LOVE IN SEOUL CITY

LOVE IN SEOUL CITY
Episode 25 / Berpisah.



Drrrtttt.... Kali ini telf gue kembali berdering. gue lihat panggilan telf dari Baek Yeol. Gue nggak sanggup dengar suaranya. Apa yang harus gue bilang.


Baek Yeol berusaha telf gue berkali-kali tapi nggak gue angkat. dia sampai membuang ponselnya ke sembarang arah karna emosi. Berita itu akhirnya bocor hingga ke telinganya. Tapi info itu masih belum dipercayainya 100% karna pihak agensi belum memberi info valid ke media.


Nggak lama kemudian berita gue dating dari agensi sudah dipublikasikan. Pihak agensi Jaehyun membenarkan kalau gue dating dengan Jaehyun. Tamatlah riwayat gue. Dan hari itu juga gue langsung pulang ke Indonesia. Suasana di Bandara Hongkong sedikit agak ramai. Banyak dari mereka yang tahu dengan wajah gue. Gue


ngerasain tatapan yang berbeda-beda. Ada yang senang dan ada juga yang sinis. Gue nikmatin aja sampai gue didalam pesawat.


Saat sampai di Jakarta, para wartawan ramai nungguin gue di Bagian pintu kedatangan. Gue syok. Anjirr banyak banget wartawan yang nungguin.


“Kak gimana ni?? hubungi agensi donkk suruh bawa bodyguard gitu” Ujar gue ke kak Melly.


“Nggak perlu, kita minta bantuan dengan pihak bandara aja.” Sahut kk Mel.


Akhirnya pihak bandara membantu proses gue keluar menuju parkiran mobil. Saat sampai dirumah hal yang sama juga terjadi. Didepan rumah gue juga penuh dengan fans dan wartawan. Ya ampunn hidup gue bakal nggak nyaman setelah ini.  saat memasuki rumah, gue disambut kedua orang tua gue. Gue langsung menghampiri mereka dan memeluk mereka. Sepertinya mereka tahu apa yang terjadi. Ini enaknya punya orang tua yang ngerti dan paham


kondisi anaknya.


Kak Melly lalu menjelaskan detailnya ke keluarga gue. dan mereka paham.


Selama seminggu ini gue harus siap-siap pindah. Gue tetap bakal bawa Kak Melly dan Sarah ke Korea untuk membantu gue selama disana. Meskipun mereka nggak terlalu bisa bahasa Korea. Tapi nanti dengan mereka tinggal disana, lama-lama mereka akan terlatih sendiri. Gue juga awalnya nggak 100% bisa bahasa Korea, tapi


karna gue tinggal di Korea, lama-lama gue bisa dan pasif.


Cuma dikasih waktu satu minggu untuk siap-siap. kedua orang tua gue juga ikut ngantar gue ke Korea. Baiklah ! Jalani aja kalau memang ini jalannya.


---


Gue udah tiba di Korea. Dengan perjuangan melewati beberapa kerumunan wartawan dan fans yang menunggu di Bandara membuat langkah gue sedikit tersendak disana. Jaehyun alias pacar palsu gue juga datang buat jemput gue dibandara. Keadaan bikin tambah kacau dibandara pas dia nunggu gue di pintu kedatangan. Kedua orang tua


gue, Kak Melly dan Sarah terkejut dengan kehadiran Jaehyun.


Mereka terpukau dengan ketampanan Jaehyun apalagi senyum mautnya yang bikin hati semua wanita meleleh seketika. Dia sengaja jemput gue dengan dua mobil. kita naik mobil pribadi berdua, kedua orang tua gue, kak melly dan sarah di mobil Van. Gue duduk dibelakang dengan Jaehyun yang disupiri oleh seorang Ahjussi.


Gue cuma bisa diam dan nggak bicara apa-apa. Sementara Jaehyun juga merasa bersalah dan sesekali nyuri-nyuri pandang ke gue.


“Maaf, gara-gara aku, kamu jadi kena masalah” Ujar gue yang langsung membuyarkan suasana.


Gue melihat ke arah tangan gue yang dipegang Oleh Jae dan setelah itu berbalik melihat ke arahnya. Doi langsung tersenyum melihat gue. Senyuman yang bikin gue pangling. Siapapun wanita yang ngelihat pasti langsung jatuh hati ke dia.


Akhirnya gue tiba di sebuah Appartmen. Jaehyun uda nyari tempat tinggal buat gue sebelum gue tiba di Korea. Kita memasuki appartmen dan memasukkan barang-barang kesana. di Appartmen itu kamar hanya ada dua. Kak Melly dan Sarah bakal tinggal ditempat yang berbeda.


Mereka sebelumnya udah review tempat sebelum tiba di Korea dan katanya mereka akan menginap disitu. Ya udah gue paham kalau emang itu mau mereka. Appartmen ini hampir sama besarnya dengan appatmen gue dulu. Dengan dua kamar dan masing-masing kamar mandi. Dapur, tempat laundry, ruang pakaian dan ruang santai.


Gue nggak nafsu buat beres-beres. Gue lebih milih tidur untuk istirahatakan badan gue dari penatnya perjalanan. Jaehyun udah pergi karna masih ada pekerjaan. Sarah bantu beres-beresin koper gue diruang pakaian. sementara gue tidur. Kedua orang tua gue lebih milih jalan-jalan. Sedangkan Kak Melly pergi ngantar barang-barangnya ke appartmen barunya dengan sarah. Karna Sarah bantu gue beres-beres, jadi Kak Melly lah yang bawa barang sarah.


---


Malam itu, gue ketemuan dengan Baek Yeol. Kita ketemu dibelakang kediamannya. dengan memakai penyamaran agar tak dikenali orang-orang.


Gue nggak berani natap wajahnya. Gue merasa bersalah. Laki-laki dihadapan gue saat ini yang udah hampir 3 tahun nggak bertemu dengan susah payahnya dulu gue ngelupain dia, disaat kita udah balikan, tiba-tiba aja kita harus pisah karna rumor.


“Maafin aku” Ucap gue lirih tanpa melihat ke arahnya.


Seraya itu pertahanan diri gue lemah. air mata gue lolos begitu aja dibalik masker. Harusnya disaat ini gue ceritain yang sebenarnya ke dia. Laki-laki dihadapan gue manik-maniknya seakan menyulut api kemarahan.


“We/kenapa?. Sejak kapan kalian bersama?? Ha ??” Ungkapnya dengan nafas emosi terengah-engah.


Gue langsung mengatur nafas sebaik mungkin. Isak tangis gue cukup mengganggu saat gue ingin menjelaskan duduk persoalan dengannya.


“Se-sejak malam itu” Ujar gue terbata-bata dan tentu aja itu tidak benar. Demi rumor itu akhirnya gue bohong ke dia.


“Mo/Apa??” Gumam Yeol.


“Apa kau serius dengannya??” Sambung Yeol kembali.


Pertanyaan itu membuat gue reflek melihat ke arahnya. Jarak kami berkisar dua meter. Cukup berani gue melihat ke arahnya sekarang. Yeol langsung bergegas ke arah gue dan memegang kedua bahu gue dengan erat.


“Jawab Yuka shi, jawab”


Gue begetar melihat Yeol. Gue takut karna membohonginya.


“We Yuka shi Wae???” Ujarnya sambil berteriak dan gue kembali terisak.