LOVE IN SEOUL CITY

LOVE IN SEOUL CITY
Episode 59 / Tersenyum girang.



Hanya mengganti pakaian casual beserta topi dan masker didalam kamar lalu pergi menuju mobil Van. “Bibi aku pergi dulu ya” Salam gue sambil tetap membungkukkan badan. Mobil yang gue tumpangi pun perlahan berjalan


dan meninggalkan rumah super mewah tersebut. Oppa Junki yang melihat gue memakai topi dan masker pun tersenyum sungging. “Kau sudah terbiasa menggunakan penyamaran itu (Masker dan topi yang biasa digunakan artis untuk penyamaran saat berada diluar).”


“Ya mau bagaimana lagi Oppa. Orang-orang sudah mulai mengenaliku” Balas gue sambil menyandarkan diri dikursi mobil.


Mobil Van pun terparkir dipintu balakang cafe. Kenapa pintu belakang??, agar keberadaan gue nggak diketahui fans dan paparazzi. Gue masuk dan mencari sosok Hanji dan yuppp. Dia dikelilingi cowok-cowok tampan, heol!. Antara enggan dan i ague harus mendekatinya, takut ia kenapa-kenapa. Apalagi itu anak udah mulai stress akhir-akhir ini. Dengan langkah berat gue mendekati dia.


“Hanji shi” panggil gue dari belakang dengan suara sedikit lantang. Para cowok pun yang mendengar melirik kearah suara gue dan diantara mereka bersiul menggoda gue.


“Yuka???. Member Angel???” Ujar salah satu pria kecebong yang mukanya datar kayak papan.


“Yuka shi. Mereka adalah teman-temanku. Aku nggak sengaja bertemu mereka disini” Hanji sumringah dengan mata sayup-sayup. Bau alcohol terasa dari jarak gue berdiri. “Haaa” gue langsung membuang nafas jengkel. “Hei cantik. Oh ya titip salam dengan teman membermu ya??. Siapa namanya??, ahh Fiona Park. Dia sangat seksi.”.


“Mwo???” Dia bilang adik bungsu gue seksi??, Dasar mesum. Pengen gue bagi dua itu muka ratanya.


“Ya?!. Apa yang barusan kau bilang??. Dia itu juniorku. Jangan macam-macam dengannya” Dengan gaya setengah sadar Hanji berteriak. Teriakannya terbilang kecil dan tidak menimbulkan sakit ditelinga gue. Hanji melirik kearah gue dan gue pun melirik kearah pakaian Hanji yang wauuu. Astaga dia memakai rok mini seksi tanpa dalaman hotpens. Pantas saja ini cowok-cowok dekatin dia.


Gue menarik paksa tangan Hanji dan membawanya pulang. Gue nggak bisa berlama-lama disini karna besok gue harus latihan untuk comeback. “Ayo pulang!!!” Panggil gue dan memapah Hanji.


“Cekrekk cekrekkk” Sebuah bidikan rahasia disudut cafe berhasil mengambil gambar. Gue buru-buru bawa Hanji pulang “Hei, jangan lupa sampaikan salamku kepada Fiona. Katakan kepadanya kalau aku bisa menjadikannya


sponsor” Teriak laki-laki wajah datar dan gue nggak terima. Gue langsung memandangi muka datarnya dan teriak “Kau permak saja mukamu dulu baru kau dekati dia, sial!” Gue gunain bahasa Indonesia biar dia nggak ngerti. Dan


mereka pun kebingungan, rasain lo!.


Gue menuju parkiran dan menggotong Hanji sekuat tenaga. Ini anak badannya yang kecil tapi berat. Keberatan dosa kayaknya. Gue meraih tasnya dan mengambil kunci mobilnya. “Lo nggak bawa mobil ping porche lagi kan??. Gue kapok pake itu” Gumam gue yang didengar oleh Hanji dan beliau nyengir kearah gue. Lah dia pake nyengir segala lagi. “Andwe. Si ping masih di bengkel” Balasnya.


