
~~ Selamat membaca...
“Apa kau tahu aku selama ini mencarimu???” Sahut Baek Yeol dengan nada tingginya.
Deg...... Jantung gue kembali berdetak. Untuk apa laki-laki ini nyari gue.
Baek Yeol langsung memeluk gue, Laki-laki jangkung ini memeluk gue dengan erat. Gue hanya terdiam. Apakah gue harus balas atau mendorongnya, karna dihati gue jujur aja galau.
“Mian Hae, Cheongmall Mian hae/ Aku benar-benar minta maaf” Ujarnya membuat hati gue luluh.
Plis jangan percaya ka, Dia udah nggak jujur sama lo. Itulah bisikan-bisikan aneh yang gue dengar.
Test.....
Air mata gue jatuh begitu aja. Pertahanan gue lemah ternyata. Bisa dibobol gitu aja oleh pria yang satu ini. Gue menangis. Kenapa dengan pria ini gue lemah banget.
“Kasih aku kesempatan lagi” Ujar Baek Yeol dengan nada lembutnya.
Awalnya gue diam dan nggak membalas, tapi benar, pertahanan gue nggak sekuat apa yang gue bayangkan “hhuhuuuuu...” Isak tangis gue akhirnya pecah, cukup membuat seisi ruangan didominasi oleh isak tangis gue. Baek Yeol langsung mengusap kepala gue dengan lembut.
“Ssssttt. jangan menangis, maafin aku ya, aku bakal jujur sama kamu” Ujar Baek Yeol.
Gue langsung membalas pelukannya. Itu berarti gue ngasih dia kesempatan buat memperbaiki hubungan kita. Akhirnya kita lepasin pelukan kita. Baek langsung mencium pipi kanan dan pipi kiri gue.
“Aku keluar duluan nggak apa-apa ya?” Diluar ada cctv,” Gue paham dan langsung mengangguk. Saat dia keluar, gue ngelihat ada beberapa bodyguard yang ngikutin dia, Anjayy rupanya kita dijaga sama pengawal. Pantesan nggak ada yang masuk kesini, rupanya tu anak nyuruh orang buat jaga diluar. Dan gue langsung keluar nggak lama setelah itu.
Acara selesai juga pukul 01.00 dini hari. Jaehyun tiba-tiba nyamperin gue dan menahan gue.
“Yuka shi” Panggil Jaehyun.
“Jaehyun, oh my god. akhirnya kita ketemu” Ujar gue bersalaman.
“Apa kau ada waktu nanti?? Aku tahu restaurant daging yang enak disini” Apa ini ceritanya Jaehyun ngajak kue kencan? ini anak nggak lelah ya abis acara kayak beginian?
“Benarkah?? tapi apakah kau tidak takut diburu paparazii?” Gue takut kalau ini anak ketemu paparazzi dan abis lah karirnya gara-gara gue.
“Tenang saja, aku paham daerah sini” Ujarnya. Jangan-jangan ini anak preman sini lagi?!
“Baiklah, aku tidak mungkin memakai baju ini, kita harus menyamar, terutama kau Jaehyun.”
“Tentu aku akan menjemputmu, hotelku berada dibelakang. Setengah jam lagi aku akan datang” Hotelnya dibelakang? jangan-jangan hotel kita sama ?
“Apa kau menginap di Hotel X10?” Tanya gue.
“Ia aku menginap disana. Semua artis bermalam disitu, tapi ya tidak keseluruhan” Sahutnya.
What. Gue nggak tahu kalau disana ada beberapa artis juga yang menginap.
“Apa Grup Aslan menginap disitu juga?” Tanya gue
“Aslan. Sunbaenim/senior? Aku kurang tahu” Jawabnya.
Nggak beberapa lama setelah gue ganti baju dan pakai ala-ala penyamaran, gue turun dan menuju loby. Jaehyun udah nunggu gue disana. Gue berharap nggak ada paparazzi kelas kakap yang fotoin kita dengan kamera super DSLRnya. Gue ngumpet-ngumpet menuju mobil Jaehyun dan masuk ke mobilnya. Kalian tahu, biar nggak langsung keciduk paparazzi?? Gue masuk dari pintu mobil belakang.
Jaehyun langsung ngelihat gue bingung kenapa gue harus lewat pintu belakang, mungkin dikiranya dia supir kali ye. Biar doi nggak bingung, setelah gue tutup pintu mobilnya, gue maju kedepan. Aroma wangi tubuh gue bikin Jaehyun gagal fokus. gue cuma ganti baju doank loh, nggak sempat pake parfum.
