Lolita's Hidden Secrets

Lolita's Hidden Secrets
Bab 73



Sepulangnya loli dari mansion ayana, dia langsung pulang ke rumah sewa untuk melakukan sesuatu untuk menyelidiki siapa ayana, ruby, hasley bahkan angel sebenarnya.


Dia memasuki kamar brenda, kemudian dia langsung menuju ke depan komputer milik brenda yang brenda gunakan untuk melakukan keahliannya dalam dunia hacker.


Tapi dia hanya menyalahkan komputer tersebut, dan dia langsung menghubungi arga untuk meminta bantuan.


" Kamu dimana ? ".


Tanya loli ketika panggilan terhubung, tapi dia fokus menyalahkan koputer brenda yang ternyata harus ada embel-embel terlebih dahulu untuk menyalahkan komputer tersebut, untung saja brenda sudah memberitahukan caranya pada loli.


" Aku sedang di rumah, ada apa ? ". Jawab arga.


" Aku ingin meminta bantuanmu, tolong kirimkan aku nomor ponsel Alno sekarang juga ". Ucap loli.


Di sebrang sana arga menautkan kedua alisnya penasaran kenapa loli meminta nomor ponsel salah satu hacker yang bekerja di kepolisian pusat LA.


" Memangnya apa yang sedang kau selidiki ? Kenapa harus meminta bantuan alno ? ". Tanya arga penasaran.


" Kirimkan saja nomor ponselnya, aku tidak punya banyak waktu ". Ucap loli datar.


" Hah ". Arga menghembuskan nafasnya dengan pelan, " Baiklah, aku akan segera mengirimkan nomor ponselnya sekarang juga ". Ucap arga.


" Hmm ".


Loli langsung mengakhiri panggilan tersebut, bertepatan koputernya sudah menyalah dan loli langsung memasukkan kode yang pernah di beritahukan oleh brenda.


" Aku tahu kalian bukan dalang dari kematian keluargaku, tapi aku penasaran, apa hubungan kalian dengan kedua orang tuaku ". Ucap loli ternyata sangat yakin kalau angel dan lainnya bukanlah dalang dari kematian keluarga, apalagi munculnya lee woojin, jelas menunjukkan kalau lee woojin lebih pantas di curigai dari pada angel dan lainnya.


Tring..


Notofikasi pesan masuk di ponsel loli telah berbunyi, dengan segera loli langsung mengecek pesan tersebut yang ternyata dari arga yang telah mengirimkan nomor ponsel alno yang di minta oleh loli tadi.


Akhirnya loli menghubungi nomor tersebut, setelah terhubung, loli langsung meminta bantuan alno dan mereka berdua sibuk melakukan apa yang loli inginkan saat ini.


Di rumah sakit GG hospital, ternyata aron datang sendirian untuk menemui rolan. Sekarang aron dan rolan sedang mengobrol di depan pintu ruangan anya.


" Berapa lama hasil pemeriksaan anya selesai ? ". Tanya aron pada rolan.


" Gue juga gk tau tepatnya kapan hasilnya bisa keluar, tapi di dalam sana anya terus memaksakan dirinya, dia gk mau berhenti atau pun istirahat, dengan alasannya yang gk mau loli lama-lama mengurus kasus ini, kasihan katanya ". Jawab rolan.


Aron menganggukkan kepalanya mengerti, dia tahu sebesar apa arti persahabatan di antara mereka, jadi apa yang anya katakan jelas aron sangat mengerti maksudnya.


" Dimana loli sekarang ? ". Tanya aron terlihat dari raut wajahnya sangat mengkhawatirkan loli.


" Gue gk tahu dia kemana, tadi katanya cuma mau cari angin segar di area luar rumah sakit, tapi sampe sekarang dianya belum balik-balik ". Jawab rolan juga khawatir terjadi sesuatu pada loli yang belum kembali sedari tadi.


" Oh ya ron, gimana kesepakatan Loh sama nyonya ayana ? Berjalan lancar kah ? ". Sambung rolan bertanya.


" Hmm.. Dan untuk sementara waktu, mendingan lu jangan ke kantor dulu ". Ucap aron terdengar serius.


