LOVE IN SEOUL CITY

LOVE IN SEOUL CITY
Episode 55 / Obat penunda mens.



Gue Berlarian mengejar Junhan yang pria itu juga mengejar gue dengan langkah kakinya yang agak cepat. Jangan sampai semua krew dan member melihat lelaki ini hingga tubuh gue semakin dekat kearahnya.


“Apa yang kau lakukan disini??” Tanyanya yang terkejut melihat kondisi gue.


“Aku sedang syuting disini. Dan kau kenapa juga disini” Tanya gue balik.


“Kan aku sudah pernah bilang waktu itu kalau aku dinas keluar negeri”


Gue pun terdiam. “Ehemm” dehaman Sekretarisnya sukses membuat kami terkejut dan Junhan pun menyadari sesuatu hingga ia melepas Jasnya dan memakaikannya ke tubuh gue.


“Kenapa kau memakai pakaian seperti ini???” Tanyanya sambil mencoba menutup matanya dengan sela-sela jari yang berjarak sedikit. Masih kelihatan juga bangke, kesal gue.


“Aku sedang syuting minuman dan kami harus pakai baju ini. Tapi ini scanenya nggak melihatkan tubuh kami kok. Soalnya itu ee rekamnya ee didalam kolam hehehe” Cengengesan gue ya ampun. Kenapa gue jadi grogi


didepan dia??.


“Nanti scanenya pakai baju tertutup kok ee walau pun basah-basahan sih” Ujar gue sambil menggaruk ringan tengkuk gue padahal nggak gatal sedikit pun. Dasar gue!.


“Bibirmu sudah mulai membiru. Astaga kenapa harus kayak gini sih?? Memangnya berapa sih honor yang kau dapat sampai-sampai harus memakai baju kekurangan bahan kayak gini. Ini mah bukan kurang bahan lagi. Tapi


bahan sisa” Ujarnya kesal yang bikin gue malah lebih kesal lagi mendengarnya.


“Ini demi hutangku. Aku harus membayarnya untukmu” Jawab gue dengan sedikit penekanan yang membuat dia sedikit terdiam.


“Ahh ya sudahlah, aku harus kembali lagi syuting. Aku pusing mendengar celotehanmu” Ujar gue sambil melepaskan jasnya. Memang sih, gue agak sedikit pusing. Mungkin karna dia cerewet kali.


“Hei kau jangan melepaskannya” Pintanya menghentikan aksi gue.


“Terus kau mau aku ketahuan disini dengan jasmu dan jadi bahan gosip orang-orang. Kan kau pinta hubungan kita jangan terexpose” Gue kasih lagi jas miliknya dan melenggang pergi meninggalkan mereka dibelakang dengan jalan sedikit pelan dan bergabung kembali untuk syuting selanjutnya.


“Kau kenapa??” Tanya Kak Melly yang sedikit khawatir. Wajah gue agak sedikit pucat saat ini. Dan Kak Melly pun meminta professional Make up menambah sedikit lipstick dibibir gue.


“Aku agak sedikit pusing kak” Jawab gue saat berdiam diri menunggu polesan lipstick dibibir gue.


“Tahan ya. Syutingnya hampir selesai kok.”


Ini adalah syuting hari kelima dan besok adalah terakhir. Dan hari ini jadwalnya hanya syuting iklan minuman sampai selesai dan itu tidak akan lama sesuai pernyatan si Sutradara.


“Kalian semua sudah ganti baju kan?? Ayo kita mulai lagi syutingnya” Ujar sang Sutradara.


Beberapa jam kemudian.


“Oke Cut”


Prokk prokk prokk.


Semuanya langsung bertepuk tangan ketika tanda dari Sutradara berakhir. Gue masih menahan pusing sedari tadi dan ini lebih hebat dari sebelumnya ditambah perut yang melilit hebat. Junhan yang belum lama melakukan pekerjaannya datang menuju tempat gue didekat kolam renang. Ia mengintai dari jauh agar tidak ketahuan dengan yang lain.


Junhan.


Gue menyadari bahwa obat yang diberikan Kak Melly membuat gue pusing dan kesakitan diarea perut. Memang tidak ada tanda-tanda gue akan mengeluarkan darah kotor alias mens. Ini benar-benar teramat sakit hingga air mata gue menetes. Gue meremes perut gue dengan kencang dan menundukkan pandangan gue ke bawah.


“S-sakit” rengek gue tiba-tiba dan disanalah Kak Melly segera menghampiri gue yang kesakitan. “Yukaaaa” Teriak semuanya dan dengan secepat kilat Junhan berlarian dari dalam mendekati kerumunan diikuti cepat dari belakang oleh Pak Lee.


“Biar saya yang menggendongnya” Ucap Junhan melepaskan kembali Jasnya dan menyelimutkannya ke tubuh Yuka. “S-sakiitt” Liruh gue menahan dan itu membuat Junhan tak tega. “Ia-ia kita kekamar ya panggil dokter”


Ujar Junhan lembut tampak memberikan dorongan untuk gue.


“Siapa kau??” Tanya Kak Melly tak senang.


“Park Junhan” Ujarnya dengan sedikit tegas sambil mengangkat tubuh Yuka ala bridal style dan terlihatlah raut tak percaya dari wajah mereka termasuk para krew. Disaat inilah Pak Lee mengambil alih perhatian kepada seluruh krew untuk tidak mengexpose apalagi membuka suara tentang yang terjadi barusan.


Junhan membawa tubuh Yuka kekamarnya sambil menunggu dokter datang. Tak butuh waktu lama, seorang dokter pun datang memasuki kamarnya dan segera mengecek kondisi Yuka. Para member termasuk Kak Melly yang


datang saat itu terlihat jelas jejak kekhawatiran dari wajah mereka hingga Kak Melly membuka suara.


“Dia meminum pil penunda menstruasi dokter” Ujar Kak Melly dengan bahasa Korea. Dan itu membuat Junhan terhenjak kaget dan marah.


“What do u say??” Tanya sang dokter tidak mengerti.


“Kau memberinya obat penunda menstruasi??” Tanya Junhan tak percaya. Dengan sigap Pak Lee menerjemahkan apa yang terjadi kepada si Dokter.


“Sepertinya tubuhnya menolak pil tersebut hingga ia tak dapat menahannya. Saya akan menyuntikan obat untuknya dan biarkan ia istirahat sebentar” Ujar sang dokter yang membuat sebagian mereka tidak mengerti termasuk Kak Melly.


“Terima kasih dokter” Gumam Junhan dan dokter itu pun pamit setelah menyuntikan obat ditubuh Yuka.


“Ini karna ulah gila kalian memberikannya obat yang aneh hingga dia jadi kayak gini” Melly hanya bisa terdiam. Itu memang salahnya dan itu pun sudah terlanjur.


Lebih baik kalian tinggalkan tempat ini. Biarkan aku yang menjaganya” Ujar Junhan. Tapi mungkin Melly agak sedikit khawatir lalu ia pergi meinggalkan Yuka dan berpikir. Junhan adalah kekasihnya. Tidak akan terjadi sesuatu karna Yuka dalam keadaan tidak sehat.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung dan baca juga :


·         Cerita Julia dan Korea Selatan


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2


·         Future Princess.