
Tibalah Hari H acara. Gue udah siap-siap dari jam dua siang. Gaun Red Carpet sama acara panggung gue berbeda. Gaun untuk red carpet gue berwarna hijau muda sedangkan setelan gaun panggung gue sama warnanya dengan Oppa Henry yakni Putih.
Sebuah mobil Van sudah menunggu gue di loby. Kita turun dan masuk kedalam mobil. Saat sampai di tempat acara. gue melewati Red Carpet sendiri. Semuanya berjalan lancar dan gue udah ambil beberapa foto untuk para wartawan dan fans yang menunggu disana. Gue juga sempat kasih tanda tangan buat para fans dan berfoto
dengan mereka.
Setelah sibuk dengan red carpet gue memasuki gedung acara. Banyak rekan-rekan artis disana. Dan gue juga sempat berkenalan dengan mereka. Mereka juga takjub banget gue bisa bahasa mereka.
Deg.. deg...deg....
Sebuah wajah yang udah lama gue impikan tiga tahun ini. Gue terdiam. Detag jantung gue berpacu. Entah dosa apa yang gue perbuat hingga gue harus ketemu dengannya. Gue berusaha mengallihkan pandangan gue.
Ingat disini pasti banyak pasang mata dan kamera. Jangan sampai gue terekam kamera dan dilihat mereka. Selang beberapa lama gue disitu akhirnya gue dipanggil staff untuk ke backstage. Untungnya dia lagi nggak ada di kursi pengisi acara jadi gue bisa leluasa menuju belakang.
Saat ini gue lagi di backstage. Gue ganti baju dan kembali latihan sebentar. Jangan sampai gue grogi. Kak melly pun masuk ke backstage dan ngelihat gue lagi di makeupin oleh stylishnya yang udah disediain oleh promotor. Gue mengangkat tangan gue untuk memberi kode berhenti sebentar. Gue bangun dan gue tarik tangan kk Melly yang sedari masuk memegang ponselnya.
“Kak kenapa lo nggak bilang kalau Aslan tampil diacara ini?” Gue pandangi wajah kk Melly lekat-lekat. Gue benar-benar kecewa dengan kak Melly saat ini.
“Kakak sengaja nggak bilang karna takut ngerusak kosentrasi kamu” Ujar kak mel.
“Ngerusak kosentrasi??. Kak barusan gue udah lihat dia. dan hati gue cemas”
“Loe harus hadapin ka. Ini industri hiburan. jangan sampai gara-gara dia kamu ngerusak acara. Pihak pomotor dan orang-orang nggak akan peduli dengan kondisi kamu” Penyampaian Kak Melly cukup buat gue bergetar. Secara nggak langsung doi bikin gue harus bisa tegar. Hello. gue bukan Rossa yang bisa setegar itu.
“Sekarang kamu buktiin aja, kalau tanpa dia kamu bisa melewati semuanya. Tunjukin siapa kamu” Ungkap Kak mel.
Oke kali ini beliau ada benarnya juga. Gue kembali duduk dan makeup kembali. Industri hiburan memang kejam. Tiba-tiba Oppa Henry masuk ke dalam dan nyemperin gue.
“Oh My God Yuka. You are so beautiful” Sahutnya memuji gue. Dia baru tahu kalau gue cantik seantero jagat raya.
“Makasih oppa. Oppa juga ganteng maksimal malam ini” Sahut gue.
Gaun kak gunawan kali ini nggak pernah bikin gue kecewa. Rok kembang payung dan kain yang menutupi dari dada hingga perut atas gue, dan sengaja memperlihatkan perut datar gue. Ini mah keterlaluan seksinya pas awal gue terima gaunnya. Rupanya kak Gunawan langsung kasih renda tembus pandang buat nutupin area bahu dan
dada. Tetap aja perut gue kelihatan sebagian.
Akhirnya inilah saatnya kita tampil. pertama-tama menampilkan video kita saat syuting. Ceritanya gue adalah wanita jelmaan dari Biola milik Henry. Setelah selesai menampilkan cuplikan MV. Diujung sudut panggung tubuh gue diikat untuk diterbangkan ke tengah panggung nanti setelah Henry masuk. Malam ini gue bakal terbang cui
kayak burung. Jantung gue mau meledak rasanya.
Setelah Henry masuk perlahan-lahan tubuh gue diterbangkan dan dibawah ke tengah-tengah panggung. Saat akan dibawa, gue memainkan Biola gue saat masih diatas. Hampir aja keseimbangan gue buyar. Tapi karna para pasang manik melihat gue penuh takjub gue langsung memainkan musik gue dengan penuh gaya.
“Apa itu yuka??” Tanya Doyoung.
“Nggak salah lagi itu yuka” Sambung antusias Doyung.
Jaehyun dan Beberapa member Aslan takjub lihat penampilan gue.
“I-itu Yuka kan?” Tanya Suho ke arah Yeol.
