LOVE IN SEOUL CITY

LOVE IN SEOUL CITY
Episode 40 / Konfirmasi putus.



Gue sibuk didapur sambil menunggu Jae mandi dikamarnya. Saat Budae Jjigae gue udah matang dan gue pindahin ke atas meja makan, Jae pun ikut keluar dengan handuk kecil yang ia gosokkan ke rambutnya basahnya. Sumpah ni orang kalau pose kayak gitu ngeringin Rambut bikin gue mimisan. Masih untung gue tahan lihatnya, coba cewek lain?, Auto teriak pasti.


“Wahhh” Jae antusias saat lihat masakan yang gue buat diatas meja. Gue sengaja bikin disatu mangkok besar biar gampang. Dan dua piring kecil yang gue siapain untuk kita masing-masing. Jae duduk berhadapan dengan gue yang juga ikut duduk. Jae mulai memindahkan beberapa sendok dari mangkok besar ke piringnya dan mulai melahap makanan gue.


“Hhmmm enak” Puji Jae.


“Thanks Jae”


Sambil makan, pikiran gue malayang-layang. Debut hampir didepan mata. Kontrak pacaran pun juga akan berakhir sebelum debut show case gue. Maksud gue sebenarnya saat ini gue mau izin pindah dari appartmen ini. Kalau hubungan kontak gue berakhir, otomatis gue juga harus hengkang dari rumahnya. Tapi gue bingung mau mulai dari mana ngomongnya. Takut dia tersinggung.


“Wahhhh. ini benar-benar enak. Aku menghabiskan makanan buatanmu. Makasih sayang” Puji Jae kembali.


“Jae” Panggil gue dengan ragu.


“Whats wrong honey?”


“Kamu tau kan kalau kontrak kita akan habis?” Jae terdiam. Mimik wajahnya berubah. Tak seceria sebelumnya saat ia menghabiskan makanan yang gue buat.


“Kenapa?” Tanyanya kembali.


“Aku harus pindah ke dorm bersama para member. CEO juga mengingatkanku untuk bersiap-siap dan focus ke debut ini” Tak lama kemudian Jae terdiam. Hei jangan diam. Bicaralah. Gue sekuat tenaga memberanikan diri buat ngomong tapi lo malah nggak bicara.


“Biarkan saja barangmu disini. Kau tidak boleh pindah.” Gue langsung memotong pembicaraan Jae “Kita harus pisah. Kita hanya terikat kontrak. Berhentilah berharap” dengan sekali nafas gue melantangkan kalimat gue tanpa melihat ke matanya. Kalimat gue lumayan jahat.


“Ini karirku, biarkan aku berkembang” Jae tetap diam. Gue merasakan hawa kecewa dari dirinya, marah, benci dan entah apalah lagi yang bisa gue bayangkan saat ini padanya. “Terima kasih untuk semuanya, aku nggak bisa membalasnya.” Setelah itu kami berdua terdiam, hanyut dalam kekesalan dan penyesalan masing-masing. Cepat atau lambat ini akan terjadi pikir gue.


Jae mendorong kursinya, bangun lalu berjalanmeninggalkan gue dengan langkah berat bercampur emosi. Gue hanya bisa terdiam sambil menyaksikan langkahnya meninggalkan gue seorang diri disini. “Mian hae” Gumam gue pelan, yang hanya gue dan tuhan yang bisa mendengarnya.


---


dia sengaja nggak ingin melihat kepergian gue sekarang. Dengan menghembuskan nafas gusar gue kembali melangkahkan kaki setapak demi setapak meninggalkan pintu appartmennya.


Nggak butuh waktu lama, gue udah sampai di dorm. Saat memasuki pintu gue langsung membuka sepatu gue dan meletakannya di rak sepatu yang tak jauh dari pintu masuk. Gue mendorong koper masuk dan seketika Hye Min


menampakkan diri setelah tahu gue baru datang “ Lo beneran udah pindah dari tempat Sunbae (Jaehyun)?” Tanyanya pertama kali dan langsung mengambil koper kecil yang gue ingat itu pemberian Jae beserta isinya yang belum gue sentuh sama sekali.


“Lo ada masalah ya sama Sunbae?” Sambungnya lagi dan ikut masuk ke dalam kamar gue sambil meletakkan koper kecil disalah satu sudut kamar. Sedangkan gue memilih merebahkan badan diatas ranjang “Entahlah. Gue harus focus sama debut ini. Gue takut hubungan asmara gue bakal berimbas dengan karir kita” Hye Min mengernyit bingung “Maksud lo?” Hye Min menggeleng kepala tak mengerti “Maksudnya lo putus dengan Sunbae? Karna lo mau debut jadi lo lebih mentingin karir ketimbang cinta lo??” Sambungnya sambil berklarifikasi sendiri


arti dari kalimat gue sebelumnya yang ia dengar.


“Gue hanya takut, takut kalau kita bakal nggak kompak kedepannya gara-gara urusan asmara” Bukan karna urusan gue dengan para member. Tapi lebih komitmen. Bentar lagi agensi bakal ngumumin putusnya kami. Karna itulah gue harus pindah dari appartmen itu.


---


Dua hari sebelum debut. Akhirnya agensi secara resmi mengumumkan hubungan kandas gue ke public. Gue udah lega sekarang. Media social jadi rame karna pemberitaan ini. Dan ini pasti berimbas dengan debut Angel. Banyak pro dan kontra. Komentar negatif dari nitizen bukan main bahasanya. Meskipun semua akun media social gue harus dihapus demi kelancaran debut. Ada untungnya juga karna nggak memiliki media social. Dua hari sebelum debut ini kita beristirahat total sebelum bertempur nantinya.


“Lo nggak usah pikirin apa pun saat ini meskipun lo udah diumumkan pisah dengan Jaehyun. Dari awal ini cuma sandiwara. Lo nggak terlibat asmara sama dia kan ?” Tanya Kk Melly menginterview gue secara pribadi dikamar.


“Kakak tenang aja, gue dari awal emang nggak ada rasa sama sekali dengan dia” Obrolan kami berbahasa Indonesia, biar nggak ada yang paham jika tiba-tiba anak member dengar. “Lalu gimana dengan Yeol?. Lo nggak masih berharap dengan dia kan?” Wajah gue langsung berubah kesal saat kak Melly ngingatin hal itu “Kak” Panggil gue emosi. “Gue lagi berusaha buat move on kak, jangan diingatin lagi” Ujar gue kesal.


“Baiklah. Kita sekarang udah masuk di Industri hiburan Korea. Pastinya industry disini lebih berbeda dengan di Indonesia. Semuanya berjalan tergantung agensi. Mau info apa pun, yang keluar pasti dari mulut pihak agensi, bukan dari pihak kita. Kalau di Indo ada gosip sedikit, wartawan masih bisa ngorek info dari si artis atau orang terdekatnya. Tapi kalau disini, semuanya agensi yang mengklarifikasi. Lo paham kan?” Tanya kak Melly


“Paham banget malah” Jawab gue.


Bersambung.