LOVE IN SEOUL CITY

LOVE IN SEOUL CITY
Episode 26 / Satu rumah.



~~ Selamat membaca.


“Lepasin” Tiba-tiba sebuah gerakan tangan seseorang melepaskan kedua tangan Yeol dari bahu gue. Dan kita pun serentak melihat ke arah sumber suara.


“J-jaehyun” Ujar gue yang langsung melingkari tangannya di kedua bahu gue.


Yeol menarik sebelah ujung bibirnya tanda tak suka. Kedua lelaki itu tampak bersitegang dan memandangi satu sama lain. Gue nggak kuat lihat pemandangan mengerikan ini. Bukan apa-apa, gue nggak ingin ada perkelahian disini.


“Kajjah/ayo. aku ingin pulang” Sahut gue sambil membalikan badan dan ninggalin Baek Yeol disana. Jaehyun langsung merangkul gue dan menuntun gue ke mobilnya. Entah dari mana anak ini tahu kalau gue ketemuan dengan Yeol. Mungkin dari kak Melly karna gue memang izin ke dia buat ketemu Yeol.


Maaf karna gue jadi orang jahat buat lo Yeol.


Selama diperjalanan pulang, kami lebih banyak diam. Jae masih fokus menyetir. Dia masih pakai baju panggung. Kelihatannya dia abis kerja dan langsung jemput gue disana. Apa karna jadi pacar palsu, jadi dia antar jemput gue sekarang??


Saat sampai di parkiran, gue langsung melepas seat belt gue.


“Makasih Jae” Jaehyun langsung memegang tangan gue dan menahan gue dimobil saat gue hendak keluar.


“Weo/Kenapa?” Sahut gue dengan sisa-sisa isakan tangis ke Jaehyun.


“Apa kalian pernah berhubungan?” Yang Jaehyun maksud adalah antara gue dan Yeol.


Gue bingung apakah harus jujur atau nggak. Karna ini hanya hubungan palsu dan nggak perlu ada kejujuran juga disini.


“Nggak usah terlalu difikirkan” Ujar gue sambil ingin membuka pintu mobil, namun lagi-lagi Jaehyun menarik kembali tangan gue sehingga gue kembali tertahan.


“Katakanlah” lelaki itu sungguh-sungguh ingin tahu kebenaran dari mulut gue.


“Hhuuufftttt” Gue kembali menarik nafas.


“Ia kami pernah berhubungan, tapi sekarang nggak lagi. puas???” Kata-kata gue cukup dimengerti oleh Jaehyun. Namun laki-laki ini tetap tidak melepaskan tangannya dari lengan gue.


“Apa lagi??” Tanya gue ke dia.


“Kita akan tinggal serumah setelah orang tua kamu pulang”


Deg... Jantung gue hampir mau copot dengar Jaehyun ngomong barusan.


Apa?? Tinggal serumah??? Nggak cukup dengan publikasikan rumor pacar palsu sekarang gue harus tinggal dengan dia serumah??


“Aku nggak setuju” Ujar gue.


“Ini hanya sementara dan aku juga tidak akan macam-macam. Aku juga tidak akan datang setiap hari karna kami akan lebih sering menginap di Dorm”


“Ya tapi sama aja itu dengan kumpul kebo. kalau sampai berita kita nginap serumah tahu sampai di Indonesia, gue bakal dicap cewek nggak bener disana. Di Indonesia mereka tidak memperbolehkan tinggal serumah kecuali sudah menikah” Ujar gue yang langsung dibantah oleh Jaehyun.


“Ya udah kalau gitu kita nikah aja” Kata-kata Jaehyun sukses bikin gue terheran-heran sama jawabannya. Kayaknya ini anak mulai gila. Ya Lord kenapa berita scandal gue harus dengan jaehyun, kenapa nggak sama Baek Yeol aja?


“Besok aku bakal jemput kamu untuk pergi ke Agensi” Ujar Jaehyun.


“Oke” Dan gue langsung keluar dari mobil dan masuk menuju appartmen. Selama diperjalanan menuju kamar gue mengutuk diri gue.


---


Esok paginya Jaehyun datang pagi-pagi ke Appartmen gue. Dia memberanikan diri datang dan bertemu dengan kedua orang tua gue sambil izin pergi ke Agensi.


Akhirnya kita tiba di agensi. Begitu ramai disini. Gue nggak tahu yang mana yang artis yang mana enggak. Gue cuma ngekorin Jaehyun dari belakang. Banyak pasang manik yang melihat kita dan ngehampirin kita tiba-tiba.


