
Selamat membaca..
Demi apapun gue lelah saat ini. Setelah pulang dari acara tersebut gue langsung tepar dan bangun kesiangan. Gue terbangun karna ponsel di nakas gue nggak berhenti-henti berbunyi. Kayaknya ini penting dan gue buru-buru angkat tanpa lihat ke layar siapa penelfonnya.
“Yukaaaaaaa” Seketika gue langsung jauhin ponsel itu dari kuping gue. Demi planet Bumi dan beserta seluruh isinya kuping gue sakit gara-gara suara kk Melly.
“Kak gue nggak budek kali. masih bisa denger” Kesel gue.
“Baru bangun ya??” Ujar kk melly.
“Ya kk gue capek banget. acaranya gila sampe tengah malam. abis tu diajak karaoke lagi. kan gue lelah” Gerutu gue nggak habis-habis.
“Sekarang bukan itu yang terpenting. Kakak yakin lo pasti seneng dengarnya.” Kata-kata kak melly bikin jantung gue deg-degan. Ini nggak nyangkut Baek Yeol kan.?? Tapi kan Doi nggak tahu masa lalu gue.
“Apaan kak??” Tanya gue.
“Lo dapat undangan dari Istana keprisidenan buat ngisi acara”
“Jinjja???? Jjeongmall??” Seketika bahasa korea gue keluar begitu aja.
“Ia beneran. acaranya minggu depan. jadi siapin lagunya ya. yang jelas lagunya kebangsaan” Ujar kk Melly.
“Asshiappp” Jawab gue semangat.
Dengan berita pagi ini, seketika nyawa gue langsung tercharger semua. Gue buru-buru mandi dan latihan lagi. Nggak gue pikirin lelah gue melanda. Yang penting duit masuk. Tapi gue lupa bilang berapa honornya. Ya elah maunya gue nanya tadi berapa honornya biar gue jadi lebih semangat lagi.
Tapi nggak apa-apa yang penting gue siap-siap dulu. Yeay..
---
Gue latihan diruangan pribadi. Kak Melly nyaranin buat mainin lagu kebangsaan, judulnya Indonesia tanah air beta. Nadanya nggak sulit ni karna beberapa lagu kebangsaan udah pernah gue bikin melodinya sebagian. Jadi tinggal asah kemampuan gue aja lagi.
“Yukaaaaaaaaa” Tiba-tiba pintu kamar gue terbuka gitu aja menampilkan dua makhluk terkutuk pengganggu latihan gue dan masuk pake acara teriak-teriak panggil nama gue.
“Woii,Assalamualaikum dulu kek, ketok kek main masuk-masuk aje lo” Kali ini gue bentak mereka dengan nada sebelas oktaf nggak kalah dari mereka barusan.
Hari ini kayaknya gue perlu ke dokter THT buat cek kuping gue. Gila sakit telinga gue rasanya.
“Ya maaf, kita kesini karna happy tau?!” Ujar puput.
“Kenapa??, Loe abis ngepet ya makanya happy?” Wajah puput langsung kesel lihat gue.
“Sembarangan lo. Kita kesini karna tau lo dapat undangan dari Istana.” Ya elah mereka cepet amat dapat infonya. Gue aja baru dikasih tahu sama kk melly.
“Ya dan lo harus traktir kita-kita karna lo udah nampilin hal spektakuler tadi
malam” Ujar Edwin.
“Hei, Gue aja belum dapat bayarannya dan lo pada minta traktir???” Seketika gue kayak hampir nggak terima. Dan mereka langsung terdiam. Tapi karna muka mereka pada kasian pas gue bilang begitu dan rasa baik hati bak malaikat gue langsung muncul begitu aja.
“Capcuss kita makan” Seketika mereka langsung berubah 190 derajat pas gue bilang capcus. Dasar makhluk gaib kalian.
---
Gue ajak mereka makan di salah satu mall. Mereka request makanan Korea sama gue karna mereka udah rindu sama negara itu. Ya sudah gue ladenin aja selama mereka seneng. Gue mah apalah yang penting bayar.
