LOVE IN SEOUL CITY

LOVE IN SEOUL CITY
Episode 63 / Si wajah datar.



“Nona jangan terlalu formal dengan saya. Ehhmm marga saya Nam dan nama saya Tae Oh. Itu nama yang diberikan Nenek saya. Katanya itu adalah nama keberuntungan”. Hehehe gua enggak nanya kali. “Teo or …” Gue enggak terlalu dengan karna pelafalan bisa saja berbeda dengan hangeulnya. “Tae Oh nona. Tae dan oh” gue pun membalas dengan mulut membulat baru paham.


“kalau umur anda berapa??” Tanya gue lagi. “Umur saya bulan depan 25 tahun nona. Heheh saya berencana akan mengajukan cuti ke Sekretaris Lee dihari itu karna nenek saya ingin merayakan ulang tahun saya dengan beliau.”


Dia kayaknya seneng banget kalau nyeritain neneknya. Gue juga jadi rindu sama nenek yang sudah ada dialam lain. Nenek baik-baik saja disanakan??.


“Ahh saya juga minta maaf nona karna baru memperkenalkan diri. Sebenarnya saya grogi karna nona sangat terkenal. Nenek saya termasuk Fans Angel. Dia bahkan hafal salah satu lagu kalian.”.


“Ohh ya. Berarti aku harus memberi nenek Oppa hadiah”. Dia langsung terpaku saat gue bilang Oppa. “O o oppa” Dia mengulang kata-kata itu tanpa suara dan senyuman malu. Ya karna dia lebih tua setahun sama gue. “oh Ya saya juga sudah beli album Angel. Bisakah nona tanda tangan nanti untuk nenek saya??”


“tentu saja. Lebih bagus kalau ada tanda tangan anak-anak. Aku akan mintakan ke mereka juga sekalian”. “J-jeongmal??” Bahagia dia kayak serasa bertambah-tambah waktu gue bilangin tanda tangan member yang lain. “Gamsahamnida Nona. Gamsahamnida wahh nenek saya pasti bahagia kalau bisa dapat tanda tangan dari member Angel”. Gue juga ikut bahagia. Itu berarti Oppa ini cucu yang berbakti dan sayang sama Neneknya. Hal kayak gini saja dia bahagia banget.


Apa gue undang saja neneknya buat fansign ya??. Enggak mungkin. Nenek-nenek belum tentu sanggup buat antri-antrian lama buat dapatin tanda tangan dari idol. Lagian enggak ada waktu juga buat ngajak ketemu neneknya karna lagi sibuk persiapan comeback. Kirimin hadiah aja kali ya??. Yahh kayaknya gitu aja deh. Besok gue minta tolong Oppa Junki buat nemenin beliin sesuatu buat neneknya.


Keesokan harinya saat gue dijemput Oppa Junki. “Mwo???” Oppa Junki kaget waktu gue minta ditemenin beliin sesuatu dijalan. “Aku ingin membeli sesuatu. Kira-kira apa yang cocok buat nenek-nenek ya Oppa??” Tanya gue yang membuat Oppa Junki berfikir keras. “Hhmmm entahlah. Mungkin tas, sepatu, jam tangan, skin care??”. Gue suka kalimat terakhir Oppa. Di Korea ada Skin Care khusus untuk orang tua. “Oke kita mampir ke toko Kosmetik Oppa”.


“Mwo??” Oppa Junki terkejut lagi sambil berusaha melirik gue kebelakang namun ia kesulitan karna sedang menyetir. “Kau harus cepat sampai di Agensi. Kau harus latihan” Jawan Oppa Junki sedikit marah, hanya sedikit kok. “Anyi. Kita harus singgah ke toko Kosmetik. Aku tidak akan lama”. “Yuka shi. Ahhh” Dia langsung geleng-geleng tidak habis pikir. “Arasso. Hati-hati jangan sampai ada yang mengenalmu. Kenakan masker dan topimu. Oppa akan ikut menemanimu didalam. Arasso/mengerti?!”


“Nee Oppa. Ye ye” Gue langsung tepuk tangan girang karna dibolehin.


