
Setelah sore harinya gue melakukan meeting mendadak dengan CEO, akhirnya kita balik ke dorm. Selama dalam perjalanan pulang, kita hanya saling diam tanpa mengeluarkan suara sedikit pun hingga kita tiba dikediaman.
Saat persatu kita turun keluar dari mobil, kak Melly yang saat itu masih duduk setia dibangku kemudinya, lalu memanggil gue dari dalam kaca mobil. “Ka, kita bisa ngobrol bentar nggak??” Dan yang tertinggal hanya kita berdua saat ini diteras dorm. “Oke” Jawab gue sambil mulai melangkahkan kaki gue duduk disampingnya didalam mobil.
Kita sama-sama terdiam, padahal gue udah nunggu sekitar 5 menit buat kak Melly ngomong duluan.
“Apa yang terjadi sebenarnya??” Itu kalimat pertama dari kak melly.
“Kak jangan khawatir, aku bakal selesaikan ini dengan cepat.”
“Jawab!” Kali ini kak Melly lebih keras dengan intonasi sedikit mengeras..
Gue menghela nafas sejenak. Memang nggak bisa gue bohongi seorang Kak Melly. Dia adalah wanita kepo yang sangak peka terhadap gue.
“Ini karna gue sudah ngerusakin mobil dan Guccinya”
“Mobil????”
“Gucci???”
Tanya Kak Melly yang mengulang kalimat gue.
“Gue akan ceritain semuanya supaya lebih cepat. Awalnya gue rusakin mobilnya dan mobil itu adalah Porche dan nilai kerusakannya sekitar 100 Juta lebih. Gue minta waktu buat melunaskan, tapi dia cuma kasih waktu 1 bulan dan itu nggak mungkin. Kakak tahu kan kalau kita masih belum dapat bayaran resmi”
Kak Melly masih membiarkan gue menyelesaikan isi permasalahan gue sampai selesai.
“Terus waktu gue permisi ke toilet. Di toilet itu banyak guci yang dipampang dan 1 gucci besar. Saat gue terima telfon gue nggak sengaja nyenggol Gucci itu dan akhirnya pecah. Karna itu lah pria itu menggunakan perjanjian seperti dating yang awalnya 3 bulan karna kerusakan mobil, jadi bertambah 1 tahun karna ditambah Gucci. Gitu ceritanya kak”
“Kenapa harus perjanjian kontrak pacaran?? Malah mereka nggak minta dipublish lagi???”
“Gue juga nggak tahu kak. Karna perjanjian itu, gue harus pindah kerumahnya”
“Sekarang gini deh, apa untungnya buat dia pacaran sama kamu yang notabanenya seorang selebritis tapi nggak dipublish ke kahalayak umum??? Kan nggak ada untungnya buat dia?!” Tanya Kak Melly sedikit curiga.
“Gue nggak mikir kesana kak, yang penting gue jalani aja biar hutang gue lunas”
“emang berapa sih hutang loe sama dia?? Mau pakai uang kakak nggak??” Melly menawarkan bantuan.
“Emangnya kakak punya uang segitu??”
“Ya kalau cukup entar kakak pinjamin”
Gue menatap lekat-lekat wajah Kak Melly karna sedikit nggak percaya. Emang wanita yang sudah bertahan sama gue 4 tahun ini punya uang berapa banyak ??
“Kakak emang punya simpanan 3,4 M ??” Tanya gue sedikit polos yang langsung dibalas nanar sama Kak Melly. “M?? Milyar maksudnya??” Tanyanya enggak percaya.
“Maldo andwae” Gumam Kak Melly tak percaya dan gue yakin dari raut wajahnya pasti enggak mungkin dia punya simpanan segitu.
Drrrtttttt. Dering ponsel gue berbunyi dari Pak Lee Sekretaris Jun Han. Gue langsung menerimanya “Ia Pak Lee” Tanya gue ke seorang diseberang sana.
“Nona, saya sudah didepan dorm anda. Tuan menyuruh saya untuk menjemput anda dan pindah kekediaman hari ini.”
“What????” Gue berteriak didalam mobil setelah mendengar penjelasan tak logis dari Sekretaris Jun Han.
“Hari ini???” Tanya gue balik yang langsung dibalas ia oleh Sekretarisnya. “Benar nona”. Dan benar, saat gue turun tiba-tiba dari mobil dan membuka pintu pagar. Pak Lee sudah menunggu didepan mobilnya dengan posisi ponsel masih melekat ditelinga samping kanannya.
“Dia yang akan membantu anda untuk bersiap-siap nona” Seseorang langsung saja keluar dari pintu mobil samping, menutup dan lalu memberikan salam kepada gue.
“Selamat sore Nyonya, saya Oh Son gee yang akan membantu nona bersiap-siap.” Ujarnya dengan sopan.
“Jangan panggil aku nyonya, aku tidak menikah dengan tuan kalian” Gumam gue sesaat. Orang kaya emang beda.
Gue akhirnya bersiap-siap dibantu oleh wanita yang bernama Oh Son Gee. Gue bawa barang seperlunya aja karna kan nggak pindah habis. Gue hanya membawa beberapa pakaian seadanya aja. Kalau ada yang kurang, gue tinggal pulang ke dorm buat ngambil.
“Apakah hanya ini saja Nyonya??” Son gee memperhatikan isi koper gue yang sedikit “Ia hanya itu saja” tutur gue.
Setelah siap-siap, Gue langsung pamit dan pergi dengan mobil Pak Lee. Serasa pindah rumah beneran kalau pakai pamit-pamitan gini.
Gue telah sampai dikediaman pribadi Jun Han. Rumah yang gede banget kayak istana Gyeongbokgung ini dihuni beberapa orang termasuk Jun Han sendiri. Dan kedatangan gue langsung disambut dengan wajah jutek Jun
Han. Dia memperhatikan gue dari atas sampai bawah “Kau hanya membawa koper kecil itu ??” Tanyanya nyindir.
“Aku tidak banyak memiliki baju, jadi aku hanya bawa seadanya saja. Selebihnya aku tinggal didorm”
“Kau kan selebritis, pasti banyak baju yang kau miliki” Gue malas meladeni pria kekurangan kelembutan kayak gini. “Katakan saja dimana kamarku” Pusing gue dengarin omelannya. Suka-suka gue lah mau bawa baju
berapa banyak.
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung dan baca juga :
· Cerita Julia dan Korea Selatan
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2
· Future Princess.