Lolita's Hidden Secrets

Lolita's Hidden Secrets
Bab 39




Lee woojin baru saja menjawab panggilan telfon dari tangan kanannya kepercayaannya. Saat Lee woojin baru saja hendak masuk kedalam mobilnya.


" Ada apa ? ". Tanya lee woojin ketika panggilan telah terhubung.



# AHN TAE JOO ATAU TAEJOO , TANGAN KANAN KEPERCAYAAN LEE WOOJIN DI GANGSTER BLACK WOLF.


" Tuan, saya sudah menemukan wanita itu ". Jawab Taejoo memberikan informasi terbaru pada sang ketua.


Mendengarkan kabar yang sangat baik yang di katakan oleh taejoo tangan kanannya. Lee woojin pun langsung menyeringai tipis.


" Kirimkan detail tentang identitasnya dan juga fotonya pada saya, sekarang juga ".


" Baik tuan ".


Panggilan berakhir. Lee woojin menatap lurus kedepan sembari menyeringai karena peluang untuk melanjutkan lagi rencananya yang tertunda 14 tahun yang lalu akhirnya bisa muncul kembali.


Setelah itu lee woojin langsung masuk kedalam mobilnya, kemudian mobil pun langsung melaju dengan kecepatan sedang menuju mansion kediaman lee woojin.


Tring...


Bunyi notifikasi email masuk dari ponsel lee woojin pun berbunyi. Dengan cepat lee woojin melihat email yang sudah di pastikan pengirimnya adalah taejoo.



Ternyata taejoo sudah mengirimkan foto loli yang di ambil secara diam-diam. Serta seluruh indentitas loli serta apapun yang berkaitan dengan loli.


" Akhirnya aku bisa mendapatkan kalung itu, setelah 14 tahun aku bersusah payah mencari gadis sialan ini ". Batin lee woojin menyeringai.


Setelah itu, lee woojin kembali menghubungi taejoo.


" Bawah gadis sialan itu padaku secepatnya ".


Lee woojin hanya mengatakan hal itu pada taejoo kemudian dia kembali mengakhiri panggilan tersebut dengan sepihak.


******



" Jadi pria sialan itu sudah tahu semua tentang loli ? ". Pekik ayana setelah dia mendengarkan laporan dari ruby barusan, seraya menatap ke arah hasley.


Sedangkan hasley selalu stay dengan wajah datar plus tatapan dingin setiap saat.



" Ya. Tangan kanannya bernama taejoo berhasil menemukan loli di negara ini dan langsung mengirimkan foto serta identitas loli pada lee woojin ". Jawab ruby membenarkan ucapan ayana.



Sedangkan angel juga tampaknya khawatir pada loli, jika benar lee woojin telah mengetahui keberadaannya loli.



" Lalu apa yang harus kita lakukan ? ". Tanya Ayana.


" Tentu saja kita harus memantau loli 1×24 jam, karena lee woojin bisa datang dan berniat menculik loli kapan saja ". Jawab Angel.


" Ruby ? ". Tiba-tiba hasley memanggil ruby.


" Hmm ". Jawab ruby dengan singkat.


" Dimana loli sekarang ? ". Tanya hasley dengan wajah datarnya.


" Dia sedang bersama kedua sahabatnya, di cafe biasa tempat mereka berkumpul ". Jawab ruby yang tadi memang sempat mengecek dimana loli berada.


Dan ternyata benar. Sekarang loli sedang berada di cafe biasa yang dia datangi dan berkumpul bersama sahabat SUBEDUNYA.


" Ku menangisss... "


" Membayangkan.. Betapa kejamnya dirimu atas diriku ".


" Ihh.. Kenapa sih lu Nyaa ? Gue yang nyanyi lu yang sewot ! ". Balas brenda sembari memutar bola matanya dengan malas.


" Kalo mo nyanyi, pilik kek lagu yang bagusan dikit napa ! Supaya dengernya enak gitu ! ".


" Ya kan gue... "


" Lo berdua bisa diam gk sih !! Kebiasaan banget kalo ketemu pasti ada aja yang lu berdua masalahin ! ". Kesal loli yang sedari tadi pusing melihat anya dan brenda bertengkar hanya karena lagu.


