
Besok paginya gue bangun dari awal dan bersiap-siap. Setelah itu gue harus ke dorm karna ada beberapa yang tinggal dan harus pergi bareng dengan para member dari sana. Setelah selesai, gue buru-buru turun buat sarapan karna Bibi Kim memanggil gue dari luar kamar.
Gue merasa kehilangan saat sosok Junhan enggak kelihatan di meja makan.
“Tuan sudah berangkat subuh tadi nona.” Ujar Bi Kim yang tahu menjawab pikiran gue. Kayaknya dia cenayang/dukun mungkin.
Gue sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke dorm.
---
Hiruk pikuk terasa jelas disini jikalau melakukan perjalanan ke luar negri.
“Ahh Yuka Shi, kau sudah datang? Apa ada yang tertinggal??” Tanya Kak Melly sambil sibuk membereskan isian kopernya yang nggak kalah banyak dari para member.
So Hye yang buru-buru turun dari tangga dengan kedua tangan yang penuh dengan pakaian juga ikut menyapa gue “Kau sudah datang?? Sebentar lagi kita akan siap dan berangkat. Apa kau ada yang ketinggalan??” Tanyanya sambil memeriksa kembali isian kopernya, takut jika ada yang tertinggal.
“Baju ku masih kurang. Headsetku juga tertinggal”
“Jangan lupa baju merah kalian. Tadi malam sudah aku ingatkan kan?? Kita ada syuting iklan minuman” Racau kak Melly mengingatkan yang langsung dibalas semua member “Nee”
---
Semuanya telah siap dan sedang menuju Bandara International Incheon, bandara paling tersibuk didunia. Semuanya berada dalam 1 mobil dengan 1 mobil lainnya berisi bodyguard sewa untuk melindungi para member
selama didalam bandara.
Drrrtttt.
Dering ponsel gue berbunyi dan menampilkan nama Choi Hanji dilayar ponsel. Gue pun secepat kilat menerimanya.
“hhuuhuuuuuu” Tangisnya diseberang sana yang pertama kali gue dengar.
“Kau kenapa??” Tanya gue menohok. Enggak ada lagi sebutan Senior karna kami semakin akrab dan Han Ji tidak menyukai jika gue menyebut gelar itu jika bersamanya.
“Kau dimana??” Tanyanya terisak.
“Aku sedang menuju Bandara. Kami akan syuting di Inggris selama seminggu. Kau kenapa?? Ada masalah ?? Kenapa menangis??” Kenapa lagi dengan wanita ini?? Apa si stalker ngikutin dia terus?? atau bullying lagi?? Ahh terlalu banyak pertanyaan di kepala gue.
“Ya sudahlah.” Pip.
Tiba-tiba saja dia udah matiin sepihak panggilan itu tanpa menunggu jawaban dari gue. Gue lirik ponsel gue setelah itu dengan penuh tanya, apa dia stress lagi??
“Kenapa?” Tanya kak Melly sedikit terusik saat gue memandangi ponsel.
“Barusan dari Hanji. Dia nangis” Jawab gue pelan.
“Kenapa agensi belum ambil tindakan soal kasus Hanji?? Dia udah di Bully dengan kejam.
“Uhh Sonbae Hanji Live di Insta.” Fiona tiba-tiba nyambung dari kursi paling belakang, mengintip live Hanji yang baru saja ia gabungi dan tidak sengaja membaca komentar nitizen yang mengejutkan.
“Hoel. Kau persis seperti wanita pelacur” Fiona Membaca salah satu komentar nitizen
“What?? Apa dia gila?? Cepat kau screen shoot. Itu bisa jadi bukti buat agensi” Ujar So Hye yang mulai geram.
“Ahh aku merinding membacanya oenni” Gumam Fiona sambil mematikan ponselnya.
Kami pun tiba di Bandara. Satu persatu dari kami keluar dari mobil dan diikuti para Bodyguard dari mobil yang berbeda. Terlihat para fansign dari jarak seberang memainkan Kameranya masing-masing mengambil gambar para member dari segala arah. Terlihat mereka puas memotret kami karna diantara kami tidak ada yang menggunakan masker atau pun topi, karna memang Kak Melly melarang kami dengan alasan supaya menambah popularitas.
Fikiran gue sebenarnya bercabang-cabang. Mulai dari skandal gue dan Hanji yang tiba-tiba telfon dengan suara menangis. Gue takut beliau kenapa-kenapa dan fikiran gue malah mikirnya bunuh diri. Karna kebanyakan tingkat bunuh diri disini agak tinggi termasuk buat para selebritisnya.
Karna banyaknya para Fansign yang menanti dan pesawat yang tidak lama lagi akan berangkat. Kami langsung saja meneruskan perjalanan kami menuju dalam sambil memberikan fanservice seperti memberikan senyuman, mendadahkan sebelah tangan, menerima surat, bunga dan hadiah lainnya yang pastinya tidak semua kita ambil.
Didalam area Bandara sambil dikelilingi beberapa boyguard, gue sengaja membuka ponsel dan mengirim beberapa pesan untuk Hanji “Tunggu aku pulang. Kita akan jalan-jalan dan aku akan membawakanmu oleh-oleh” Begitu
pesan itu terkirim gue langsung menaruhnya didalam tas.
“Plis lo jangan berbuat aneh-aneh” Pikir gue saat ini.
---
Perjalanan yang melelahkan selama didalam pesawat dari Korea Menuju London Inggris. Setelah kita tiba dan disambut lagi dengan beberapa fansign yang menunggu. Kita pun tiba jam 6 sore waktu Inggris Raya dengan muka bantal karna diantara kita ada yang tertidur kecuali gue karna banyak pikiran.
Setibanya di Hotel. Kami melakukan meeting bersama para staff yang kebetulan 1 pesawat dengan kami. Setelah 2 jam melakukan meeting untuk persiapan besok pagi, kami pun jalan-jalan sebentar disekitaran Hotel ditemani Kak Melly dan beberapa asisten yang lain termasuk Sandra
.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung dan baca juga :
· Cerita Julia dan Korea Selatan
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2
· Future Princess.