Saat kita makan seperti biasa gue bakal ketemu beberapa fans yang minta foto dan tanda tangan.
“Guys, gimana kalau kita liburan kesana lagi?” Ujar Edwin.
“Maksud lo dimana?” Karna si Edwin ngomongnya nggak kelar jadi puput merasa bingung.
“Kita liburan ke Korea”
Uhukkk uhukkk..
Daging yang gue telen langsung keselek gara-gara tawaran Edwin.
“Michyeoseo/kau gila?, uhukk uhukkk” Gue susah nelen makanan gue gara-gara si bangke Edwin.
“Kok gue gila sii?? Emang apa salahnya kita balik kesana? kok loe jadi aneh gitu.” Ujar Edwin merasa aneh dengan tingkah gue.
“Nggak, gue malas aja buat kesana” jelas-jelas gue punya masa lalu kelam disana terus disuruh kesana lagi, ogah gue.
“Gue ke toilet dulu” Gue pergi ninggalin mereka ke toilet.
Disebelah meja kita ada empat orang Korea yang lagi ikut makan direstaurant yang sama. Dua diantara mereka memakai topi berusaha menutupi wajah mereka. Ya kedua orang ini adalah Selebritisnya Korea. Jaehyun dan Doyoung. Mereka lagi makan direstaurant Korea. Karna namanya juga artis takut bertemu paparazzi atau pun
fans, jadi mereka memakai penyamaran jika keluar. Jaehyun juga menuju kamar mandi dan memakai maskernya terlebih dahulu.
Bughhhh...
Gue dan Jaehyun bertabrakan lawan arah karna masing-masing nggak perhatiin jalan.
“Ah kkamjak/terkejut” Suara Jaehyun membuat gue paham kalau dihadapan gue orang korea.
“Ahh Mian hae/maaf. Aku tidak melihat jalan. Sungguh minta maaf.” Gue langsung minta maaf pakai bahasa Korea. Gue yakin dia pasti paham. Walaupun gue juga nggak tahu kalau ternyata dia juga seorang selebritis.
Saat gue membungkuk dan menampakkan wajah gue ke dia. Jaehyun sedikit terkesima dengan wajah gue dan tertegun sebentar. Karna itu orang tertegun, jadi gue pikir buat langsung ninggalin dia aja karna gue udah minta maaf ke dia kan?. Tapi sebuah tarikan ditangan gue membuat gue terhenti. Ya lengan gue dicekal
sama ni cowok tampan. Walaupun mukanya ditutup masker tapi gue yakin dari kulit mulusnya kalau dia tampan.
“Weo/kenapa? Tanya gue ke dia.
“Kau bisa bahasa korea?” Ucap Jaehyun.
“Tentu, aku pernah bersekolah disana” Jawab gue dan dia melepaskan tangan gue setelah itu.
“Apa kau asli Indonesia?” Pertanyaan laki-laki ini bikin gue bingung. Emang wajah gue kayak orang Afganistan gitu???
“Ya aku orang Indonesia? Apa kau baru tiba disini?” Tanya gue kembali.
Jaehyun menurunkan sedikit maskernya.
“Apa kau mengenalku??” Pertanyaan pria ini buat gue mengernyit heran. Ya tentu aja gue nggak kenal. Kan baru ketemu. Ya elah ini mah lagu lama buat mintak kenalan.
“Mian. Aku tidak mengenalmu.”
“Aku Jaehyun. BCT dari Korea” Ujarnya.
“BCT??? Kpop?? Mianhae. Aku tidak terlalu mengenal kpop” Dari pada gue bikin dia terhina mending gue jujur aja tapi yang jelas nggak nyakitin hati dia.
Jaehyun lalu merogoh benda pipih disakunya dan melihatkan fotonya ke gue. Maksudnya apa coba lihatin foto dia ke gue. Tapi emang sih ni orang ganteng banget. Sumpah. Mukanya mulus cui. Gue hampir tergoda lihat tampangnya. Dan dia lihatin MV lagu dia ke gue. Seketika gue langsung menutup mulut gue yang udah menganga duluan.