
Gambarannya ceritanya seru. Walau pun gue cuma jadi Cameo, bisa dibilang itu adalah langkah bagus agar lebih menjadi terkenal. Karna bukan berarti Cameo itu hanya peran asal-asalan. Bayarannya hampir sama dengan honor pemeran utama sekali tayang. Film ini juga digadang-gadang mengeluarkan budget fantastis karna detail ceritanya akan ada berkisah tentang masuknya para orang-orang asing dari berbagai Negara yang memasuki wilayah Joseon.
“Ahhh. Kak setelah ini gue ada jadwal apa??” Gue kelelahan karna harus syuting dipagi buta 3 hari berturut-turut dan jarak lokasi syuting yang jauh dan mengharuskan gue serta para crew untuk menginap ditempat ini. “hmm setelah ini kau akan melakukan interview dengan One shot news jam 5 sore. Jarak dari sini ke Seoul sekitar 3 jam. Jadi masih keburu kalau kita sampai disana.”
“Tolong cepat selesaikan Make upnya” Ujar kak Melly ke salah satu penata rias yang saat ini sedang menghapus make up gue.
“Nee/ Baik” Balas si MUA dengan gaya menundukkan kepalanya.
Drrttt drrtttt, getaran ponsel diatas meja rias berhasil mengalihkan perhatian gue. Gue segera meraih benda pipih tersebut dan membaca sebuah tulisan yang terpampang dari sana “Hanji” Gumam gue sambil menerima panggilan itu.
“Yoebseo/hallo”
“Kau dimana??” Tanya Hanji dari seberang sana.
“Aku dilokasi syuting. Sebentar lagi akan ke Seoul, ada wawancara nanti sore” Balas gue.
“Malam kau kemana ?” Tanyanya lagi.
“Malam tidak ada jadwal.” Balas gue lagi.
“Baiklah, temui aku dicafe biasa ya jam 8 malam” Ujar dia dan gue balas dengan oke.
“Bukannya kau harus istirahat Yuka??. Loe kan besok harus latihan buat konser lusa nanti. Jadwal mu besok akan padat” Nyinyir kk Melly saat gue sudah menutup panggilan tersebut.
“Gue nggak akan lama kok kak”
Didalam perjalanan menuju Seoul, gue tertidur. Kak melly masih sibuk dengan Ipadnya, melihat beberapa berita dan email masuk yang harus segera dibalasnya. Mobil Van pun melaju sedikit kencang agar kami sampai lebih cepat, tentu saja tidak terlalu cepat demi keselamatan.
“Wahh,”
Kak Melly membaca sebuah artikel bisnis disebuah laman berita yang membuatnya terpukau. Anak bungsu konglomerat Daily Group terlibat skandal Narkoba di Amerika.
“Daily Group??. Ahh yang cucunya Park Junhan itu kan??. Yang berpacaran dengan Yu..”
“Pelankan suaramu sialan!!!” Gerutu kak Melly kesal dengan tatapan menusuknya kearah oppa Junki karna suaranya bisa saja terdengar sama gue yang lagi bobo manja efek kelelahan.
Skandal anak bungsu konglomerat yang melibatkan cucu tunggal Daily Group
“What??. Ada apa ini???” Racau kak Melly ketika ia membaca news yang lain dilaman berita. “Oh tidak” gumamnya lagi hingga ponselnya bordering diatas pahanya dan itu membuatnya terkejut saat ia melihat tampilan layar ponselnya yang tertulis Sekretaris Lee.
“Ahh aku sudah menghubungi ponsel nona Yuka, tapi beliau tidak mengangkatnya” Ucap Sekretaris Lee dari seberang sana.
“Ahh Yuka tertidur didalam mobil. Kami dalam perjalanan menuju Seoul setelah selesai syuting. Weo/kenapa??”
“Katakan kepada nona Yuka untuk sementara ini jangan datang ke kediaman tuan. Para wartawan sedang mengepung kediamannya karna skandal pamannya akhir-akhir ini. Aku pikir kau sudah melihat artikelnya” Ucapnya lagi.
“Ya aku turut prihatin Sekretaris Lee. Aku berharap masalah ini cepat selesai” Doa kak Melly.
“Masalah ini akan cepat selesai. Lagi pula tidak sekali dua kali ini saja ia bermasalah. Baiklah jangan lupa katakana kepada nona Yuka”
“Baik Sekretaris Lee” Percakapan pun selesai.
Gue ahirnya tiba diseoul dan langsung melakukan wawancara kepada salah satu majalah hiburan terbesar di Korea One shoot news.
“Nona Yuka berasal dari Indonesia, pasti sulit bagi anda jauh dari keluarga” Ujar si reporter menanyakan salah satunya yang sudah tertulis dibuku catatan yang ia lihat digenggaman kedua tangannya
“Justru itu yang membuatku kuat, mereka selalu ada waktu untuk menghubungiku. Mereka selalu mengirim video yang mereka lakukan disana. Dan itu sudah mengobati rasa rinduku setiap hari” Ujar gue dengan ramah.
Drtttt drttttt. Ponsel si reporter tiba-tiba bergetar diatas meja kita. Dan ia meminta izin sebentar buat angkat itu telfon “jamsiman gidalyeojuseyo/mohon tunggu sebentar ya” izinnya dan gue pun mempersilahkan. “Ahh jeongmall??”“Nee arasso. Geomapsimnida” ia pun menutup panggilannya dengan wajah sedikit tegang. Kayak ada terjadi sesuatu gitu. Gue jadi kepo pengen nanya jadinya.“Apa anda baik-baik saja??” Tanya gue.“Wahh aku harus kesana. Ada berita besar Ahh maafkan aku nona Yuka, aku malah membiacarakan topic lain. Tapi ini akan kami cut karna bukan dari bagian script”“Ahh tentu saja“ Jawab gueWawancara pun berakhir kemudian. Sang reporter dan juru kamera pamit undur diri.
Drrrtttt ddrrtttt. Lagi-lagi ponsel Kak Melly berdering “Nee” Balas Kak Melly setelah doi menjawab sambungan telfon tersebut yang tentu saja gue nggak tahu. “Ah oke oke. Arasso/baiklah.” Bipp. Dan panggilan pun berakhir begitu saja.
“Kenapa kak??” Tanya gue dari belakang punggungnya. “Tidak, sekretaris Lee hanya menanyakan jadwal mu saja. Oh ya, setelah kau bertemu Hanji kau harus segera pulang. Jun Ki akan mengantarmu dan menjemputmu juga”
Bersambung
@yulia.fernanda__
Jangan lupa dukung terus dengan cara vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga
· Cerita Julia dan Korea Selatan
· Cerita Julia dan Korea Selatan 2
· Future Princess.