
Hei readers. Maaf telat up nya. urusan thor dikehidupan nyata bikin thor lagi-lagi telat upnya. Dan sekarang thor cuma bisa up 2 episode aja. Maafin thor ya. Jangan berpaling dari thor plis. Saranghae.
Ada yang menangis dan ada pula yang tertawa bahagia. Walaupun rintangan saat syuting selalu ada. Tapi bersyukur semuanya masih bisa ditangani dengan baik.
“Nih” Kak Melly menyodorkan benda pipih persegi ke gue.
“dari tadi Jae ngehubungin lo terus. Telf balik gih. Pasti dia khawatir” Gue segera telf balik tu anak saat syuting benar-benar selesai dan mendial nomornya.
“Sayang, kamu dimana ?” Tanya seseorang diseberang sana.
“Aku baru selesai syuting MV debut” Karna gue ngomongnya agak sopan gue jadi ketularan kesopanan dia jadinya.
“Sudah proses syuting ya? Selamat kalau gitu”
“Makasih” Jawab gue sedikit terharu
“Aku udah dibandara. Mau berangkat ke Milan. Kamu hati-hati disini ya? Nanti aku kabarin kalau udah sampai disana”
“Ia nggak apa-apa. Hati-hati” Seenggaknya gue berbasa-basi buat dia yang mau perjalanan jauh.
---
Seminggu berlalu dan kita masih disibukkan dengan beberapa kegiatan sebelum debut. Dan bertepatan pula hari ini Jae pulang dari Milan. Gue nggak bisa jemput dia. Biarkanlah para manager atau membernya yang menjemput.
Pesawat Jaehyun baru saja landing di Bandara International Incheon. Semua orang para penghuni pesawat telah keluar satu persatu dari badan pesawat menuju dalam bandara untuk proses kedatangan dan bla bla sebagainya. Selama di Milan mengikuti peragaan busana brand fashion ternama disana?, Jaehyun memberi beberapa oleh-oleh untuk Yuka termasuk beberapa tas, baju dan aksesories perempuan. Untuk oleh-oleh Yuka sendiri, Jaehyun sampai rela membeli koper ukuran sedang khusus untuknya.
Seperti biasa kedatangan Jaehyun pasti disambut beberapa reporter paparazzi yang telah absen menunggu untuk mengabadikan moment kedatangan bintang kpop ternama ini. Perjalanan yang sangat melelahkan yang hampir seharian didalam pesawat. Dengan menggunakan Masker tanpa topi. Jaehyun melewati beberapa fans dan paparazzi yang mengerubuninya dan dikawal ketat oleh beberapa bodyguard yang dikirim langsung dari agensinya.
---
Jaehyun telah sampai di Appartmennya. Ia lalu memindahkan semua koper yang ia bawa. Termasuk koper khusus barang-barang Yuka yang ia beli untuk kekasihnya. Ia menaruh koper tersebut di dalam kamar yuka.
Jaehyun langsung mendial nomor seseorang dilayar ponselnya dan menempelkannya ditelinga kanannya. “Apa kamu pulang mala mini? Aku sudah sampai di Appartmen”
Waktu menelfon pun selesai tidak lama. Jaehyun senyum-senyum sendiri saat selesai menelfon Yuka. Ia tidak sabar melihat exressi Yuka nanti setelah melihat barang-barang yang ia beli untuknya.
Yuka berjalan melewati lorong appartmen menuju kamarnya. Ehh lebih tepatnya Appartmen Jaehyun dengannya. Setelah selesai rapat dengan CEO agensi. Ia langsung pulang begitu mendapati telfon dari Jae. Memang setelah itu ia tidak ada memiliki jadwal lagi. Jadi ia putuskan saja untuk pulang ke Appartmen.
---
“Heol” Gue terkejut bukan main, saat melihat isi koper yang penuh dengan beberapa barang branded mahal berisi Tas, sepatu, aksesoris dan dompet diatas ranjang gue “Jae, ini beneran buat aku??” Gue perhatiin lagi dengan cermat isi-isi barang ini dengan nggak percaya. Apa dia nggak salah kasih buat gue ? Tapi nggak mungkin barang ini dia yang pakai. Kan dia cowok tulen.
“Ya ini buat kau semua. Saat melihatnya ini sangat cocok denganmu. Jadi aku beli saja. Gimana ?? Kau suka kan??” Ya ampun Jae cewek mana sih yang nggak suka barang beginian. Tapi kan ini harganya berapa. Gue juga mikir-mikir beli barang harga selangit kayak gini.
“Jae, makasih ya sebelumnya. Tapi ini berlebihan. Satu aja udah cukup.” Saat gue ngomong kayak gitu, wajahnya yang awalnya senang langsung berubah sedih dan mengiba . Sumpah gue jadi merasa bersalah. Untung dia pacaran sama gue, coba kalau dia acaran sama cewek matre. “Jae, oke-oke aku terima semuanya. Makasih ya” Gue tersenyum, lagian kalau gue menolak dia pasti terluka. Pikir gue sih.
“Kamu nggak istirahat?” Tanya gue ke dia. Perjalanan jauh harusnya capek banget kan ?? Ini dia kayak masih fresh dan senang gitu, apalagi waktu dia ngasih tau ada sesuatu buat gue pas gue baru datang.
“Kita dua minggu lebih nggak ketemu. Aku udah rindu banget sama kamu.” Jae langsung mendekat dan memeluk gue. “Dua minggu serasa setahun aku nahannya” Ungkapnya yang bikin gue merinding. Maafkan gue Jae, gue juga berusaha untuk rindu sama loe, tapi entah kenapa hati gue sudah diisi pria lain yang lebih dulu ada sebelum ada lo. Apakah gue harus pura-pura merindui? Jahat gue rasanya.
Gue pelan-pelan membalas pelukan Jae walaupun tangan gue gagap merasa enggan untuk memeluknya. Jae, sebagai kekasih palsu lo. Gue akan melakukan yang terbaik buat lo. Tapi jangan berharap apa-apa maksud yang
akan gue lakukan. Karna hubungan kita tercipta karna sebuah kesalahan. Tapi jika Tuhan menuntun gue untuk mencintai lo. Gue akan jauh lebih mencintai lo ketimbang rasa cinta lo saat ini yang lo kasih ke gue. Percayalah. Kita jalani saja sisa waktu kita saat ini. Satu bulan lagi sisa kontrak kita. Dan kita akan bebas.
---
Semakin berjalannya waktu, semakin tak terasa waktu yang gue jalani. Persiapan demi persiapan. Fiona pun semakin membaik dan dipastikan showcase debut kali ini akan lancar. Nggak terasa waktu berlalu berlalu, minggu depan adalah saat mendebarkan bagi gue dan para member. Kami akan terkenal. Lagu kami akan didengar banyak orang dari seluruh negeri. Seiring itu pula Sandra akhirnya menampakan diri dan ia kini menjadi asisten gue. Dan
kami pun punya manager tambahan baru sekarang bernama Oppa Jun Ki.
Di Appartmen Jae.
Gue masak Budae Jjigae semacam sup dengan beberapa irisan daging sapi, tahu, toge dan kimchi menggunakan pasta cabe. Sore ini gue sengaja pulang cepet dan singgah ke mini market buat beli bahan-bahan makanan. Karna Jae juga baru pulang konser di LA jadi gue nyempetin diri buat masak. Udah lama juga gue nggak masak buat dia karna sibuk persiapan debut.
Bersambung.