LOVE IN SEOUL CITY

LOVE IN SEOUL CITY
Episode 60 / Villa Lavender.



“Haa, nggak ada siapa-siapa??. Apa orang salah pencet kamar??” batin gue dan gue pun lanjut menuju kamar Hanji dan berbaring lagi. Bisa jadi itu salah orang, pikir gue. Saat gue enggak terlalu fikirin si pencet bel, ternyata itu ulah si reporter. Ia menunggu disebuah sudut gedung. Ia membuka kamera dan melihat hasil jepretannya yang membuat ia tersenyum girang namun sedikit menakutkan. Sebenarnya ia bukan lagi seorang Reporter. Ia baru saja dipecat karna terbukti mangkir dari pekerjaannya karna selalu mengikuti Hanji sejak awal debutnya.


Ddrrtt ddrrtttttt. Ponsel gue bordering. Sesaat gue langsung mengangkatnya karna dari layar ponsel siapa yang menelfon gue.


“Ya Oppa”


“Aku sudah diloby, turunlah” Gue langsung segera keluar dan turun menuju loby Appartmen. Saat gue keluar si reporter melihat gue berjalan menuju lift. Ia tidak mengambil gambar gue karna ia enggak butuh dan dia juga enggak butuh ngikutin gue karna yang dia sukai hanyalah Hanji. Lift pun turun dan berhenti dilantai dasar loby. Dari kejauhan gue bisa lihat mobil Van terparkir didepan gedung. Gue buru-buru keluar dan masuk kedalam mobil.


“Kenapa cepat ??” Tanya Oppa yang dia pikir mungkin gue bisa saja lama.


“Dia udah keburu mabuk waktu aku nyampe sana. Aku bawa pulang aja” Balas gue. Lelahnya tubuh gue pun enggak sadar tertidur begitu saja dimobil. Oppa Junki yang melihat gue tertidur disampingnya pun kasihan melihat gue. Dddrttt dddrrtttt. Lagi-lagi ponsel gue bergetar diatas pangkuan gue. Oppa Junki yang tahu saat itu bingung hendak mengambilnya atau membiarkannya saja.


Sankin lelahnya gue enggak sadar dengan getaran ponsel gue. Dddrtt drrrttt. Baru lah setelah itu ponsel Oppa yang berbunyi. Ia segera mengambil handsfree Bluetooth dan menyambungkan saluran telfonnya. “Ahh nee nuna” Rupanya telfon dari Kak Melly.


“Junki ini gawat” Balas Kak Melly dari seberang sana. “Yee??” Balas Oppa bingung.


“Bawa sekarang Yuka ke dorm” perintah Kak Melly kemudian yang membuat lelaki setengah matang itu bingung. “Wae nuna / Kenapa??. Kami hampir saja tiba dikediaman Junhan”.


“Putar balik. Junhan barusan nelf nuna dan pamannya mengetahui Yuka tinggal disana. Dia memerintahkan untuk sementara jangan membawa Yuka ke kediamannya karna itu bisa membahayakan Yuka”


Oppa Junki berfikir sejenak, apakah karna Yuka pulang sebentar lalu pamannya Yuka tidak sengaja melihatnya dikediaman??.


“Nuna, Yuka memang pulang ke kediaman Junhan. Apakah pamannya saat itu berada dikediaman Junhan??”


Flashback.


Didalam pesawat Junhan panik. Sebelum memasuki pesawat, ia mendapat pesan “Gadismu cantik sekali”. Ia pun panik bukan main. Dan saat itu juga ia memerintahkan Sekretaris Lee untuk segera memberitahu Kak Melly untuk membawa gue pulang ke dorm Angel. “Kenapa dia ada dirumahku??” Tanya Junhan kepada Sekretarisnya yang


tentu saja ia juga bingung kenapa bisa.


Junhan berfikir keras agar keberadaan Yuka tidak diketahui. “Sekretaris Lee” Panggil Junhan. “Ya tuan” Balasnya. “Aku pulang ke Lavender saja” Itu salah satu kediaman mewah milik Junhan yang lainnya, heol jiwa miskin gue bergetar!!. “Baik tuan”.


