
Isi perjanjian
Yang harus dilakukan pihak Kedua. (Yuka Agnesia T)
1. Dilarang berhubungan atau memiliki pria lain.
2. Wajib memberitahu schedule yang dilakukan setiap harinya.
3. Harus tinggal dirumah pihak pertama sampai perjanjian berakhir..
4. Tidak boleh mengusik kehidupan pribadi milik pihak pertama.
5. Harus mengikuti keinginan dari pihak pertama dan dilarang membantah.
6. Harus menjaga kebersihan selama tinggal dikediaman pihak pertama.
Perjanjian ini akan berakhir 2 bulan setelah perjanjian itu ditandatangani, terima kasih.
“Demi sungokong dan para siluman lainnya. Apa disini semuanya serba perjanjian kalau terjadi sesuatu?? Gue baru tahu.”pikir gue kesal setengah mati.
Gue meletakkan isi perjanjian itu diatas meja dengan pergerakan agak keras sambil melihat kearah Park Jun Han secara intens.
“Bisa nggak point ke 3 dihapus saja??” Tanya gue menyidik.
Jun Han langsung menggoyangkan telunjuknya kearah Yuka, tanda tak setuju.
“Pleass, aku nggak bisa tinggal dirumah orang lain. Member yang lain bakal protes kalau aku tinggal diluar.”
“Katakan saja kau akan pindah. Kan kau tidak akan 24 jam dirumah ini. Kau juga bisa ke dorm mu juga”
“Arrghhh” Gue meremas rambut gue dengan keras sambil memperhatikan diri gue dari pantulan kaca didalam kamar mandi dikediaman Junhan. Gue menyapu keseluruh setiap sudut kamar mandi ini. Luar biasa konsep kamar mandinya terlalu mewah menurut gue. Bahkan didalam kamar mandi ada guci besar yang terpampang disudut kamar mandi. Gunanya apa coba??
Enggak Cuma 1 tapi ada guci-guci kecil didepan kaca yang telah diselipkan Bunga didalamnya. Ya ampun, sultan emang beda. Pikir gue!.
Dddrrrtttt….
Dering ponsel gue berbunyi. Gue langsung merogoh saku dan mengambil benda pipih itu dan mengecek siapa pelaku yang menelfon gue saat ini.
“Kak Melly??” Gue segera terima telfon dari dia dulu dan berjalan pelan menggerakkan tubuh gue ke tempat yang lebih nyaman. Dan gue akhirnya bersandar disebuah tembok tepat disamping guci besar yang ukurannya separuh tinggi badan gue.
“Ada apa kak??” Tanya gue keorang diseberang sana.
“Loe dimana??
“Ada urusan gue bentar. Entar lagi pulang kok”
“Kok loe enggak bilang sih kalau lagi keluar??
“Gue buru-buru tadi kak. Ada apa??
“Gue nelfon karna nyariin loe. Kalau urusan loe udah kelar segera pulang”
Prankkkkk….
Gue langsung membungkam mulut gue karna hampir saja akan menganga lebar. Gue baru saja menghancurkan guci milik Junhan.
“Haduhh, mobilnya aja belum gue lunasin, terus ini gue nambah hutang lagi???”
Gue segera merapikan beling-beling pecahan guci itu dan tiba-tiba Junhan datang tergesa-gesa bersama ajudannya masuk ke kamar mandi dan melihat gue yang sedang merapikan pecahan guci.
“Apa yang kau lakukan???” Jun han tampak marah saat melihat gucinya pecah ditangan gue.
Gue segera bangun dan merapikan posisi gue sambil menundukkan punggung gue meminta maaf.
“Maafkan aku, aku tidak sengaja memecahkannya. Maaf” Gue lupa menaruh sebagian pecahan guci itu sebelum meminta maaf yang masih berada didalam genggaman gue.
“T-tuan. Bukankah itu guci peninggalan mendiang kakek anda??” Tanya ajudannya mulai takut. Junhan tidak merespon kalimat ajudannya dan masih intens menatap gue yang mulai ketakutan, namun mendengar ucapan kalau guci itu merupakan peninggalan mendiang Kakeknya gue langsung frustasi. Air muka gue langsung berubah. Mati gue!.
“A-aku akan menggantinya. Walaupun terlihat mahal. Tapi aku akan bertanggung jawab” Tutur gue melemah tanpa berani memandang wajahnya. Gue yakin mimik muka pria ini pasti terlihat sedang kesal.
“Pak Lee, tolong rubah perjanjian itu dari 2 bulan, menjadi 1 tahun”
Duarrrrr…..
“Baik tuan” Jawab Mr Lee.
Gue langsung gemetar hebat saat mendengar jangka waktu kerjasama kita yang berakhir semakin lama. Gue harus terima karna ini kesalahan gue yang fatal. Gue harus tanggung jawab. Hati gue kesal dan secara reflek gue
menggenggam lebih erat pecahan Gucci yang ada ditangan gue hingga tangan gue sedikit robek dan meneteskan tetes demi tetes darah jatuh ke lantai.
Junhan melirik kearah tangan gue dan langsung segera meraih tangan gue dengan cepat “Apa yang kau lakukan?? Kau terluka” pria ini tampak lebih kesal lagi.
“Pak Lee cepat ambilkan kotak P3K” Ujarnya memberi perintah.
Kita akhirnya berpindah tempat diruang tamu dan Junhan pun serius membersihkan sekaligus mengobati luka ditelapak tangan kanan gue. Ya ampun, disisinya yang kayak begitu, ternyata dia baik juga.
.”Kau ini artis bukan?? Kenapa kau melukai tanganmu??”
Bukan apa-apa, gue hanya shock pas dengar perjanjian itu. “Aku hanya terkejut saja” gumam gue.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Baca juga
· Cerita Julia dan Korea Selatan
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2
· Future Princess.