
Ok detik ini juga gue putusin untuk pergi dari Seoul. Gue akan pulang dan berangkat ke Indonesia.
---
Pukul 08.00 pagi KST.
Gue udah sampe dibandara International Incheon. Hati gue kalut. Langkah gue seperti ada yang menghentikan, tapi nyatanya enggak, gue bakal berhenti jika laki-laki itu datang dan menghentikan gue saat ini. Gue akan tunggu sekarang kalau memang ia. Gue udah tinggalin sepucuk surat di appartmen gue, berharap dia bakal nyusul gue kesini.
Pukul 9.05 pesawat gue. Gue lihat jam ditangan gue, masih ada waktu sekitar satu jam lagi. Apa loe udah di Appartmen gue ??? Apa loe udah baca isi surat gue?? Kenapa lo belum datang ?? Plis tahan gue...
Tes.....
Air mata gue ngalir gitu aja. Kenapa gue harus berharap dengan hal-hal yang nggak mungkin. Cari mati buat dia kalau sampai dia berani nyusul kesini. Disini pasti banyak para pemburu idol yang lagi nunggu idolnya datang atau pergi di bandara ini. Kalau dia nekat kesini buat hentiin gue, yang ada dia jadi incaran paparazzi. Mikir apa sih lo Yuka ?! Jangan mimpi dipagi bolong.
Sekarang pukul 08.50 dan belum ada tanda-tanda pria itu akan menampakkan diri disini. Gue selalu perhatiin jam dinding yang tersedia diruang tunggu bandara. sambil menunggu kaki gue bergetar-getar layaknya orang yang ingin menghilangkan grogi. Semua penumpang pesawat sudah mulai memasuki badan pesawat dan gue masih
berharap nunggu disini sampai-sampai nama gue dipanggil berulang kali. itu berarti bahwa pesawat akan terbang.
Ya fix kalau dia nggak bakal datang kesini. berarti ini memang pertemuan kita yang terakhir disini. Goodbye Korea, Goodbye Friends and Goodbye my love. Annyeong/selamat tinggal.
---
Baek Yeol baru membaca isi surat gue. dan sungguh demi apapun dia sudah terlambat untuk menyusul gue ke bandara karna pesawat baru aja fly. Mungkin dia lelah untuk datang pagi-pagi. Saat dia membaca isi surat gue harusnya gue sudah di udara. Maafkan gue Yeol.
Baek Yeol serasa terhanyut. Hatinya sakit seperti disayat-sayat. Seketika ia roboh dan tersungkur duduk dilantai. Ia nggak percaya kalau gue ninggalin dia begitu aja. Air matanya terjatuh membasahi pipinya. Baru kali ini mungkin seorang laki-laki menangis karna gue. Tapi entahlah mungkin ada, gue nya yang nggak tahu.
Baek Yeol menangis sambil terduduk dilantai. dia mengepal surat gue dengan kuat. Dia kecewa. Dia sakit hati, dia juga patah hati. Tapi harusnya gue yang begitu, bukan dia. Lebih baik begini. Jalani hidup masing-masing dan berjalan sendiri-sendiri. Jika lo konser di Indonesia jangan sampai gue tahu. Gue bakal tutup mata dan pendengaran gue jika itu terjadi.
---
Tiga tahun berlalu. Dan gue masih tetap di Indonesia. Gue perlahan-lahan bisa melupakan dia. Pelan tapi pasti. Gue mengaktifkan diri gue di Indonesia tanah air gue. Gue menyibukkan diri dengan mengembangkan bakat musik gue ke Biola. Gue cukup sukses disini. Nama gue banyak dikenal. Mungkin karna pengaruh nama besar Ayah gue yang juga pekerja seni. Setiap ada acara musik. Gue pasti dapat tawaran buat manggung. Gue juga pernah duet dengan penyanyi terkenal Indonesia dan ngisi sountrack lagu layar lebar.