Van hitam berhenti disebuah kediaman asri. Gaya rumah dengan arsitektur tradisional ini benar-benar mempertahankan rumah dizaman Korea dulu yang didiami oleh keluarga-keluarga bangsawan. “Yuka shi, bangunlah!!!” Oppa Junki membangunkan gue dan itu bikin gue merem melek “Hhmmm” Saat gue buka mata rasanya ada yang aneh. Apa sekarang Angel udah pindah dorm??. Tapi kok nuansanya kayak rumah-rumahan zaman dulu??.


“Kita udah pindah dorm???” Tanya gue ke Oppa. “Bukan, ini kediaman milik Junhan. Ada masalah dirumahnya jadi Oppa disuruh ngantarin kamu kemari. “Lalu barang-barang gue gimana Oppa??” Tanya gue sambil tetap mempertahankan rasa kantuk. “Katanya sudah ada yang atur” Balas Oppa. “Heol, daebak, omo-omo!!!” Gue masih enggak percaya kok bisa gue pacarin anak sultan.


Gue pun turun dari dalam mobil dan langsung disambut beberapa pria berjas hitam rapi. “Selamat malam Nona” Salam mereka ke gue sambil menundukkan badan. “S-selamat malam” Gue pun masuk kedalam rumahnya “heol!!!” lagi-lagi gue berdecak kagum dengan keindahan rumahnya. Ini orang punya berapa rumah sih??. Interior didalamnya justru klasik modern tapi enggak meninggalkan sisi tradisionalnya. “Nah, terus kamar gue yang mana??” Rumah ber satu lantai kayak gini cocok buat yang mau ngabisin masa tua. “Kau sudah tiba” Junhan mengagetkan gue tiba-tiba. “Ah kamjag/aku tekejut. Sssss. Kasih aba-aba dong kalau datang?!” Kesal gue.


Gue berdiri tepat disebuah pintu dan Junhan semakin maju kearah gue dan gue mundur pelan-pelan. “K-kenapa kau maju??” Kenapa ini orang makin dekat ke gue. Apa jangan-jangan gue mau dimakan disini???. Gue semakin


mundur dan alamak gue nggak bisa kabur lagi karna rupanya gue udah nyangkut di dinding. Junhan langsung ngunci gue dengan kedua tangannya yang menahan gue dikiri dan kanan. “K-kau mau apa??. J-jangan macak-macam ya??. G-gue teriak ni??!”.


Meski pun lo tampan, gue masih ingat sama Baek Hi. Gue masih setia sama Pangeran gue. Jangan macam-macam lo. Jangan mentang-mentang gue punya hutang terus lo mau sentuh-sentuh gue. Kesucian gue cuma buat suami gue Baek hi. Napas gue sesak karna gue bisa rasain bau wangi maskulinnya. Alamak wangi banget lagi?!. Plus suara nafasnya yang Oh My God. Seksi gilaa!. Sadarlah wahai Yuka.


“Serius gue teriak ni, Jinjja!” nafas gue makin tersengal-sengal. Gue berusaha buat micingin kedua mat ague. Tapi ya ampun lihat kulit dia yang mulus dan glowing gue serasa jadi wanita kalah. Dia pake skin care apa sih?!.


Klekk. Suara knop pintu terbuka dari belakang tubuh gue. Doi langsung senyum penuh kemenangan. “Ini kamarmu”. Shit!!!. Apa yang baru saja gue alamin??. Gue sudah suudzon. Dia ngegodain gue kayak gini???.


Emang nggak ada matinya ini cook cetar. Dia langsung berbalik dan membuka pintu dikamar sebelah gue. Jadi kita tetanggan gitu?!. Gue langsung masuk karna sudah keburu malu.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung terus dengan cara  vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga :


·         Cerita Julia dan Korea Selatan


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2


·         Future Princess.