LOVE IN SEOUL CITY

LOVE IN SEOUL CITY
Episode 44 / Teletubbies.



Semenjak Hanji menangis meluapkan amarahnya dihadapan gue saat itu, kita semakin akrab. Ia bahkan mengirim food truck saat kita sedang melakukan promo disalah satu stasiun TV swasta di Seoul. Setiap dia ada waktu senggang, wanita ini datang ke dorm kita dengan membawa makanan dan soju.


“Sonbae, aku tidak bisa minum. Kalian saja yang minum.”


“Apa kau tidak bisa minum??” Pertanyaan Han Ji tentu saja dibalas dengan gelengan.


“Lalu??”


“Aku muslim sonbae” Jawab gue datar.


“Wahh maaf aku tidak tahu. Berarti kau tidak boleh makan **** dong.” Gue langsung membalas dnegan anggukan dan langsung melirik beberapa bungkus makanan yang dia bawa.


“Itu apa??” Tanya gue ke dia.


“Oh yang itu” Sambil menunjuk makanannya “Itu Jjamppong (Makanan dengan mie serta diisi dengan berbagai jenis seafood) sama Nakji Bokkeum (tumis gurita pedas). Berarti kau bisa memakannya. Karna nggak ada **** dimakan itu “ Malam itu, kita menghabiskan waktu minum-minum kecuali gue sendiri. Tergoda sih tapi gue harus kuat. Kuat, sankin kuatnya bibir gue tersenyum sambil merapatkan gigi. Kebayang nggak lo ?!.


Beberapa bulan setelah kita debut banyak kegiatan yang kita lakukan. Dan sudah mulai melakukan kegiatan individu pastinya setelah masa promo album berakhir. Banyak kegiatan melelahkan yang dilakukan seperti ikut reality show, latihan, Fanmeeting, nonton konser senior, jadi pembawa acara music dll. Namun ada kabar lain


setelah perjalanan kita debut, yakni kabar kandasnya hubungan Yeol dan Maria.


Dan satu lagi yang nggak kalah heboh, yakni pengumuman berakhirnya hubungan kandas kami yang sudah dipublikasikan oleh agensi. Hubungan kontrak yang hanya kami dan pihak agensi saja yang tahu. Tapi percayalah, Jae masih nggak terima kalau versi aslinya juga ikut berakhir. Pria glowing itu selalu datang ke appartmen dengan


banyak makanan dan hadiah yang dia bawa dari perjalanan konsernya diluar negri yang biasa ia beli saat di Bandara. Belum lagi Yeol yang juga ikut cemburuan pas tahu gue banyak terima hadiah dari dia.Ingin rasanya


gue berteriak guys.


“Yuka Shi, kamu dimana??” Hanji tiba-tiba menelfon dengan mimik suara yang aneh, Mabukkah ini anak?!“Yuka Shi, aku lagi senang-senang disini sendirian. Temani aku yukk?!” Suara musik yang lebih besar dibanding suaranya Hanji membuyarkan gendang telinga gue. Nggak terlalu jelas. Semakin lama kondisi Hanji makin agak mengkhawatirkan. Mungkin ini udah titik jenuhnya jadi ia pergi minum-minuman.


“Kirimkan lokasimu, aku akan kesana” Dengan secepat kilat, gue pasang penyamaran, menggeraikan rambut, memasang topi, kacamata kutu buku dan nggak ketinggalan masker. Gue segera meninggalkan dorm dan meninggalkan pesan ke anak-anak kalau gue pergi jemput Hanji di Insadong. Karna kita belum memiliki mobil standby, jadinya gue naik taksi biar cepat. Hanji berada disebuah Bar elite dikawasan Insadong. Bar elite ini hanya didatangi oleh beberapa orang penting termasuk artis. Dan pas banget gue salah kostum saat ini buat kesana.


“Apa gue harus ganti baju ya??” Tanya gue sambil berdiri didepan Bar tersebut. Gue langsung samperin sequrity yang segedek-segedek teddy bear.


“Cantiik” Jiiahhh bukan itu yang pengen gue dengar bangke, aduh. Seorang pria tampan yang nggak asing bagi gue


melewati kita “Aduh duhh kayaknya gue kenal itu orang, tapi siapa ya?? Hmmm ayoo otak cepat pikir. Tangan gue langsung terjentik sempurna seiring ingatnya gue akan lelaki ini.


“Hmm Sonbaenim” Teriak gue manggil. Jujur, gue nggak tahu namanya makanya gue panggil sebutan senior. Hal yang gue ingat dia cuma salah satu anggota BT8 yang pernah ngegodain gue saat dibackstage diacara musik waktu itu. Dan pria yang gue panggil itu akhirnya dia noleh. Sambil gue menampakkan wajah gue ke dia dan dengan sangat terpaksa gue membiarkan wajah gue terekspos oleh beberapa orang yang berada disana termasuk lelaki yang nggak gue kenal itu.Sambil melambaikan tangan kearah dia dan menunjuk-nunjuk diri gue sendiri


“Sonbae ingat aku?? Aku Yuka, personil Angel. Kita ketemu diacara show case, ingatkah???” Awalnya ini


cowok nyuekin gue karna penampilan gue yang nyeleneh, tapi pas dia melihat gue lekat-lekat akhirnya ini orang ingat dan langsung memasang mimik wajah yang ikonik alias nggak biasa “Yuka Shi???” Gue balas dengan anggukan segera.


“Apa kau ingin masuk??” Tanya pria itu.“Aku mau menjemput Sonbae Hanji. Tapi aku tidak bisa masuk”“Ya sudah ayok ikut denganku” Pria ini nggak segan-segan pegang dan narik tangan gue ke dalam. Sementara sequrity pun nggak bisa bertindak, secara ternyata yang punya itu Bar ternyata cowok ini. Akhirnya kita masuk ke dalam aula Bar yang luar biasa elitenya kalau menurut gue. Didalamnya nggak perlu mikir lagi pasti kita sudah tahu yang didalam adalah orang-orang berpengaruh dan terkenal yang sedang melampiaskan hasrat duniawi, berpesta dan mabuk-mabukkan.


Gue nggak peduli kedatangan gue dengan salah kostum ini menarik perhatian orang, apalagi kedatangan gue bersama laki-laki terkenal yang cukup berpengaruh di industry hiburan Korea yang telah cukup terkenal didunia internasional. Bodo amatlah, gue cuma mau nyari satu mahkluk yang tadi nelfon, yang gue kira dia pasti udah


mabuk berat.  Gue berkeliling sendirian tanpa memikirkan pandangan orang-orang kearah gue. Baju yang sangat-sangat casual tak seperti pakaian para wanita-wanita dibar ini yang seksi abis, terluka dan glamour. Setelah puas berkeliling, ada pandangan yang gue yakini itu pasti Hanji. Lekuk tubuhnya gue yakin itu dia. Dres merah menyalah dan seksi. Wanita itu menutup wajahnya diantara kedua tangannya yang menumou diatas meja Bar.


“Sonbae?!” Panggil gue sedikit teriak kearah dia karna luar biasa suara music disini kencang banget. Hanji langsung melihat kearah gue karna ia tahu itu suara siapa. “Ohh Yuka Shi. Temanku” Hanji langsung merentangkan kedua tangannya sambil meraih tubuh gue dan terjadilah pelukan ala teletubbies.


Bersambung.


@yulia.fernanda__


Baca juga


* Cerita Julia dan Korea Selatan


* Cerita Julia dan Korea Selatan 2.


* Future Princess.