
~~ Happy reading, semoga suka.
Dikamar pasien tempat dimana Fiona dirawat, Semua terdiam. Sepi layaknya dikuburan. So Hye masih tetap diam terpaku tanpa mengalihkan langkahnya ke tempat lain dan masih setia di posisi awal saat ia bersitegang dengan Yuka.
“Aku nggak mihak siapa-siapa, tapi yang dikatakan kak Yuka ada benarnya juga. Kalau kakak terlalu mementingkan omongan Oppa Jay karna koreo kakak yang kurang bagus, lebih baik kita sama-sama fokus ke debut dan penyembuhan Fiona. Toh tarian kakak nggak buruk-buruk amat. Kakak terlalu memaksakan diri untuk
latihan” Min Shi langsung bangkit dari duduknya mengambil tas dan keluar dari kamar.
“Arrgghhhh” Umpat So Hye sambil menarik kasar rambutnya. Gara-gara kegilaannya, ia membuat Yuka dan Min Shi marah kepadanya. Ia pun lebih memilih untuk mendinginkan pikirannya dan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sementara Fiona menangis dalam mata mode tertutup layaknya orang yang masih tertidur. Air matanya mengalir dari balik ujung matanya yang sipit. Ia dari awal sudah mendengar percakapan kami, termasuk adu argumen antara gue dan So Hye.
---
Foto-foto Baek Yeol masih memanas hingga saat ini. Bahkan berita tentang kematian salah satu artis senior yang bunuh diri pun masih kalah tenar dengan informasi dating Baekyeol. Hingga akhirnya mau tidak mau agensi turun tangan untuk masalah artisnya.
Baekyeol frustasi dan berulang kali ia mengumpat dan menarik kasar rambutnya dihadapan CEO dan managernya. Entah kemana langkahnya berpijak, yang jelas ia tidak ingin duduk dihadapan orang-orang yang menjebaknya.
“Jangan umumkan itu. Aku tidak pacaran dengannya. Kalian sengaja menjebakku” Ujarnya emosi.
“Baekyeol shi. Ini tidak akan berlangsung lama. Kita butuh beberapa masukan saham lagi. Saham kita semakin menurun. Setidaknya dengan ini saham akan berangsur membaik.” Ungkap sang CEO.
“Lalu kalian menjadikanku mangsa? Ada banyak cara selain itu. Buat banyak acara dan keluarkan single lagu buat para pemegang vokal inti. Ikut acara fashion. Masih banyak” Baekyeol seperti murka. wajahnya tak tenang dan gelisah. Nafasnya memburu. Padahal belum tentu juga dengan rumor datingnya keluar akan menaikkan harga saham Moon Enterteinment.
---
Karna kesal. Gue lebih memilih pergi ke agensi buat latihan. Sukur-sukur buat hilangin stress sambil nyanyi dan keluarin keringat sebanyak mungkin. Saat akan mau melewati pintu meeting. Tiba-tiba pintu tersebut bergerak terbuka dan muncullah orang-orangnya. Gue langsung salam nunduk ala korea ketika CEO gue memunculkan batang hidungnya keluar dari ruangan tersebut. Dan nggak kalah paniknya gue saat orang terakhir keluar dan membuat suasana batin gue berkecamuk. Baekyeol menampakkan diri dan berhasil membuat gue hampir mati berdiri.
Gue segera sadar dan berpura-pura tidak terjadi apapun. Gue langsung memberi salam sama dia. Nggak ada salahnya kan? Walau pun suasana hati gue bercampur aduk dan gue langsung teringat skandal dia. Bukan skandal sih itu namanya, tapi rumor yang lagi ngehits akhir-akhir ini di belahan bumi Korea.
“Fiona masih dalam pengobatan Sanjangnim. persiapan masih aman, walaupun ada masalah sedikit, tapi kita akan berusaha sebaik mungkin” Gue berharap bisa cepat-cepat menuju office buat minta kunci ruang latihan. Terbakar rasanya gue disini. Apalagi matanya nggak berkedip ngelihat gue. Sialan lu Yeol. Lo sengaja bikin gue mati kutu kan ?
“Ah Sanjangnim aku permisi mau ke ruang latihan dulu. Annyeongaseo” Pamit gue langsung meninggalkan mereka. Gue nggak sanggup lama-lama disekitar Yeol.
---
Alunan musik begitu menggema diruang latihan. Untung aja ruangan ini belum ada yang pakai, jadi gue bisa pakai sesuka hati. Sambil nari gue memfokuskan diri untuk bisa membersihkan fikiran gue dari hal-hal yang membuat gue nggak tenang. Belum juga debut, gue udah diberi cobaan begini. Tuhan sayang banget sama gue.
Pukul 02.31 KST
Gue baru keluar latihan dan akan pulang. Pulang ke appartmen maksudnya. Karna Jaehyun masih sibuk buat persiapan albumnya juga dan harus bisa selalu pulang ke dorm untuk ngumpul sama member-membernya dan saat ini gue malas pulang ke Dorm. Jadi lebih baik gue pulang ke Appartmen.
Saat gue keluar pintu agensi, tiba-tiba tangan gue ditarik dengan paksa dan itu membuat gue ketakutan dan kaget, takut-takut ada yang mau berbuat jahat sama Kodijah. Saat gue melihat ke arah wajahnya, gue kaget bukan main.
“Yeol??” Gue langsung menepis tangan Yeol dan berusaha buat kabur. Tapi sia-sia. Kekuatan tangannya nggak sebanding dengan kekuatan wanita yang penuh kelembutan kayak gue. Yeol menarik tangan gue dan membawa gue menuju parkiran dan membuka pintu samping kemudi dan mendorong gue yang lumayan kasar masuk ke dalam mobilnya. Astaga dia jadi pria kasar sama cewek. Jujur, Jae nggak pernah perlakuin gue kayak gini. Yeol pun masuk ke pintu sebelahnya dan langsung mengemudi secepat mungkin meninggalkan parkiran.
Yeol sepertinya benar-benar murka malam ini. Entah apa yang membuat pria yang disamping gue ini begitu tersulut emosi. Ia melajukan mobilnya ke jalanan raya Korea dengan begitu cepat. Jujur gue ketakutan. Kalau hanya gara-gara gue ninggalin dia saat ia bersama CEO nggak mungkin dia se emosi ini.
“Lo mau bawa gue kemana ?” Gue berusaha untuk ngomong supaya Yeol bisa mengalihkan sedikit fokusnya dan bisa tenang membawa mobilnya. Lagian gue belum mau mati. Atau jangan-jangan dia sengaja mau bawa gue ke alam maut?
“Yeol. Pelan-pelan bawa mobilnya. Lo jangan gila” Ujar gue emosi. Biar gimana pun ini udah nggak wajar.
Jangan lupa tinggalkan Love dan komen kalian ya. Trims
Ig : yulia.fernanda__