
Gue berangkat ke kampus seperti biasa. Masuk dari pintu gerbang kampus. Gue merasakan keanehan pagi ini saat gue berangkat dari rumah sampai ke kampus. Semua mata memandang ke arah gue. Gue perhatikan baju gue dan gue juga berkaca di layar handpone gue dan sepertinya nggak ada yang aneh. Tapi seluruh mata selalu nggak
henti-hentinya mandang gue.
Gue stres lihat pandangan orang-orang. Pengen rasanya tanya sama orang yang liatin gue ada apa dengan gue.Tapi nggak ada keberanian. apa karna paras gue ? Gue emang sering dilihatin tapi ya nggak seaneh ini.
Gue langsung ke kantin kampus karna gue belum sarapan dari rumah. Gue terlalu malas buat masak. dan gue pesen Jjajangmyeon kesukaan gue. Gue nikmatin makanan gue walaupun dengan tatapan yang sama gue rasakan dari sekitar. Bodo amatlah gue udah lapar banget.
“Yukaaaa”
Dari jauh gue mendengar suara familiar yang malas gue hiraukan. dan mereka berbondong-bondong datang ke arah gue kayak orang mau nagih hutang ke gue.
“Yukaaaa, hari ini lo jadi selebritis” Gumam si Edwin tiba-tiba dengan sesak nafasnya yang menderu-deru.
“Apa yang terjadi sama lo?” Gumam si Puput.
“Pokoknya lo cek youtube sekarang atau instagram atau twitter. lo jadi tranding topik sekarang” Ungkap sonya yang sama halnya sesak nafas efek berlaria ke arah gue.
“Jinjja/beneran?” Gue langsung cek hp gue dan DAEBAKKKKK.
Video gue memainkan Biola malam tadi tersebar luas di jejaring sosial, bukan karna kepiawaian gue main, tapi karna air mata gue menghayati tu lagu. Nitizen ngecap gue dengan respon positif karna gue main sambil nangis. Ya Lord mimpi apa gue tadi malam kenapa jadi kayak gini ?
Pantesan seluruh mata nggak berhenti mandangin gue, rupanya karna ini. Baiklah gue nikmatin aja, toh nanti bakal redup sendiri kalau udah ada yang lebih menarik.
“Kok bisa asih lo main Biola sampai nangis gitu?” Ucap puput penasaran.
“Gue terlalu menghayati tu lagu, ehh gue nangis tiba-tiba.” Ucap palsu gue, nggak mungkin gue bilang karna patah hati kan?!
“Lo serius Ka ? Lo nggak lagi patah hati kan?” Ucap Edwin menatap gue dalam-dalam.
“Emangnya gue pernah bohongin lo?” Ucap gue lebih menantang.
“Ya ya oke lah, yang penting kalau lo ada masalah, lo cerita ke kita. jangan di pendam sendiri,” Ungkap Sonya prihatin.
“Ne Arasso/aku mengerti” Jawab gue singkat.
---
Video gue memainkan Biola sampai juga ditelinga Baek Hi, dia terlihat fokus melihat video gue. Sayu matanya terlihat berbeda saat ngelihat video gue bermain Biola. ada rasa campur seperti Iba, rindu dan bersalah tercampur ditatapannya.
Malam itu Baek Hi tergeletak dikamarnya karna mabuk berat. Botol minuman dimana-mana berserakan di Appartmen pribadinya. Disamping rasa stress yang dialaminya karna akan comeback album, disisi lain karna dia tidak bisa memperjuangkan Yuka. Ia takut membawa Yuka ke dalam masalah karna jati dirinya yang seorang selebritis terkenal.
Salah satu membernya menjenguk Baek Hi atau Baek Yeol saat itu yakni Suho. Suho kaget melihat isi appartmen Baek Yeol yang berantakan dan berbau alkohol. Suho tahu apa yang dialami Baek Yeol karna ia sering menceritakannnya dan hanya dia yang tahu. Sebagai seorang sahabat ia juga bingung harus berbuat apa.
---
Tiga bulan berlalu. ASLAN telah comeback album dan telah melewati masa promosi. selama itu juga Baek Hi tidak datang ke Appartmen Gue. Gue sudah mulai terbiasa tanpa Baek Hi walaupun masih belum 100%.
Sebentar lagi upacara kelulusan gue dan orang tua gue akan ke Korea. Gue bingung mau taruh barang-barang Baek Hi dimana. Nggak mungkin gue taroh ditempat anak-anak, ntar mereka curiga. Akhirnya gue bawa ke tempat penitipan barang sementara sampai orang tua gue pulang lagi Ke Indonesia.
---
Hari ini upacara kelulusan gue. Topi toga sudah menancap di kepala gue, Ditemani orang tua dan adik gue yang datang jauh-jauh dari Indonesia. Gue bahagia hari ini. Gue lupakan rasa patah hati gue saat ini demi nyenengin orang tua gue. Setelah upacara kelulusan, gue bawa mereka jalan-jalan keliling Korea selama seminggu.
“Nak, besok kami akan pulang. Apa kamu nggak sekalian pindah ikut kita ke Jakarta?”
Mendengar kata Ayah, aku mulai berfikir, aku sudah lulus dan akan kembali ke Indonesia jika sudah menyelesaikan studi. Tapi ada sesuatu yang membuat keinginan gue tertahan untuk pulang. Nggak tahu kenapa.
“Yuka harus membereskan yang disini dulu sampai Yuka bisa pulang.” Jawab gue dengan pelan tapi pasti.
“Jangan lama-lama nak” gumam Ibu gue.
“Ya bu” Jawab gue.
---
Orang tua gue udah berangkat balik ke Indonesia. Tinggal lagi gue sendiri. Anak-anak sih masih disini dan keluarga mereka juga balik ke Indonesia karna pekerjaan. Entah apa yang memberatkan langkah gue untuk pulang. Dan gue pun balik ke Appartmen dengan langkah penuh dengan pikiran-pikiran.
Malam hari saat gue membuka pintu appartmen dan masuk.
Gue terdiam seribu kata dan mematung. langkah gue tertahan oleh seseorang yang berada dihadapan gue. Sesaat pikiran-pikiran emosi merajalela dihati gue. Ingin rasanya gue memakinya yang lagi memegang setumpuk bunga mawar putih ditangan kirinya sambil tersenyum di hadapan gue.
“Baek Hi Shi” Panggil gue parau.
“Lo masih ingat buat kesini?” Lanjut gue sambil menatapnya dalam-dalam.
“Chukkae/Selamat atas kelulusan mu Yuka shi” Gumam Baek Hi sambil menyodorkan setumpuk bunga
mawar putih gue.
* Sampai jumpa di episode selanjutnya. Jangan lupa Love\, Favorite\, share dan rating yang banyak ya.
Kamsahamnida yeoreobun *