
Ada apa dengan ni cowok ? kenapa dia lari ketakutan dan malah ngajak gue ikutan lari ? Apa dia lagi ditagih
rentenir Korea kali ya ?? Seketika itu cowok langsung lihat ke arah gue.
“Bawa aku ketempatmu” ujar si cowok yang bikin gue bingung.
“Ha???”
“buthakhaeyo” Seraya dia memohon kepada gue. ya ampunn gue kudu gimana ?
Gue pun langsung narik punggung tangan cowok itu dan membawanya lari ke appartmen
gue.
Kita pun sampai di Appartmen gue, gila!! gue bawa cowok ke appartmen gue sendiri.
semenjak gue tinggal disini, nggak pernah gue bawa cowok ke appartmen gue. gue
langsung narik rambut gue karna salah ambil tindakan.
Gue langsung mengambil nafas dan mengeluarkannya pelan-pelan. dan mencoba
menanyakan sesuatu dengan ni cowok tampan walaupun dia belum melepaskan masker
dan topinya.
kita duduk berhadapan dilantai beralaskan karpet bulu kesayangan gue.
“Annyeongaseo/hallo” begini, gue nggak tahu lu punya masalah apa tapi .........
“Biarkan gue tinggal disini untuk sementara”
Gue langsung menelan saliva gue dalam-dalam saat itu cowok menawarkan diri tinggal
di appartmen gue.
“Mwo/Apa?” tinggal disini ??? Isi otak gue langsung eror seketika, apakah gue harus seneng
karna satu appartmen sama cowok tampan tapi disisi lain ini horor karna gue nggak kenal sama ni cowok. Bisa aja dia pembunuh bayaran atau mau maling dengan modus tinggal dirumah gue.
“Lo tenang aja, gue nggak akan macam-macam. lo bukan tipe gue.”
Jeblekkk... seketika ulu hati gue kayak disayat-sayat ama ni cowok brengsek. baru kali ini
ada cowok yang bilang gue bukan tipenya, yang ada biasanya cowok-cowok yang ngejar gue. ok bodo amat, gue harus usir ni bocah sialan. sakit hati gue !
“Mian Hae, tapi gue nggak bisa biarin lo tinggal dirumah gue, mending lo cari hotel
aja, disebelah appartmen ini hotel bintang lima, lo bisa pesen kamar disana sesuka hati lo” Ujar gue kesel.
“Gue bayar berapa pun biayanya, gue nggak bisa keluar lagi”
Hati gue langsung mencair dengar kata-kata duit.
“Kasih gue nomor rekening lo sekarang, gue transfer saat ini juga”
Tapi gue nggak bisa, ini masalah kewanitaan gue. Gue nggak bisa bawa pria asing masuk di appartmen gue.
Tanpa basa-basi itu cowok langsung membuka topi dan maskernya. Astagaaaa bonarr dia lebih tampan pas buka masker dan topinya. gue pikir mungkin dia artis Korea. mata gue langsung bling-bling lihat parasnya yang tampan. Oh Tuhan ada apa dengan gue.?!
“Apa kau mengenalku? Ujar tu cowok nanya ke gue.
Kenal ? ya nggak lah, emang dia siape ?
“Gue nggak kenal sama lo” Jawab gue, padat dan singkat.
“Jinjja/benarkah” Sekali lagi tanyanya.
“Emangnya lo siapa? kenapa lo lari-lari kayak dikejar hutang gitu ?” Tanya gue lebih
dalam.
Tu cowok langsung senyum menyeringai dengar ucapan gue.
“Emangnya hutang lo berapa banyak sampe-sampe dikejar-kejar gitu? ehh tapi lo nggak akan
bisa nyuri barang gue, gua anak miskin, lo salah orang” Gumam gue biar gue nggak dimalingin ama ni cowok tampan.
“Hahaha, lu lucu juga ya”
Kenapa dia jadi ketawa? Ya tuhan, makhluk ini ganteng banget kalau ketawa. Gue harus nyelamatin jantung
gue.