“Ia itu dia” Jawab Yeol dengan suara pelan namun lirih.
Saat tubuh gue terbang sempurna dan mendarat dipanggung, lampu pun dipadamkan agar tidak terlihat para staff melepaskan alat yang menempel ditubuh gue. Barulah beberapa saat lampu dihidupkan kembali dan kita mulai dengan aksi panggung kita yang nggak kalah keren dari penyanyi yang lain.
Permainan Biola dan dance yang udah gue latih selama ini. Ditengah-tengah pertunjukan gue melepas sanggul rambut gue buat nampilin aksi spektakuler gue.
Mata Baek Yeol nggak lepas-lepas dari gue. Dan tentunya gue nggak akan ngelihat dia. Semuanya sorak-sorai termasuk artis-artis pengisi acara. Itu artinya performa kami cukup membuat yang ada dipanggung ini terhibur.
Prokkk prokkkk.....
Tepuk tangan menandakan aksi panggung kami telah usai. Kami membungkuk mengucapkan terima kasih dan kembali ke Backstage.
“Waaaaaaaa” Itu teriakan kita waktu di backstage diikuti dengan henry dan rekan-rekannya. Aksi panggung kami sukses membuat para penonton dan yang lainnya ikut terpukau dengan aksi panggung kita.
“Yuka shi, saat kau melepas rambutmu itu sangat-sangat luar biasa dan keren. Aku hampir saja tidak fokus karnamu” Ujar Henry.
“Jinjja/benarkah?. Wahh kamsahamnida” Sahut gue seneng.
---
Karna para pengisi acara harus kembali duduk dipodium setelah tampil. Gue ganti baju dulu. Karna nggak berani sendiri, gue bareng dengan Oppa Henry kesana.
“Oppa, bisakah kita bareng ke podium?? Aku malu” Ujarku kepada Henry.
“Baiklah, ayo pegang tangan Oppa” Dan nggak tahu malunya gue beneran mau aja megang tangan dia. Saat tiba di podium, semua mata ngelihat ke arah kita. Bukan karna kedatangan kita, tapi karna pegangan tangan kita layaknya orang pacaran. Anjirr baru gue sadari kalau gue gandengan tangan dengan Oppa Henry. Gue buru-buru
lepasin tangan gue biar nggak terkena rekaman video dari para pemburu nitizen.
“Apa mereka baru saja bergandengan tangan?” Ungkap Doyoung tak percaya.
Jaehyun terdiam, sementara Baek Yeol manik-maniknya mulai menampakkan ketidaksukaan. Gue bodo amat dan duduk disamping Oppa Henry. Gue membelakangi Baek Yeol. Saat mata gue bertemu dengan Jaehyun dan Doyoung, gue langsung ngedadahin mereka dari jauh sambil tersenyum. Jujur gue kangen sama makhluk glowing itu.
Acara begitu lama berlangsung. Lelah sih tapi gue harus tahan sampai pulang. Disela-sela acara gue ke kamar kecil karna gue dari tadi nahan pipis. Jangan sampai gue ngompol disini. Saat dikamar kecil setelah gue pipis, gue rapiin diri dikaca. Dan saat gue melihat pantulan gue dikaca tiba-tiba gue melihat Baek Yeol dibelakang gue. Astaga kenapa dia ada dibelakang gue? Gue reflek langsung kebelakang dan menghadap ke dia.
“Kenapa lo disini??” Gue melihat ke sekeliling apakah gue salah masuk kamar kecil atau tidak tapi gue yakin gue nggak salah. Baek Yeol tetap terdiam sambil melihat gue lurus.
Gue langsung pasang kuda-kuda untuk ninggalin Baek Yeol dan berlari, namun sayangnya langkah gue tertahan dan dia berhasil mendorong dan menahan gue didinding kamar kecil. Dia langsung ngunci gue dengan kedua tangannya dan berhasil membuat gue nggak bisa kabur darinya. Seketika gue gemetar dan takut apa yang
bakal dilakuin anak ini.
“Baek Yeol shi, lepasin” Bentak gue dengan pelan ke dia.
“Kemana kau selama ini?” Tanyanya sarkas ke gue.
Gue berusaha buat ngedorong dia tapi kekuatan gue nggak akan sebanding dengan pria dihadapan gue. Kedua manik gue mulai berkaca-kaca semoga ini hanya mimpi. Baek Yeol langsung mencium bibir gue brutal. Gue langsung dorong dia kuat-kuat dan dia berhenti.
Plakkk......
Gue tampar dia karna dia udah ngelecehin gue.
“Michyeoseo/kau gila??” Gue langsung bersihin bekas ciuman dia dengan tangan gue, jijik gue rasanya.
“Apa kau tahu aku selama ini mencarimu???” Sahut Baek Yeol dengan nada tingginya.
Deg...... Jantung gue kembali berdetak.
~~ Bagaimana selanjutnya hubungan Yuka dan Baek Yeol,?? Ditunggu episode selanjutnya ya.