
Syukur banget gue bisa change tempat duduk dengan salah satu penumpang ahjussi dan dia duduk bersebalahan dengan Baek Hi dan gue duduk paling belakang. Teman-temannya bingung dengan kelakuan kita yang saling menjauh satu sama lain tapi gue bodo amat. Dia udah bikin gue benci sama dia.
Perjalanan menuju korea masih panjang. Gue mutusin buat dengarin musik sambil tidur.
Kenapa gue kayak gini??? Dan kenapa dia over protective gitu ? Kita nggak ada hubungan apa-apa kenapa dia yang repot ?. Gue emang berharap lebih sebenarnya tapi gue merasa nggak pantas.
---
Keesokan harinya pukul 09.40 pesawat mendarat di Bandara International Incheon. Gue langsung buru-buru turun dari pesawat biar nggak berpapasan sama dia. Gue penumpang paling pertama yang keluar dari badan pesawat dan buru-buru ke bagian imigrasi buat cek passport.
Saat menuju keluar dipintu kedatangan semua orang berlarian dan heboh. Ada apa sih?? Pikir gue kesel..
“ASLANN”
“Aaaaaaaa”
Teriakan itu menggema ditelinga gue. ya ampun kuping gue mau tuli rasanya dengar teriakan mereka. Aslan ??? rasa-rasa pernah dengar tu nama tapi dimana ya? Tapi gue nggak peduliin dan segera mengambil taksi dan meninggalkan bandara dengan segera.
---
Gue akhirnya nyampai di Appartmen dan langsung mengistirahatkan badan gue dari letihnya rasa tubuh gue seharian dipesawat. berangkat pagi nyampenya pagi lagi. Astaga tulang belulang gue rasanya remuk. perjalanan yang nggak ada faedahnya bagi gue. Bikin sakit hati gue.
Tokk tokk tok....
Pintu kamar gue digedor entah tamu dari mana yang datang. Gue terlalu lelah untuk berdiri dari ranjang kesayangan gue. Tapi suara gedoran pintu nggak berhenti-henti dan memaksa buat masuk. Siapa sih?? Pikir gue emosi.
“Yuka Shi, bukalah pintunya” Ternyata Baek Hi yang gedor-gedor pintu.
Kalau nggak gue buka pasti tetangga ribut dan marahin gue, terpaksa gue langkahin kaki dan segera ngusir dia dari tempat ini.
Klik..Knop pintu gue buka dan dia langsung masuk tanpa basi-basi dan menutup pintu kamar
gue.
“Ngapain lo kesini?” Dengan nada tinggi gue ke arahnya.
“Kenapa lo pergi gitu aja?” Tanya Baek Hi kesel ke gue.
“Masih perlu gue nungguin lo disana?” Tanya gue balik ke dia.
Perasaan gue langsung campur aduk seketika saat dia memegang kedua telapak tangan gue. Entah perasaan apa ini namanya gue nggak ngerti. yang jelas gue nggak boleh suka sama dia. Gue nggak sanggup natap matanya yang indah.
Gue langsung lepasin genggaman tangan Baek Hi dan mengusirnya keluar dari kamar gue.
“Garago/pergilah. gue nggak mau lihat lo disini” dengan nada yang mulai bersahabat gue mencoba ngusir dia baik-baik.
Baek Hi langsung memeluk gue dengan erat.
“Maafin gue, plis maafin gue.”
Gue seakan-akan terkunci dari pelukannya dan nggak bisa lepas.
“Lepasin gue” Gumam gue mencoba lepasin pelukannya.
“Lepasin nggak??” Sekali lagi gue memohon tapi airmata gue nggak terbendung lagi. mata gue memerah dan mengeluarkan airmata seketika.
Gue pukul dia berulang-ulang meskipun daya tenaga gue abis karna sesak pelukannya. Ada apa dengan hati gue?? Apa gue menyukainya? Seketika gue membiarkan dia memeluk tubuh gue karna perasaan gue dan rasa nyaman gue. Aroma tubuhnya yang gue rindukan berkali-kali. Kekar dan tinggi tubuhnya yang menghangatkan tubuh gue. Meskipun gue setinggi dagunya tapi gue merasakan betul alunan nafas dan detak jantungnya.
Kenapa dengan hati gue ?? Berulang-ulang gue tanyain itu ke pikiran gue sampai gue bosan, karna dia terlalu sempurna bagi gue dan gue nggak pantas.
“Hiks” Nggak terelakkan lagi kesedihan gue, gue mencoba menangis dikedua dada bidangnya. Dia tetap memeluk gue dengan hangat dan mengusap-usap kepala belakang gue dengan lembut.
“Gue cuma bosan dan jalan-jalan disana, tapi lo bentak-bentak gue, hhuhuhuuu” Ujar gue lirih sambil menahan isak tangis gue.
“Maafin gue, gue nggak kontrol emosi gue” Jawabnya dengan suara parau dan dia mencium puncak ujung kepala gue.
“Ahahaaaa lo jahat” Isak tangis gue semakin menjadi.
Baek Hi perlahan-lahan melepaskan pelukannya, Ia menatap ke arah gue dan menatap mata gue dalam-dalam. Seketika kami saling berpandangan satu sama lain. Manik-manik yang indah gue lihat dari pelupuk matanya. Rasa teduh yang gue rasakan. Pelan-pelan wajahnya semakin mendekat dan membius, gue biarkan mata gue tertutup dan membiarkan ia mencium bibir gue dengan lembut.
Gue nggak tahu apa dia udah gosok gigi atau belum, tapi bibirnya terasa manis gue rasakan. Entah kenapa gue membiarkan bibir gue terbuka sedikit sehingga dia mulai memainkan lidahnya dan bermain dibibir gue.
Gue merasa terhipnotis, Gue menyukai ini dan gue semakin ingin melakukannya berulang-ulang. Ciuman pertama gue dengannya meskipun manis. namun tanpa status hubungan yang jelas. Bodohkah gue???
Ciuman itu perlahan-lahan kita hentikan. Dan dia memeluk gue kembali, dan gue membalas pelukannya.
Karna rasa lelah gue dan dia, kita tidur terlelap diranjang saling berpelukan tentunya masih pake baju. Gue nggak akan melepas dengan enteng pakaian gue sebelum janur kuning melambai. Gue hanya berharap perasaan gue salah dan berlalu dengan segera setelah ini.
* Sampai jumpa di episode selanjutnya. Jangan lupa Love\, Favorite\, share dan rating yang banyak ya.
Kamsahamnida yeoreobun *