Mobil terparkir disalah satu brand kosmetik Korea ternama. Gue dan Oppa keluar bareng-bareng dari dalam mobil. Tidak lupa penyamaran agar tidak dikenal. Ketika masuk gue langsung mencari both Skin Care khusus orang tua. “Nah ini dia” Gue ambil beberapa Skin Care mulai dari krim siang/malam, perawatan, sabun dan lain-lain. “Ada yang bisa saya bantu nona, Ahhh” pegawainya langsung menutup mulutnya tiba-tiba karna mengenali gue.


“Ssstttt” Gue langsung memberi isyarat agar dia tidak bereaksi berlebihan karna kehadiran gue. “Ahh sebentar saya akan bantu ambilkan keranjang belanjanya” Pegawai itu lekas mengambil keranjang karna dia ngelihat gue memilih beberapa kosmetik dan kembali ketempat gue tadi engn membawa keranjang kecil. “Ini Y-yuka”. “Nee kamsahamnida”. Ujar gue.


“B-bolehkah aku foto denganmu??. Ahh mian”. “Tentu”Balas gue ramah. “Cekrek”.


“Tuh kan, Oppa bilang apa??. Mereka mengenalmu”. Oppa Junki kesal karna gue dikenal saat dikosmetik tadi. “Ya gimana lagi Oppa. Aku kan artis. Satu atau dua orang pasti tahu aku.” Balas gue rileks. “Kau itu bukan satu atau dua orang yang kenal. Kau itu hampir dikenal banyak orang. Kalau kau pergi keluar negeri pun, orang sana juga pasti tahu siapa kau Yuka” Doi jadi ngeselin.


Akhirnya kita sampai di Agensi. Saat sampai diruang latihan ternyata Fiona masih belum datang. “Ahh bisa gila aku” Kak Melly menengadahkan wajahnya ke langit-langit. Fiona ditelfon tadi menjawab. “Apa yang terjadi??” Tanya gue ke member saat gue baru sampai. “Fiona belum datang” Balas So Hye kesal. Enggak cuma dia, Min Shi juga begitu. “Kau tahu??. Pagi-pagi sekali dia keluar naik taxi tanpa pamit. Padahal kita harus latihan hari ini” Sambung So hye lagi.


“A-anyeongaseo” Yang ditunggu-tunggu akhirnya datang dengan wajah bertekuk. Kelihatan ini anak merasa bersalah. “Ahhh Fiona Shi!!!” Kak Melly memanggil Fiona dengan nada sedikit kesal. “Mian hae. Aku ada urusan penting jadi tidak sempat mengabari kalian. B-batrai handphone juga habis jadi tidak bisa menghubungi kalian”. “Akh” Kak Melly meremas ringan rambutnya dengan kesal. “Kau kemana saja??. Semua orang khawatir denganmu” Tanya Oppa Junki. “A-aku ada urusan dengan keluargaku. Mereka ingin bertemu denganku karna ada hal yang ingin mereka katakan”.


“Kenapa tidak menelfon saja. Jadwal comeback kita sebentar lagi. Apa harus bertemu dan akkhhh…..” Oppa Junki kehabisan kata-kata.


“Fiona Shi. Lain kali beritahu kami jika kau ada urusan mendesak. Kau tidak perlu pergi sendirian karna itu sangat berbahaya. Fans sasaeng/fanatic Angel terbilang banyak. Mereka bisa saja melakukan hal-hal aneh kepadamu. Arrajji/mengerti??”. “Nee eonni” Balas Fiona dengan masih menekuk wajahnya. Sementara Oppa Jay pelatih Coreo kami diam sambil memperhatikan.


“Hahahaha. Euhh dia sangat manis sekali” Seorang laki-laki yang dicap wajah datar oleh Yuka tertawa girang memperhatikan sebuah video pada benda pipih digenggamannya.


Bersambung


@yulia.fernanda__


Jangan lupa dukung terus dengan cara  vote, love, like, sharing plus komen. Dan baca juga


·         Cerita Julia dan Korea Selatan


·         Cerita Julia dan Korea Selatan 2


·         Future Princess.