“oke, aku serius, kasih aku nomor rekeningmu sekarang, aku akan transfer jumlah uang ke akunmu”
ya kalau soal duit siapa yang bakal nolak. gue langsung kasih no rekening gue dan gue terkejut sama jumlah transfer yang dia kirim.
“Eehhh 1 Juta won ? Jinjja/serius?” teriak gue ke cowok tampan itu.
“Ia itu 1 juta won dibayar dimuka, kalau kurang akan aku transfer lagi” Jawab si cowok tampan ini.
Ini sih uang jajan gue sebulan. lumayan ni buat nambah-nambah.
“Baiklah mulai sekarang aku akan tinggal disini” Jawab si cowok tampan.
“Tunggu, nama loe siapa? gue belum tahu nama lo?” Tanya gue.
“Nama gue Baek Hi, nama lo?” Tanya si cowok lagi.
“Nama gue Yuka” Jawab gue singkat, padat dan jelas.
“Ok Baiklah” Si cowok langsung menghempaskan badannya ke ranjang gue.
What????
“Hei, lu nggak boleh tidur disono, lu tidur disofa” Gumam gue kesel.
“Gue nggak bisa tidur di sofa” Jawab ngeselin si Baek Hi.
“Terus, gue yang disofa gitu ? kan yang punya kamar gue?” Bentak gue ke Baek Hi.
“Ok Baiklah gue tidur dilantai aja. bisa lebih leluasa” Jawab si Baek Hi.
Gue pun langsung ngambil selimut tebal buat alas tidurnya dan juga bantal. Ukuran appartmen gue cukup besar dan lumayan lengkap, ada dapur, kamar mandi sedangkan kamarnya gue gabung dengan ruang TV, jadi lebih besar sedikit kamarnya. dan Appartmen gue cuma hanya satu kamar doank cukup buat gue seorang.
“Apa lo punya baju tidur yang agak besar?” Pinta si Baek Hi.
“Kalau untuk ukuran lo ya nggak ada, lu kan tinggi kayak tiang listrik.” Jawab gue.
“ok nggak apa-apa. gue tidur pake baju ini aja. besok tolong lo beliin gue beberapa baju ya. besok gue transfer lagi uangnya”
Sekali lagi ni bocah udah kayak merintah ke gue.
“Ne Arasso/baiklah” jawab gue.
Malamnya kita pun tidur. Gue nggak bisa tidur karna ada laki-laki dikamar gue, sedangkan dia nggak tau deh kenapa masih belum tidur?
“Lo nggak bisa tidur?” Si Baek Hi sadar kalau gue nggak bisa tidur.
“Ia, nggak bisa tidur” jawab gue.
“Pasti karna gue” Pikir si Baek Hi.
Ya iia lah, terus karna siapa lagi, pikir gue dalam hati.“
Gwaenchanna/tidak apa-apa “
---
Pagi-pagi gue bangun dan siapin sarapan buat tu bocah yang masih molor sampai saat ini. Setelah selesai nyiapain sarapan gue pun mandi dan siap-siap berangkat ke kampus. Gue kudu makan dulu sebelum berangkat ke kampus.
Saat gue balik ke kamar, si Baek Hi masih molor. Gue perhatiin muka ni anak cakep banget kalau lagi tidur. ya ampun hampir aja gue kesengsem ama ni anak. Kalau sampai anak-anak tahu gue selundupin pria tampan disini, gue pasti kena teror habis-habisan dan siap-siap mereka numpang tidur dirumah gue. gue harus
rahasiain ini dari mereka.
Gue langsung ganti password kamar gue, nggak lupa juga gue kasih secarik kertas ke Baek Hi nomor password kamar gue kalau-kalau dia keluar. dan nggak lupa gue ingatin dia jangan bukain pintu ke siapapun.
Dan gue langsung berangkat ke kampus dengan damai
* Sampai jumpa di episode selanjutnya. Jangan lupa Love\, Favorite\, share dan rating yang banyak ya.
Kamsahamnida yeoreobun *