“Itu barusan trik kalau kamu jemput pacar diluar suruh pacar kamu masuk lewat belakang.” Kata-kata gue masuk akal bagi Jaehyun, dia malah nggak kefikiran hal yang begituan.
“Jinjja/benarkah?? Wahh aku sekarang aku tidak perlu was-was jika menjemputmu nanti”
“Ya donk...”
“Haa,, Apa???” Tiba-tiba gue menyadari kalau gue salah ngomong. Ahh bodo amatlah gue nggak paham maksud ni bocah apa. Jangan mentang-mentang loh tampan terus lo godain gue.
---
Kita udah sampai disebuah restoran cepat saji. Disini agak sepi dan memiliki sekat tiap mejanya. Seperti dibuat privasi didalamnya. Jadi ini yang dibilang Jaehyun. Yakin ni nggak ketahuan sama Paparazzi?? Jaehyun lalu memilih tempat yang pojok agar lebih leluasa. Pelayan pun langsung datang menghampiri kami dan memberikan buku menu.
“Apa kau yakin disini aman?” Tanyaku pada Jaehyun.
“Banyak teman-teman artis yang kesini. katanya disini lebih aman dan jarang ada paparazzi yang nongol” Ujarnya..
“Oke Baiklah” Singkat gue.
Tak lama kemudan makanan tiba. entah apalah nama makanan ini dan katanya ini rekomended dari Jaehyun, irisan daging sapi yang dikasih saus gitu.
“Mmmm enak-enak” Sahut gue sambil makan.” Gue makan nggak manusiawi banget, sumpah. sankin enaknya ini makanan. Gue nggak mikirin diet karna memang gue jarang diet dan percernaan gue sangat-sangat bagus. Jadi tiap makan berat pasti langsung jadi B.A.B. Jorok banget ya gue.
“Jaehyun shi, ini enak” Sambil angkat dua jempol.
“Jinjja??? Ayo makanlah sepuasnya.” Ujar Jaehyun.
Itu adalah kali pertama ehhh bukan, ini kedua kalinya gue pergi jalan sama dia. Kali ini kita hanya pergi berdua. Dari sudut yang agak jauh terlihat sebuah bidikan zoom kamera mengintai kami. Seolah mendapat Jackpot, Si paparazzi bakal dapat info berita menarik. Kita nggak nyadar jika ada paparazzi yang ngikutin sampai ditempat ini. Dan kita tetap enteng makan tanpa tahu situasi.
Akhirnya gue ngabisin dua piring dan itupun gue kadang ambil jatah Jaehyun dipiringnya. Kira-kira gue bungkus aja kali ya terus gue bawa ke Indo. Ahh gila ini enak banget.
“Jae. kapan kamu balik ke Korea?” Tanya gue setelah selesai makan.
“Besok pagi jam 08.00” Ujarnya.
“Pagi??? Kalau begtu setelah ini kita harus pulang. Kau harus istirahat.” Sahut gue.
“Tidak apa-apa, kita jarang ketemu. disaat kayak gini kita harus quality time” Kenapa perasaan gue ini anak kayak ngasih kode keras gitu. Tapi mudah-mudahan aja ini cuma firasat halu gue aja.
Setelah berlama-lama akhirnya kita balik, itupun gue paksa karna pagi dia harus berangkat ke Airport. Gue juga butuh istirahat karna dari Hongkong ke Jakarta lumayan lama. Karna gue mikir nggak ada paparazi menurut info Jaehyun, jadi gue masuk dari depan. Sekali lagi bidikan kamera merekam gambar kita.
Saat sampai di hotel. Jae langsung parkir dan tinggalin mobilnya di parkiran. Kita masuk dan jalan bareng, tentunya pakai penyamaran. Jaehyun langsung antar gue ke depan kamar. Baiknya ini anak orang.
“Thanks ya makan-makannya” Ujar gue sambil tersenyum ke arah Jaehyun.
Jae melirik kalung yang ada dileher gue, kalung itu pemberian dari dia saat di Indonesia. Karna gue nggak nyadar dia lihatin kalungnya, gue langsung izin masuk kamar dan ninggalin dia. Sedangkan dari tempat tersembunyi, senyum licik seorang paparazzi kala bahagia dapatin foto-foto kami. Dia juga ngambil gambar saat Jae ngantar gue ke kamar. Tamatlah sudah riwayat gue.