“Bengkel???. Apa itu karna gue kemarin ya??!” Batin gue dan gue lupa dengan mobil dia. Tapi kan kemarin mobil dia nggak penyok apalagi tergores. “Mobil lu rusak??” Tanya gue ke dia. “Ani/tidak. Dia memasng sudah harus disservice karna mobil baru hihihi” Syukurlah kalau bukan rusak karna gue. Enggak kebayang gue kalau ikut ganti juga. Bisa-bisa gue jadi budak ala-ala Joseon yang ada.


“Arghhh kau benar. Dia memang cantik. Sayang dia tidak berisi seperti membernya” Ungkap pria yang dijuluki muka datar oleh Yuka. Mereka bergosip setelah Yuka dan Hanji keluar. “Aku bertaruh aku bisa mendapatkannya” Dengan menunjukan kepedeannya ia bertaruh bahwa ia bisa mendapatkan Yuka melalui kekuasaannya.


“Bukankah ia kemarin gagal menggoda Park Fiona??” Seorang lagi bertanya kepada yang lain dibelakang si pria datar. Setelah pria datar itu pergi, mereka pun berbalik menyinggung si pria datar. “Entahlah. Mungkin karna ia kaya makanya ia yakin kalau wanita itu bisa ditaklukan dengan kekayaannya” Balasnya menjawab. “Kita lihat saja nanti” Sambungnya.


Gue dan Hanji berangkat meninggalkan cafe menuju appartmenya. Kalau kayak gini mau nggak mau gue harus minta jemput dengan Oppa Jun Ki. Saat gue membawa mobilnya dijalanan terbentang ibu Kota Seoul, Hanji


tertidur. Ya elah gue kayak tukang sopir kalau dia tidur kayak gitu.


Mobil yang dikendarai pun memasuki parkiran appartment mewah Hanji. Sayangnya gue nggak mengetahui bahwa kita lagi-lagi diikuti oleh si Reporter. Dia reporter atau sasaeng sih??. Terlalu over ngikutin Hanji kalau menurut gue. Sesaat mobil terparkir, gue kembali memapah hanji kedalam menuju pintu kamarnya. Pip pip pip… Gue membuka password kamarnya yang beberapa waktu lalu dikasih tahu oleh Hanji.


Gue masuk dan memapahnya lagi menuju kamar dan menidurkannya disana. “Heuhh heuhhh lo berat banget” gumam gue setelah berhasil menidurkannya. “Sekarang gue harus minta jemput sama Oppa” Gue mendial nomor Oppa Junki “Oppa, bisa jemput aku??. Ya aku diappartmen Sonbae Hanji. Nee” Setelah itu panggilan kita terputus. Sambil menunggu jemputan, gue berbaring disamping Hanji.


Sebenarnya gue juga kelelahan. Syuting beberapa lama dipedesaan dan setibanya di Seoul kerja lagi terus jemput ini manusia tukang mabuk. “Kok lo bisa sih hidup kayak gitu??” Gue bergumam sambil memandangi wajah Hanji yang terlihat lelah. Kelihatan banget wajah penuh-penuh stress. “Ting ting ting” Suara bel kamar Hanji berbunyi, gue pikir itu mungkin Oppa Hanji. Tapi kok cepet banget ya??. Gue un segera keluar dan melihatsiapa yang datang dari monitor.


“Haa, nggak ada siapa-siapa??. Apa orang salah pencet kamar??” batin gue dan gue pun lanjut menuju kamar Hanji dan berbaring lagi. Bisa jadi itu salah orang, pikir gue. Saat gue enggak terlalu fikirin si pencet bel, ternyata itu ulah si reporter. Ia menunggu disebuah sudut gedung. Ia


membuka kamera dan melihat hasil jepretannya yang membuat ia tersenyum girang namun sedikit menakutkan.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung terus dengan cara  vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga


·         Cerita Julia dan Korea Selatan


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2


·         Future Princess.