" Emangnya kenapa ? ". Tanya rolan kebingungan.


" Cih ".


" Dasar nenek lampir, dia pikir gue juga mau ketemu sama cewe ular kek dia ! Ogah banget, anjir ! ". Ucap rolan dengan wajah yang dibuat-buat seakan dia jijik ketemu jane.


" Ck ". Aron malah menggelengkan kepalanya seraya tersenyum lucu mendengarkan ucapan rolan dam tingkahnya yang memang aron tahu kalau rolan juga tidak menyukai jane sama sepertinya.


" Semoga aja semua rencana kita berjalan lancar, biar lu juga bisa cepat-cepat cerein sih cewe ular itu. Cuma mau harta lu doang, dia pikir gue gk tahu ". Ucap rolan lagi sepertinya memang punya dendam kesumat sama jane wkwk.


" Gue harus balik sekarang juga ke kantor, sebelum dedemit itu ikutin gue, ntar berabe juga kalau dia gk nemuin keberadaan gue di kantor ". Aron kini benar-benar sudah sering berbicara panjang lebar, mungkin karena dia harus menjalankan rencananya yang harus bisa bersikap romatis pada jane.


Ceklek.


" Siapa yang lu katain dedemit ? ".


Tiba-tiba anya keluar dengan tatapan tajamnya langsung menatap ke arah aron.


" Itu sih jane, cewe siluman ular istrinya aron, hahaha, bahkan barusan aron yang katain istrinya sendiri dedemit, anjir hahahhaha ".


Rolan tertawa terbahak-bahak karena ulah aron yang mengatai jane dedemit, aron dan anya pun ikutan tertawa karena tawanya rolan sangat menular sehingga mereka tidak bisa menahan tawa mereka.


" Udah ah diem, ini rumah sakit, nanti kita di marahin karna ribut ". Ucap anya mengur rolan yang tak henti-hentinya tertawa karena dedemit.


" Hahaha, o-oke, tapi hahahaha ".


Aron dan anya seketika menggelengkan kepalanya karena rolan gk mau berhenti tertawa.


" Biarin aja dia ketawa sepuasnya, tapi gue harus balik ke kantor sekarang juga ". Ucap aron pada anya.


" Hmm.. jangan lupa sesekali masuk grup dan kabarin kita-kita gimana kabar lu, jangan pernah lupa kalo kita semua ada buat lu kapan aja lu butuh bantuan, ron ". Ucap anya yang ternyata sudah tahu soal masalah rumah tangga aron dan jane.


Aron mendekati anya dan memeluknya sejenak, rolan pun langsung berhenti seketika dari tawanya dan langsung melotot tajam ke arah anya dan aron.


Ternyata sikap romantis yang sering aron lakukan pada jane walaupun terpaksa, cukup berdampak pada perubahan sikap aron, yang awalnya dingin pada anya, loli dan brenda walaupun sahabat baiknya, kini dia menunjukkan sikap hangatnya pada anya.


" Apaan sih lu ron ".


Rolan seketika menarik aron sehingga pelukan tersebut langsung terlepas, wajah anya pun langsung kesal karena ulah rolan.


" Ck, gue gk akan ngambil pacar Loh, dia juga sahabat gue ". Ucap aron memutar bola matanya dengan malas.


" Gk, mending lu pergi sekarang juga sebelum dedemit lu tahu kalo lu kesini ". Usir rolan sengaja karena cemburu butanya pada anya.


Aron dengan sengaja mengedipkan satu matanya ke arah anya untuk menggoda rolan, dan benar saja, rolan langsung kesal dan bahkan dia langsung mendorong aron untuk segera pergi dari sana.


" Hahha ". Aron pun pergi di iringi tawa puas karena berhasil membuat rolan kesal dan cemburu atas ulahnya.


" Apa-apaan sih lu, kapan lagi gue di peluk aron ! Dasar perusak moment ". Pekik anya dengan kesal langsung masuk kedalam ruangannya kembali.


Rolan melototkan matanya tak percaya mendengar ucapan anya barusan, dia pun mengupat kesal karena semuanya adalah ulah aron.