
Kita masih dijalan, mobil Yeol masih absen dijalanan Korea lalu memasuki suatu gang yang gue yakini itu menuju kediamannya. Mobil pun memasuki salah satu mension perumahan mewah Korea dan terparkir manja di halamannya.
Yeol keluar setelah mematikan mesin mobil, sementara gue diam sambil mengalihkan pandangan gue ke dia yang sebentar lagi bakal nyuruh gue keluar dari mobilnya.
krakk.
Pintu mobil dibuka dan dia menarik tangan gue keluar setelah gue melepas tali seatbel. Gue hanya bisa nurut namun waspada. Wajah lelaki ini lagi nggak bersahabat sama sekali. Demi apa pun gue takut saat ini. Mau kabur tapi nggak bisa.
Kita benar-benar masuk kedalam kediamannya yang menurut gue ini pasti rumah orang kaya gedongan dan harganya pasti fantastis. Saat melewati ruang tamu dan akan menuju sebuah pintu kamar, gue segera menepis tangannya. Gue rasa ada yang nggak beres.
"kita mau napain??" Yeol melihat gue intens, tatapan yang belum pernah gue lihat sebelumnya. tatapan penuh emosi. Dia nggak jawab pertanyaan gue tapi sekali lagi meraih tangan gue dan memaksa gue masuk ke kamarnya.
Saat memasuki kamar, Yeol mendorong gue dan secara spontan gue jatuh diatas ranjang. Gue mulai panik luar biasa. "Yeol" teriak gue mendominasi seisi ruangan. Gue secepat mungkin bangkit dari tempat yang bisa menjerumuskan gue ke hal-hal yang nggak baik.
Saat gue bangkit duduk, Yeol mengunci gue dengan kedua tangannya dan menundukan tubuhnya hingga wajah kita saling berhadapan beberapa centi.
"Kenapa kau menjauh??"
Pertanyaan konyol yang baru gue dengar dari mulut Baekyeol.
"gue udah punya Jaehyun, dan lo juga udah punya maria. Nggak ada alasan buat kita dekat" Gue langsung mendorong tubuh Yeol, lagi-lagi kekuatan gue nggak mempan.
"apa sih mau lo" Untuk kesekian kalinya gue teriak.
"Maria, maria, maria lagi. aku nggak ada hubungannya sama dia, aku dijebak"
"Itu nggak ada hubungannya sama gue kalau lo dijebak atau nggak"
Yeol mendorong tubuh gue hingga gue terpental diatas ranjang, saat itu juga dia menindih gue dan mencium gue membabi buta. Sungguh perlawanan gue nggak ada artinya. Sekuat apa pun gue, tetap kekuatan laki-laki tidak akan bisa menyaingi kekuatan wanita.
"ye yeol, ber henti" gue ngap-ngapan dan berusaha buat hentiin aksi brutalnya. Tapi entah kenapa gue melayang saat dia mencium bibir gue, awalnya buas tapi lama-lama lembut. Sial!!
Yeol menghentikan ciumannya dan segera mengambil nafas, termasuk gue. Suara nafas yang seksi dan bau nafas yang wangi. Dicampur dengan aroma tubuhnya yang buat gue kehilangan akal.
Setelah beberapa detik kita ambil nafas, Yeol kembali melumat bibir gue. Anjir gue jadi ketagihan. Pliss sadarin gue dari dosa manis ini.
Yeol berpindah dan mencium tengkuk gue dan leher. Nggak sampai disitu aja dia langsung meninggalkan bekas merah disana tanda kepemilikan. Sialan.
"Stop" Ujar gue menghentikan aksi senonohnya Baekyeol dan mendorong kedua bahunya.
"Yeol terdiam dan menatap gue penuh dengan kelembutan. Dia mengusap bibir gue lembut karna bibir gue mulai jontor saat dia gigit.
Kita berdua terdiam dan terhanyut satu sama lain. Tapi mau bagaimana pun gue sebagai wanita yang lumayan pemalu, nggak akan sanggup menatap mata Yeol lama-lama.
"Gue mau pulang" gue mau bangkit, tapi lagi-lagi gue ditahan kembali. Yeol berpindah ke samping gue dan seketika memeluk gue erat "kau nggak boleh kemana-mana. Temani aku disini" Pelukannya semakin erat. Dan entah kenapa tubuh sial gue langsung meresponnya.
"gimana hubungan lo dengan maria?" Tanya gue.
Kenapa gue nggak boleh bahas dia ?? apa memang kalian benar-benar ada sesuatu? Apa lo nggak mau ingat dia karna dia sedang ada didalam hati lo ?Aah entahlah.
---
Pukul 06.09
Gue segera bangkit pelan-pelan dari tempat tidur. Yeol tampak pulas, gue nggak mau dia kebangun dan nahan gue lagi. Gue harus buru-buru ke agensi buat latihan. Masih banyak persiapan buat debut soalnya.
Akhirnya gue berhasil keluar dari kediaman Yeol. Dengan ala-ala penyamaran gue lari sekenceng mungkin buat menuju halte. Gue yakin dia pasti belum bangun. Kalau pun udah bangun, dia nggak akan sempat ngejar gue.
Pukul 06.59 KST
Gue akhirnya tiba di agensi dan menuju ruang latihan. Belum ada siapa pun saat ini karna ini masih pagi. Ya sudahlah gue menuju cafe buat sarapan di lantai dua. Cafe agensi pasti udah buka jam segini.
Sarapan Roti isi selai cokelat dan kacang plus susu putih. Serasa terhina gue makan cuma segini ya ampun, mau jadi idol susah banget.
Gue melahap sedikit demi sedikit makanan yang ada didepan gue. Tentunya pikiran gue malayang. Ciuman erotis Yeol masih terlintas dipikiran gue.
Astaghfirullah ka, dosa lo makin banyak aje.
Waktu debut tinggal sebentar lagi. Hari ini kita photoshoot trip pertama yang hanya 3 member dulu. setelahnya nyusul saat Fiona udah baikkan nanti. Berat badan gue turun drastis 5kg. sekarang berat badan gue 45 dengan tinggi gue 166. Kurus banget.
Tapi yang gue suka dari body gue saat ini adalah bokong gue yang terisi padat. Lumayanlah ada nilai lebihnya ni badan abis diet extra.
Setelah hampir 2 jam make up plus ganti baju, akhirnya kita take photo satu persatu. Akhirnya gue lihat wajah-wajah polos yang sudah dipoles. Daebak. Nggak ada bedanya.
kenapa gue bilang gitu, ya karna pada dasarnya member gue udah cantik juga dari sononya. dipoles dikit, udah. tetap aja cantik.
Cekrek
cekrek
cekrek
Foto pertama individu selesai, selanjutnya ganti kostum.
"kak, ini beneran baju yang gue pake ?? nggak senonoh ini ?? timpal gue saat memperhatikan kostum super seksi. Ini nggak ada bedanya cuma nutupin dua buntelan kembar gue, selebihnya kelihatan perut sama kedua bahu gue.
"Ini itu bukan ide kakak, ini idenya tim. Kita nggak bisa nolak. lo tau kan ka. kita masih baru. jadi nggak usah protes"
Sumpah gue harus mengumbar-umbar aurat kayak gini ?? Apa kata kedua orang tua gue nanti.?
Maaf ya thor lama up, laptop thor eror tiba-tiba dan harus masuk rumah sakit. jadi ini sekarang bikin naskahnya jadi lewat hp. ribet karna ceritanya agak kurang menurut thor. gimana menurut kalian episode ini ?? Jangan lupa komen dan Like nya ya. Gumauwo.