LOVE IN SEOUL CITY

LOVE IN SEOUL CITY
Episode 54 / Tak sengaja.



Semua dari kita menggunakan masker dan topi, kecuali gue yang hanya mengenakan topi baret. Karna semua dari kita buta arah. Kita hanya melakukan perjalanan diarea sekitar Hotel saja. Dan berhentilah kami disebuah restaurant yang tidak terlalu jauh dari Hotel. Disitulah para gosipper mulai beraksi.


“Oenni. Bagaimana kau bisa pacaran dengan Junhan??”


“Uhukk uhukk” Batuk seketika setelah mendengar pertanyaan dari Fiona.


“D-dia menyatakan cinta padaku saat itu dan kami pun pacaran” Jawab gue ringan tapi tentu aja bohong.


“Ooo kapan kalian pertama kali bertemu??” Tanyanya lagi.


“Sudah lama, aku juga lupa kapan”


Kenapa harus bahas ini sih?? Pikir gue.


---


Malam itu, kita tak begitu lama jalan-jalan. Mengingat besok harus bangun pagi-pagi. Kami pun disuruh untuk beristirahat lebih cepat.


Saat Matahari mulai menampakkan dirinya. Kami pun telah bersiap dan menunggu di Loby Hotel. Tak lama mobil bus mini tiba dihadapan kami. Saat memasuki bus itu. Kamera telah terpasang ditiap sisi. Disanalah syuting pertama berlangsung dan kami pun diberi kamera masing-masing selama dalam perjalanan nanti.


“Apakah ini sudah berfungsi??” Tanya So Hye yang langsung dibalas oleh seorang staff yang 1 mobil dengan kami. “Ya itu sudah berfungsi dan sudah mulai merekam” Jawabnya


Dihari pertama kami melakukan perjalanan. Diantara dari kami dilarang membawa ponsel, sehingga semua ponsel kami titip dengan Kak Melly. Kami melakukan syuting senatural mungkin, mulai tidak sengaja bertemu


dengan fans bule yang mengenal kami dan memberikan fanservice seperti foto bersama serta tanda tangan.


Tapi dibalik proses syuting ini, sebisa mungkin jangan ada yang melamun dan melakukan gerak gerik yang bisa saja mengalihkan pandangan kamera. Dan itu sulit gue lakuin karna selalu saja mengingat Hanji dan menjadi


bertambah satu sosok lagi difikiran gue, yakniBaek hi. Satu hal lagi, jika ingin buang air, beritahu staff agar mengalihkan posisi kamera ke member lainnya. Hadeuhh repot banget, pikir gue.


Sebelum menitipkan ponsel kepada Kak Melly, Baek hi menelfon gue dan itu nggak bisa gue angkat. Apakah pria glowing itu merindukan gue??. Gue berharap segera break sebentar supaya bisa menelfon dia balik.


Waktu break yang kita lakukan ternyata setelah makan siang. Karna disaat makan siang semuanya masih harus tetap direkam, alasannya biar semua orang tahu bagaimana cara member makan setiap harinya. Ya ampun.


Gue segera meminta ponsel gue dari tangan Kak Melly selagi diberi waktu istirahat dan segera menelfon balik Baek hi.


“Hallo. Ada apa??” Tanya gue kepada seseorang diseberang sana. Panggilan telfon itu membuat mereka hampir saja lupa diri dan reflek mencetak senyuman diujung bibir mereka masing-masing. Ya, biarkan waktu yang sempit dan berharga ini ia jadikan sebagai melepas rasa rindu yang tak terelakkan. Mungkin seperti inilah rasanya rindu dalam LDR.


Selama berhari-hari melakukan syuting. Hanji juga tak kunjung membalas pesan dari gue kemarin. Gue agak sedikit khawatir sebenarnya. Saat gue memiliki waktu buat Tanya kemanagernya bagaimana keadaan Hanji, si


manager menjawab ia baik-baik saja dan masih sibuk dengan rutinitas keartisannya. Gue bersyukur mendengarnya dan gue harap ia bisa lupa dengan sendirinya masalah bullying itu.


Tapi satu yang sulit untuk dihindarinya saat ini, yakni Stalker. Ahh itu memang rumit.


“Oenni, apa kita bakal pakai bikini??” Tanya gue sebelum syuting dilakukan.


 “Tentu saja, kalian pakailah bikini kalian. Bukannya kalian sudah menyiapkannya.?? Jangan lupa baju merahmu juga. Ini kan syuting minuman pertama kalian.” Racau Kak Melly yang bikin gue ternganga. Emang kapan wanita ini ngasih info kayak begitu mengenai bikini?? Pikir gue.


“Kak, inikan jadwal mensku datang. Apa kak lupa??”


“Ahh ia aku lupa kalau hari ini jadwal mensmu” Bahkan seorang Kak Melly aja hapal jadwal mens artisnya.


“Aku coba tanya staff saja bagaimana syutingmu nanti” Kak Melly pun mendekati Sutradara dan berbicara sesuatu dengan mimic wajah sangat focus dan terlihat sedang berfikir keras. Entah apa ide yang bakal muncul dari mulut Sutradara itu nanti, gue pun tidak tahu. Tak lama menunggu mereka mendapatkan ide dan seorang staff lain datang membawa sesuatu setelah mendapat suruhan dari Sutradara dan memberikannya ke tangan Kak Melly.


“Itu apa kak??” Tanya gue saat Kak Melly berjalan semakin dekat menuju arah gue.


“Ka, kamu pernah coba obat penunda mens nggak??”


“Ihh emang ada???” Tanya gue heran.


“Ini obatnya. Obat ini bisa menunda mens kamu 2 hari kedepan” Sambil memperlihatkan sebutir pil dihadapan gue.


“Aku nggak pernah minum kayak begituan kak. Tapi ya sudahlah yang penting syutingnya lancar” Jawab gue dan setelahnya gue meminum pil tersebut.


Proses syuting masih lancar. Gue akhirnya menggunakan bikini tapi hanya didalam kolam renang saja. Saat gue naik ke pinggir barulah tubuh gue dililit handuk putih dan menutupi area bagian bawah gue.


Junhan melenggak berjalan santai ditemani sekretarisnya dari samping menuju sebuah Hall untuk pekerjaan selanjutnya. Ia tampak begitu kosentrasi dengan Sekretarisnya hingga matanya tak sengaja melirik ke salah satu wanita yang sangat-sangat ia kenal dari balik kaca besar. Wajahnya langsung sukses bersemu merah saat melihat lekukan tubuh indah Yuka yang hanya tertutup handuk dibagian bawah. “Shit” Pekiknya yang langsung berlarian


kearah Yuka.


Gue memperhatikan situasi lokasi syuting yang masing-masing dari mereka sibuk dengan kegiatannya. Perhatian gue pun langsung berubah drastis saat melihat sesosok pria cantik berjalan kasar kearah gue. Ia seperti menunggu untuk memarahi gue mungkin. “Kenapa dia ada disini??” Kesal gue seketika. Dan benar saja gue masih memakai bikini dan hanya menutupi area bawah.


Gue pun segera berlari kearah dia sebelum yang lain melihatnya.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung dan baca juga :


·         Cerita Julia dan Korea Selatan


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2


·         Future Princess.