" Lu sih ". Ketus anya pada brenda


" Apa sih lu ". Kesal brenda menatap anya dengan kesal.


" Hah ". Loli menghembuskan nafasnya dengan kasar seraya memejamkan matanya karena anya dan brenda malah masih saja bertengkar.


" Kalo kalian gk berhenti juga. Gue pulang sekarang ! ". Ancaman loli seketika berhasil membuat kedua sahabat subedunya langsung terdiam dan berhenti bertengkar.


Akhirnya loli menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua sahabatnya.


Tapi tiba-tiba rolan datang menghampiri mereka bertiga di tempat tongkrongan tersebut.


" Lama bet lu ! ". Baru juga datang, rolan langsung di cecar oleh brenda.


Tapi rolan malah diam saja tidak seperti biasanya akan membalas setiap kali para sahabatnya melakukan seperti apa yang brenda lakukan barusan adanya.


Pandangan rolan malah langsung mengarah ke arah anya yang sekarang sedang buang muka melihat ke arah lain.


Brenda yang menyadari hal itu langsung menyenggol lengan loli dan ternyata loli juga memang telah menyadari sikap kedua sahabat di depannya.


Wajarlah loli dan brenda bisa langsung tahu kalau ada yang tidak beres di antara rolan dan anya. Karena mereka sudah bersahabat 7 tahun lamanya dan mereka selalu peka sekecil apapun jika sahabat-sahabat mereka bersikap aneh, tidak seperti biasanya.


" Ngapain sih dia malah datang ke sini ". Batin anya dengan kesal tapi dia juga menjadi sedikit canggung.


Rolan pun duduk di samping loli karena dia mencoba menghindari anya. Bertepatan anya dan brenda duduk bersampingan. Jadi ada brenda dan loli di antara anya dan rolan saat ini.


" Lu berdua kenapa ? Lagi brantem ? ". Tanya brenda menatap kedua sahabatnya bergantian dengan tatapan penuh selidik.


Tapi anya maupun rolan sama-sama diam dan tidak menjawab pertanyaan brenda.


Brenda dan loli jelas melihat rolan yang sejak awal datang dia terus menatap ke arah anya tapi anya selalu buang muka melihat ke arah lain.


" Cih ". Brenda pun berdecih malas melihat tingkah kedua sahabatnya.


" Kalo punya masalah jangan diem-dieman napa sih ! Kayak anak kecil aja lu berdua ". Gerutu brenda.


" Bisa diem gk sih lu bren ! Dari tadi Lo sepertinya mau ngajak gue brantem deh ". Kesal brenda.


Rolan pun mengubah arah pandangannya dan sekarang dia sedang menatap ke arah loli.


" Lol ? ". Panggil rolan dengan wajah datarnya.


Loli pun menengok ke arah rolan dengan perlahan.


" Hmm ". Jawab loli dengan singkat.


" Aron ingin bertemu dengan Lo, katanya ada yang ingin dia sampein ke lu, penting ". Ucap rolan.


Loli langsung menautkan kedua alisnya mendengarkan bahwa aron ingin menemuinya.


" Soal apa ? Gue gk bisa karena gue harus menyelidiki banyak kasus di negara luar mulai besok ". Loli jelas berbohong karena dia memang ingin menghindari aron.


" Kenapa juga aron gk langsung aja kesini ? Apa istrinya gk ngasih aron ketemu kita ? ". Tanya brenda heran.


" Dia hanya ingin menemui loli dan gue gk tau soal apa yang ingin dia sampein ke loli nanti ". Jawab rolan.


" Yaa suruh saja aron kesini, ribet banget ! ". Ujar anya akhirnya melihat ke arah rolan dengan kesal.


" Tinggal suruh aja istrinya ikut, apa susahnya sih ? Emangnya loli selingkuhannya aron sehingga pengen ketemuan tanpa harus di ketahui oleh istrinya ? ". Sambung Anya.


Brenda menganggukkan kepalanya setuju dengan apa yang anya katakan. Sedangkan rolan kembali menatap ke arah anya dengan tatapan yang sulit di artikan tapi anya tidak peduli dengan tatapan rolan.