“Hei Jaehyun shi” Teriak salah satu temannya dengan wajah sumringah dari arah berlawanan.


Teyong melihat ke arah gue.


“Apakah ini yang baru saja dirumorkan kencan denganmu??” Tanya Taeyong ke Jaehyun.


“Ya ini pacarku” Sambil melingkarkan tangannya di bahu gue.


“Anyeongaseo. Yuka Imnida” Gue melakukan salam layaknya orang korea kebanyakan.


“Aku Taeyong, yang paling ganteng di agensi ini” Sahutnya yang membuat gue merinding sesaat. Kalau untuk soal ketampanan Baek Yeol dan Jaehyun masih unggul.


---


Dihadapan CEO Moon Enterteiment, Jaehyun dan managernya, gue menandatangani kontrak kerjasama sebagai Aktris. Gue juga di Trainee selama tiga bulan sebagai bentuk syarat sebelum debut keartisan gue. Jadi selama tiga bulan ini gue bakal di training dulu sama mereka. Entah itu bakal jadi penyanyi atau pun sebagai Aktris masa prosesnya adalah selama tiga bulan dan ditentukan oleh pihak agensi.


“Selamat sudah menjadi bagian Moon Enterteiment” Ujar CEO Sambil berjabat tangan diikuti dengan riuh tepuk tangan Jaehyun dan managernya.


“Terimakasih Presiden” Sahut gue.


Akhirnya kita balik dan keluar dari kantor agensi.


“Ayo kita makan dulu, aku belum sarapan pagi” Ujar Jaehyun sambil membuka pintu mobilnya.


“Ok” Jawab gue.


Kita makan disebuah restaurant duduk berhadapan. Gue nggak sengaja melihat ke arah TV yang menyala dan sedang menampilkan rumor dating kami. Cukup membuat gue terkejut dan menghentikan makan gue sesaat. Jaehyun yang mulai aneh melihat gue pun juga ikut melihat ke arah sumber. Dia pun juga ikut terkejut melihatnya.


Beruntung dilantai itu hanya kami berdua dan tidak ada pelanggan satu pun.


Gue kembali mengalihkan perhatian gue ke makanan dihadapan gue. Gue menarik sudut bibir gue. Karna udah terlanjur seperti ini gue harus bisa jalanin. Di Indonesia kan gue juga artis. Sebagai artis pasti banyak pro kontranya. Tidak disukai orang itu udah biasa. Jangankan artis. Orang biasa pun pasti juga begitu.


Jaehyun langsung memegang tangan gue. Laki-laki itu mencoba menguatkan gue saat ini.


“Jangan dipikirkan. Makanlah” Ujar Jaehyun.


Gue pun melanjutkan makna gue kembali.


---


Malamnya gue mengantar orang tua gue ke bandara. Mereka akan berangkat tengah malam dari Incheon. Gue ngantar mereka bersama kak Melly dan Sarah.


“Jaga diri kamu baik-baik” Ujar Ibu sambil memegang kedua pipi gue.


Gue cuma bisa nangis saat melepas mereka pergi. Ayah Ibu jaga diri kalian baik-baik juga. Jangan sampai sakit. Tunggu aku pulang.


Setelah selesai mengantar orang tua, gue kembali ke Appartmen. Kali ini gue sendirian di Appartmen. Kak Melly dan Sarah sudah balik ke rumahnya. Kamar itu jadi sepi setelah keluarga gue balik.


Tit tit tit..


Gue mendengar suara password kunci appartmen gue berbunyi dan pintu appartmen gue terbuka. Gue penasaran siapa yang tahu dengan password kamar gue, karna tidak ada yang tahu selain gue. Gue buru-buru ke depan dan gue terkejut lihat Jaehyun dengan Koper gedeknya masuk sambil membuka sepatunya.


“J-Jaehyun. Lo kabur dari rumah??” Ujar gue bingung.


“Aku sudah bilang kalau kita akan tinggal satu rumah” Ujar Jaehyun sambil mendorong kopernya ke dalam.


Oh My God gue lupa kalau gue bakalan satu rumah sama dia gara-gara rumor dating itu. Demi apapun gue nggak setuju dengan ide gila kayak gini. Gue nggak bisa privasi di Appartmen gue sendiri. Jaehyun berjalan dan memasuki kamar gue, gue buru-buru cegah dia untuk nggak memasuki kamar gue.