
~~ Selamat membaca, semoga suka.
Pagi udah terik. Saat gue sadar dan masih dalam posisi berpelukan kayak teletubbies, gue pelan-pelan melepaskan diri dari pelukan ini anak. Pelan tapi pasti supaya nggak bangunin dia tidur biar dia bisa istirahat. Karna pagi ini gue harus ikut meeting untuk proses syuting MV nya Rayun karna entar lagi gue bakal berangkat
ke Swiss buat proses syuting.
Kita udah diruang meeting sama team, Rayun, managernya dan manager gue kak Melly. Apa yang perlu disiapkan dan sebuah skrip yang udah ditangan gue sekarang. Sebenarnya untuk MV kayak begini skrip nggak terlalu terpakai. Hanya perlu garis besarnya aja gue harus napain divideo itu.
Setelah meeting selesai gue keluar dari ruang meeting dengan langkah gontai dan nggak bertenaga. Gue melihat kembali isi skript yang gue dapat ditangan kanan gue. Bola mata gue berputar nggak percaya dan Rayun pun keluar dengan wajah penuh bingung lihat expresi gue.
“Kau kenapa?” Tanyanya
“Rayun, mending lo bunuh aja gue sekarang” Pikir gue.
“Gue belum makan” tentu aja bukan ini isi otak gue, melainkan isi skript yang menurut gue agak gila.
“Kau belum makan?” Rayun langsung narik tangan gue tiba-tiba.
“Hei. mau napain?” Tanya gue nggak suka main ditarik-tarik. emang gue sapi pake ditarik-tarik.
“Katanya kau belum makan, aku juga belum makan. jadi sekalian aja kita makan”
Ya udahlah gue nurut aja, lumayan dapat makan gratis.
Gue langsung lepasin tangan dia cepat-cepat. nggak enak diliat orang disini. Kan mereka tahunya gue lagi sama Jaehyun.
---
Kita lagi makan direstaurant yang nggak jauh dari Agensi. Dengan pakai ala-ala penyamaran kita masuk di restaurant itu. Awas aja kalau kita ketahuan paparazzi. Rayun duduk dihadapan gue dengan kaki menyilang sambil ngelihat isi buku menu, Gue duduk sama dia berasa duduk bareng si Edwin. Karna gue lagi diet, jadi gue cuma pesen makanan berbahan sayur-sayuran atau buah-buahan alias salad. Sedangkan si rayun bisa-bisanya pesen steak daging sama sup cream. Dia mau bikin iman gue tergoda.
Rayun dengan lahap menghabiskan seluruh makanan yang doi pesen, cepet amat kayak nggak makan seminggu. Doi langsung menyandarkan badan dan melihat gue yang masih belum selesai ngabisin salad. Sadar kalau gue dilihatin, gue pun balik lihat dia.
“Kenapa lihat aku gitu??” Tanya gue dan nyatanya gue masih lanjut terusin makan.
“Apa kau sudah siap ciuman bareng aku?”
“Uhukkk uhukkk” Seketika makanan yang gue kunyah tepat masih berada dikerongkongan gue, tersedak begitu aja dan kayak mau cari jalan keluar. Dengan sigap Rayun mendorong air putih ke hadapan gue. Sial bikin gue nggak fokus aja.
“Maksudmu tanya-tanya begituan??” Gue masih mengatur nafas gue setelah gue minum hampir segelas penuh.
“Ya kan di MV nya kita bakal ciuman, kamu udah biasa ciuman kan?” Gumam Rayun yang bikin gue emosi.
“Maksud lo?? Emang gue wanita murahan biasa cium-ciuman?? Gue langsung pelototin Rayun gara-gara omongannya yang gue nggak suka.
“Kok kamu jadi marah? kan aku cuma tanya” Rayun kayaknya merasa bersalah waktu dia bilang gue udah biasa ciuman, sialan lo Yun.
Drrrtttt.
Ponsel gue berbunyi ketika kita lagi sesungutan, bikin pecah suasana aja ni hp. Gue seketika lihat dilayar benda pipih persegi panjang yang gue punya tercentang nomor yang nggak gue kenal. Tapi gue yakin ini nomor korea punya.
“Yeobseo” Ujar Gue.
“Yuka shi, kau diminta untuk ke ruang CEO sekarang”
“Mo/Apa, Nega/Aku??? Ne gumauwo Miss” Gue langsung menutupnya dan buru-buru balik. Seketika Rayun langsung ikutan bangun ngelihat gue tergesa-gesa.
“Kamu mau kemana?”
“Aku harus balik. makasih ya traktirannya” Ujar gue langsung ninggalin Rayun gitu aja.
---
Gue udah duduk manis dihadapan CEO disofa ruang kerjanya bersama kak Melly dan Miss Dora.
“Yuka Shi, karna kontrak trainee mu adalah selama tiga bulan, jadi masih ada waktu dua bulan lagi untuk kamu bersiap-siap untuk debut”
“Debut??” Tanya gue ke CEO.
“Ya kamu akan persiapan debut sebagai penyanyi girlgroup, besok kamu akan tekan kontrak sebagai artis baru bersama calon debut yang lain.” Sahut CEO.
“Besok itu baru akan diinfokan siapa saja teman satu debut girlgroupmu. Jadi ketika telah ditentukan siapa. siang pukul satu kalian segera ke ruang CEO untuk menandatangani kontrak debut” Ujar Miss Dora menyambungkan.
“Besok semua trainee akan dikumpulkan untuk mendengar siapa saja dari mereka yang lolos debut. Dan karna hanya dirimu yang pastinya akan debut. Maka aku pinta kau pura-pura tidak tahu saja. Jadi ketika namamu dipanggil kau seakan-akan buat kalau kau baru tahu. Apa kau mengerti?”.
“Ne Sanjangnim” Jawab gue. Gila gue mau debut coi. Gue bawa nama Indonesia lebih terkenal lagi nanti.
---
Keesokan harinya para Trainee berkumpul di ruang aula. Tidak banyak trainee di agensi ini karna ketatnya untuk bisa masuk di agensi ini. Ada sekitar 30an. Tapi gue termasuk beruntung. Dengan skandal ini gue bisa masuk di agensi yang kata orang sangat-sangat sulit memasukinya. Nggak cuma para trainee yang berkumpul. Para
senior pun ikut datang untuk memberi support anggota trainee yang hadir.
CEO memasuki aula dan telah berada diposisi paling depan untuk membaca siapa saja yang bakal lolos debut periode ini. Apa gue harus pura-pura deg-degan aja biar kelihatan gimana gitu.
~ Jangan lupa dukung novel Love in Soeul city dengan Komen, Like, favorite dan sharingnya ya. Silahkan follow juga ig thor @yulia.fernanda__
Gumauwo.