokkk....
Awalnya gue nggak dengar ketokan pintu dan gue tetap nyanyi-nyanyi didalam.
Tokk tok tokkkkk.... Ketukan pintunya nggak berhenti-henti, kayak orang mau nagih hutang.
“Siapa sih??? gedor-gedor kayak orang mau nagih hutang aja lo,” Umpat gue sambil bukain pintu kamar.
“Udah belum??” Tampak kk Mel dan Sarah yang rupanya udah siap-siap, sementara gue baru kelar mandi. Tatapan mereka langsung sinis ketika ngelihat gue masih pakai handuk.
“Ya amponnnnnn baru kelar mandi???” Ujar Sarah yang geram lihat pakaian gue.
“Ia ia ini mau pake baju, masuk gih” Gue persilahkan mereka masuk dulu sambil nungguin gue siap-siap.
----
Karna Hongkong mau memasuki musim dingin, jadi gue pakai mantel padu padan dengan jeans dan sepatu uncle booth, rambut tergerai dan topi kupluk.
Kita udah keluar hotel dan menyusuri jalanan Hongkong, Disini tempat yang ramai itu kayak di Causeway Bay. Kalau dikorea mungkin kayak Myeongdong. Kita menelusuri jalanan Causeway Bay dan belanja. Tentunya kita ngisi perut dulu di Japanes Food biar semangat. Mall-mall nya Hongkong tinggi-tinggi kayak gedung perkantoran gitu. Setiap lantai isinya ada dan menjual berbagai macam bentuk kayak pakaian, souvenir, makanan, alat rumah tangga dll.
Kita bertiga nggak lupa beli oleh-oleh buat anak-anak di Indonesia.
Puas keliling-keliling, akhirnya kita pulang dengan banyak tentengan ditangan. Gue sengaja beli koper gedek biar nggak susah ngangkut belanjaan dijalan.
“Gila, ini kayaknya bagasi penuh ni geng” Ujar gue ke mereka.
---
tentang kehebohan dating gue dengan Jaehyun. Ponsel kk Melly berkali-kali berdering mendapat panggilan dari agensi gue di Indonesia. Katanya gue jadi tranding topik di Indonesia dan udah banyak yang antri buat jadi bintang tamu.
Persetan jadi bintang tamu. Gue nggak bakalan mau hadir ke acara-acara nggak bermutu kayak gitu. Pikiran gue kacau. Berkali-kali gue acak-acak rambut gue frustasi. Banyak komen-komen nyinyir dan pedas yang gue baca. Nggak sanggup gue lihatnya. Sekarang Hatters gue makin nambah, dan semakin banyak pula pendukung gue.
Ponsel gue juga berdering, panggilan dari Jaehyun membuat gue segera mengangkat telfonnya.
“Jaehyun shi” Panggil gue nggak karuan.
“Yuka, mian hae. aku tidak tahu kalau foto-foto kita tersebar gitu aja” Sahut Jae.
“Hhuufftt jadi gimana ni?? wartawan tiba-tiba ngepung hotel. gue nggak bisa keluar” Ujar gue frustasi.
“Kamu tenang aja ya, bentar lagi manager aku bakal hubungi kamu. Dia bakal kasih jalan keluar buat kita” Kalau memang ada jalan keluarnya, gue bisa lega.
Nggak lama kemudian ada nomor baru yang memanggil gue. dan itu memang nomor asing, gue langsung angkat.
“Hallo” Ujar gue.
“Yuka Hi, ini saya Seong Ji hun manager Jaehyun” Saat mendengar panggilan dari managernya gue langsung atur nafas.
“Ya saya Yuka, apakah manager punya solusi biar berita itu bisa dihapus??” Tanya gue.
“Sangat sulit berita itu dihapus, jika dihapus akan banyak memakan biaya, apalagi beritamu sudah berkembang. Hanya ada satu jalan”
“Apa itu??” Tanya gue menggebu-gebu sambil memotong pembicarannya.
“Pihak agensi akan mempublikasikan berita datingmu nanti”
“Maksudnya??” Gue nggak ngerti ucapan mereka tentang publikasi dating.
“Kita udah komunikasikan dengan agensimu di Indonesia dan mereka setuju jika berita datingmu dipublikasikan agar publik mengetahuinya”
“Jadi kalian akan membuat seolah-seolah berita kita dating itu benar??”
“Ia, kita akan buat seolah-olah berita itu benar. dan setahun kemudian kita akan publikasikan lagi berita putusnya kalian”
What?? Segampang itukah?? Gimana dengan Baek Yeol?? Gue baru aja baikan sama dia. Dia pasti marah besar jika berita gue dengan Jaehyun dipublikasiin. Saat ini sambungan telfon kami masih nyambung.
“Nona, seminggu lagi kami akan menunggu kedatanganmu di Korea untuk menandatangani kontrak dengan agensi kami”
Deg.....
Apalagi ini?? Kontrak?? What the hell.
“Kontrak dating?” Tanya gue ke manager tersebut.
“Benar, kontrak dating dan kontrak kerjasama artis. kami akan mengontrakmu untuk jadi bagian dari agensi kami. Masalah kontrakmu dengan agensi di Indonesia juga sudah kami selesaikan. Dan anda bisa pindah ke Korea segera.”
Sarah dan Kak Melly ngelihat gue bingung, pasalnya expresi gue nggak tahu mau digambarkan seperti apa. Mereka ingin bertanya namun sambungan telf kami belum putus.
“Saya harap nona Yuka bisa bekerja sama dengan kami dan datang ke Korea secepatnya. Kami akan beri waktu satu minggu untuk anda datang ke Korea. Terima kasih” Setelah itu panggilan pun terputus.
Gue seperti tak bertenaga setelah mendengar ucapan manager itu. ponsel yang gue pegang ditelinga gue terjuntai turun diatas ranjang gue. Gue langsung mengurut pelipis gue dan mengusap kasar wajah gue. Gue ceritain ke mereka yang terjadi barusan ditelfon dan setelah itu kak Melly langsung nelf ke agensi di Indonesia, ternyata benar. Semuanya sudah diatur dan gue harus terima.