Sekarang kemana-mana orang pada minta foto ke gue. pada tahu gue siapa dan minta tanda tangan. Asal jangan minta jajan aja ke gue. Gue nikmatin aja popularitas gue saat ini. Setiap ada acara bergengsi seperti awards gitu. Pasti Orchestra Ayah gue yang diundang buat pengisi acara. Dan nggak lupa sepaket dengan anaknya sebagai model untuk iringan lagu penyanyi.
Saat ini gue lagi latihan buat acara tahunan bergengsi bulan depan yakni Indonesia Movie Awards. Disini parahnya gue harus solo. Seumur-umur gue tampil. Gue harus solo sendirian dipanggung megah. Gue khawatir demam panggung ntar. Awalnya gue nolak, tapi honornya gila. Bisa bikin gue naik haji sekeluarga mungkin.
Gue mati-matian nyari lagu apa yang harus gue mainin buat acara itu. Gue harus sememukau mungkin kalau bisa nggak ada yang ngalihin perhatiannya ke gue. Emang bisa??? Gue juga nggak tahu.
“Oh Tuhan mohon bantu lah hambamu ini.” Rengek gue.
“Nggak. gue nggak boleh down. Gue harus bisa bikin kedua orang tua gue bangga. Kalau bisa gue Go International” Semangat gue tiba-tiba datang begitu aja.
Di Ruang pribadi gue. Gue sedikit demi sedikit membuat nada. Mengubah sebuah lagu ke sebuah nada dari Biola. Itu nggak gampang. Gue banyak lihat penyanyi-penyanyi yang bermain Biola dan mereka mengaransemen lagu ke dalam nada Biola. Mereka harus belajar dulu supaya nada nggak sumbang. Nggak gampang loh.
Sehari, dua hari gue gagal. dan begitulah seterusnya. dari mulai tali biola gue tiba-tiba putus, terus gue harus benerin talinya. Suara sumbang karna salah gesekkan. Lupa nada terus ngulang dari awal lagi.
“Aarrgggghhhhhhhhhhhhh Salah semua.” Umpat gue yang udah mulai nyerah.
Besoknya gue latihan lagi. dan hasilnya lumayan. Kalau gue berlatih terus gue pasti bisa yang penting usaha. Untung-untung gue bisa move on dari Baek Yeol, pria yang nggak ada usaha apa-apa. Jangankan ngehubungi gue dari media sosial. Susulin gue kek disini. Dia kan selebritis, pasti kaya. eughhh kenapa harus nyebut dia sih.
Sebenarnya bukan dia yang nggak mau nyusul, Dia juga bingung mau cari gue kemana. Semenjak kami putus kontak dia juga sibuk dengan berbagai rutinitas group dan solonya. Selama tiga tahun ini dia sibuk tour konser diberbegai negara. Mempersiapkan album baru, Koreo baru, Drama baru dan berbagai aktifitas keartisannya yang
lain. Baek Yeol juga smaa kayak gue. Berusaha buat ngelupain gue, tapi nihil. Sering kali dia mampir ke club buat ngilangin kegalauannya atau nggak minum-minum di Appartmennya.
Dia semakin kacau. Untung aja karirnya masih mulus dan belum ada kecacatan sama sekali. Managernya pun kerepotan sama tingkah dia belakangan ini. Nggak Cuma managernya. Membernya yang lain pun juga dibuat pusing.
“Baek Yeol shi????” Suara beberapa oktaf itu membuat Baek Yeol mengalihkan pandangannya ke sumber suara. Terlihat teman satu membernya berwajah kesal datang ke Appartmennya. Dilihatnya appartmen itu yang berantakan kayak kandang babi penuh dengan minuman soju yang udah kosong.
“Apa kau gila??? Sudah tiga tahun lamanya tapi kau masih belum bisa lupain dia???” Teman satu membernya ini bernama Geum Jun dibuat takjub dengan tingkah salah satu membernya yang masih belum berhasil melupakan cinta lamanya.
~~ Apakah mereka selamanya tidak akan pernah satu kembali ?? Tunggu episode selanjutnya ya, jangan lupa komen, like dan favorite, Gumauwo.