
“Boleh, aku beri kau waktu 1 bulan untuk melunasinya”
WHATTTTT.
Gue terperanga membuka mulut gue ke arahnya karna sankin terkejutnya. Sumpah demi apa pun segala yang ada didekat gue. Tadi malam gue mimpi apa kok bisa kesandung hutang sama ini orang.
“Sa-satu bulan??, Serius???” Gue Tanya sekali lagi walau pun sebenarnya pasti jawabannya sama. Dan dia langsung balas dengan anggukan sambil menopang dahinya dengan sebelah tangannya diatas tompangan yang ada disebelah kanan kursinya.
“Ahhh” Gue langsung menghempas dan menyandarkan tubuh gue dikursi yang awalnya gue tahan sebelumnya karna ketegangan yang terjadi. Dan memijat pelan kedua dahi gue dengan sebelah tangan. “Lo gila ya?!” Umpat gue dengan bahasa Indonesia.
“Kamu bilang apa barusan??” Tanya manusia dihadapan gue ini.
“Jangan satu bulan dong. Euh haduhh siapa sih namanya ???” Tanya gue mikir sendiri sambil kembali memperbaiki posisi duduk gue.
“Oho aku lupa memperkenalkan diri. Lee perkenalkan namaku” Lelaki yang berdiri dibelakangnya langsung paham, ia memasang wajah tegap sambil mengatur nafasnya “Perkenalkan beliau adalah Park Jun han. Beliau adalah cucu satu-satunya dari pemilik Daily Group. Saat ini beliau menjabat sebagai Direktur Utama. Ayah dari beliau adalah petinggi militer berpangkat Jendral Besar di Seoul. Sedangkan Ibu beliau menjadi Ibu Rumah Tangga yang dulunya adalah seorang Aktris.” Sekian isi perkenalan yang dilakukan oleh bawahan untuk tuannya.
Emang nggak bisa ya dia perkenalkan diri sendiri? Kan dia punya mulut?! Sultan emang beda. Terus dia barusan bilang apa? Daily Group. Karna gue bukan warga Korea asli, jadi gue agak bingung. Yang jelas gue pura-pura ngerti aja. Karna yang jelas pria dihadapan gue ini bukan orang biasa. Pikir gue.
“Sekarang giliran kau memperkenalkan diri” Tanya Jun Han mulai mengintimidasi.
Disini, gue harus mengungkapkan identitas gue. Gue hanya perlu membuat perjanjian dengan dia agar kejadian ini nggak perlu sampai tercium ke publik. Gue langsung melepaskan masker gue pelan-pelan didepan dia dan ajudannya.
“Nama saya Yuka. Saya salah satu girl group yang sudah setahun debut disini. Kewarganegaraan saya Indonesia. Sekian.” Nggak perlu gue panjang-panjang ceritain silsilah gue kayak yang dilakuin ajudannya. Itu sangat tidak penting.
“Wahh wahh ternyata aku bertemu dengan seorang artis. Pantas saja kau dari tadi menutup wajahmu dengan masker. Indonesia?? Aku sepertinya pernah dengar nama itu”Gumam Jun Han meledek.
Sial, dia ngeledek Negara Indonesia tercinta gue. Coba lo jalan-jalan ke Bali atau Lombok. Lo pasti pengen bangun rumah disana. Sialan!
“Saya pasti akan membayar ganti rugi mobilnya. Tapi dikarenakan group kami harus melunasi biaya Trainee, jadi kami masih belum mendapatkan honor. Saya akan cicil setiap bulannya. Anda tidak perlu khawatir dengan kejujuran saya. Saya seorang public figure. Identitas saya pasti gampang diketahui apalagi dengan power anda sendiri jika seandainya saya kabur” Biar gimana pun, logika pelunasan selama 1 bulan itu nggak masuk akal.
“Saya bukan tipe orang yang mentolerir kesalahan. Jika saya tidak perlu khawatir dengan kejujuran anda?? Bagaimana dengan orang-orang sebelumnya yang juga sudah mengkhianati saya?? Seperti andalah contohnya.
Diawal ia akan berkata lantang, namun diakhir keberadaannya tidak diketahui seperti lenyap. Saya tidak tertipu hal yang semacam itu lagi. Besok datanglah kemari. Kau harus tanda tangan perjanjian denganku” Gumamnya.
Ahh perjanjian apa yang harus ditanda tangani disaat kayak gini?? Pikiran gue langsung sempit dan kacau yeorebeun/pemirsah.
---
Saat gue dirumah, pikiran gue masih kacau dan hanya diselimuti bayangan pria itu alias Park Jun Han. Bukan karna maskulin atau pun ketampanan pria itu yang bikin mata silau. Tapi mimpi buruk yang gue hadapi kedepannya nanti. Gue akhirnya merebahkan badan dan tidur disamping Hanji. Sementara penghuni yang lain sudah berada dialam lain.
---
Malam yang gelap pun berganti dengan pagi yang cerah. Matahari pun sudah mulai muncul dan tidak lagi malu menampakkan dirinya dilangit-langit. Saatnya memulai aktifitas kembali. Pagi yang cerah saat ini berbanding terbalik dengan kondisi gue saat ini.
Jreng…..
Tempelan menghitam diarea sekitar kantung mata gue bermunculan. Itu karna gue semalaman bergadang tanpa tidur sedikit pun. Akhirnya gue terjaga duluan dari pada yang lain sambil menyiapkan sarapan mereka masing-masing didapur dengan pikiran yang kacau dan menghayal.
“Oenni, kau bangun pagi sekali” Maknae gue yang paling bontot bangun duluan diantara para leluhurnya yang lain. Dia turun pelan-pelan sambil mengumpulkan nyawa dan menguap sepanjang perjalanan menuju dapur.
“Kau sudah bangun???” Tanya gue sambil mengaduk sup Touge milik Hanji yang akan hampir selesai.
“Oenni, siapa yang mabuk tadi malam?? Apa kau minum-minum sendirian tanpa kami???” Tanyanya polos. “Ini buat Hanji. Dia mabuk tadi malam dan sekarang kayaknya dia masih tidur dikamar.” Gue langsung menyalin sup ke dalam mangkok dan memindahkannya ke meja makan.
Selanjutnya gue buat menu sarapan diet yang lain, mulai dari kukus singkong dan buat sup brokoli campur telur. Selain karna kami adalah Idol, nasi dan Ice cream adalah makanan haram bagi kami yang sedang diet ini.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Baca juga
· Cerita Julia dan Korea Selatan
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2
· Future Princess.