
Loli mau tidak mau pun harus ikut dengan rolan untuk menemui aron yang ternyata sudah menunggu di apartemen aron saat ini.
Brenda dan anya juga turut ikut bersama rolan dan loli dengan perjanjian, mereka bertidak akan mengganggu loli dan aron nanti disana. Dan rolan terpaksa harus mengizinkan anya dan brenda ikut bersama dia dan loli.
" Masuklah, dia sudah menunggu lu di dalam ". Ucap rolan pada loli, ketika mereka berempat sudah berada di depan pintu apartemen aron.
" Hah ". Loli menghembuskan nafasnya dengan pelan kemudian dia langsung membuka pintu apartemen aron dan langsung masuk kedalam.
Setelah loli masuk kedalam apartemen aron. Dia berjalan lebih masuk kedalam ruangan apartemen tersebut. Setelah dia melihat sosok aron yang sedang berdiri sambil menatap ke luar jendela kaca yang memperlihatkan pemandangan kota LA. Tanpa menunggu lama loli langsung mendekati aron dengan wajah datar dan tatapan dingin.
Sedangkan aron sedang memejamkan matanya ketika dia mendengar suara langkah kaki seseorang mulai mendekatinya. Aron yakin bahwa loli lah yang telah datang.
Langkah kaki loli pun berhenti tepat di jarak yang dekat di belakang aron. Tak berselang lama pun aron langsung membalikkan badannya menghadap ke arah loli.
Aron menatap loli dengan tatapan yang sulit di artikan. Tatapan yang begitu deep menyembunyikan banyak arti tersembunyi.
" Jangan membuang-buang waktu gue. Langsung intinya saja ". Ucap loli ingin cepat-cepat menjauh dari hadapan aron.
" Apa lu masih marah sama gue ? ". Tanya aron dengan pelan.
" Marah ? Apa alasan gue untuk marah ke lu ? ". Jawab loli sembari balik bertanya pada aron.
Tanpa terduga, aron tiba-tiba maju dan langsung memeluk loli dengan lembut.
Deg.
Tatapan loli berubah menjadi tajam, tapi saat loli ingin menjauhkan aron darinya. Aron pun berkata. " Tolong biarkan seperti ini sebentar saja ". Dengan suara lirih.
" Apaan sih lu. Udah punya istri juga masih kegatelan peluk-peluk wanita lain ! Lepasin gk ron !! ". Pekik loli tidak mau di cap pelakor karena peluk-pelukan dengan aron yang sudah berstatus suami orang.
Tapi aron tidak mau melepaskan pelukkannya sekalipun loli sedang meronta ingin melepaskan pelukannya.
" Apa karna gue udah menikah, gue gk bisa lagi peluk sahabat gue ? ". Tanya aron padahal bermaksud lain.
" Sekalipun gue sahabat Lo, tapi sahabat juga harus punya batasan ron ! Apalagi lu dah nikah dan gue gk mau di sebut seorang pelakor berkedok sahabat !! ". Ketus loli masih mencoba melepaskan pelukan aron.
" Tapi gue gk peduli dengan omongan orang lain, Lol ". Sambung aron.
" Ya itu lu, gk kalau gue ! ".
" Tapi gue cinta sama Lo ! ". Pekik aron sedikit meninggikan suaranya.
Deg.
Loli seketika terdiam dan berhenti bergerak. Dia tercengang mendengarkan pernyataan aron barusan. Sedangkan aron memejamkan matanya ketika menyadari diamnya loli.
" Gue udah nyimpan perasaan gue selama ini ke lu dan gue baru sadar kalau gue adalah pria pecundang yang baru bisa nyatain perasaan gue ke lu ".
" Tapi gue juga gk bisa menghindari pernikahan ini, Lol. Gue gk bisa ".
Tiba-tiba tatapan loli berubah menjadi dingin. Dengan cepat dia mendorong tubuh aron sehingga pelukan aron terlepas begitu saja.
" Apakah pantas seorang pria yang sudah mempunyai istri dan sudah menikah mengatakan hal konyol seperti ini ? ". ucap loli langsung menatap aron dengan tatapan dingin.
" Jangan bikin gue harus memilih memutuskan hubungan persahabatan kita hanya karena pernyataan konyol lu barusan, ron ! ". Sambung loli.
" Lu gk perlu takut, Lol. Gue ajak lu bertemu hanya karena gue ingin menyatakan perasaan gue agar kedepannya gue gk akan ganggu Lo lagi ". Jelas aron.
Deg.
Hati loli sangat perih mendengarkan ucapan aron. Tapi dia bingung kenapa dia malah sakit hati ketika aron mengatakan hal tersebut.
" Mungkin ini adalah pertemuan kita yang terakhir kalinya dan gue nyatain perasaan gue agar gue gk menyesal karena hanya menyimpan perasaan gue tanpa menyatakannya ada wanita yang gue cintai ". Sambung aron lagi.
" Jadi maksudnya pertemuan ini adalah pertemuan untuk memutuskan hubungan persahabatan kita ? ". Tanya loli masih menatap aron dengan tatapan dingin.
" Bisa di bilang begitu ". Jawab aron dengan lirih.
" Karena gue gk mau wanita ular itu mengganggu kalian berempat, sahabat baik gue hanya karena gue yang masih memiliki hubungan dengan kalian ". Sambung aron dalam batinnya.
" Karna gue juga gk bisa membiarkan kalian terluka karena gue. Karena gue tahu kalau jane sedang merencanakan sesuatu hal yang buruk pada kalian ". Sambung aron lagi dalam hatinya.
" Baiklah.. Terserah lu aja ! Gue pergi sekarang ". Ucap loli langsung membalikkan badannya dan berjalan menjauh dari aron menuju pintu utama apartemen tersebut.
" Ternyata benar kata orang ".
" Tidak ada hubungan persahabatan yang murni antara pria dan wanita, karena pasti salah satu akan memiliki rasa yang akhirnya sekarang sedang gue rasain ". Batin aron menatap kepergian loli dengan hati yang sudah hancur.
Tiba-tiba rolan masuk dan mendekati aron.
" Kenapa lu gk tahan loli, ron ? ". Tanya rolan kebingungan.
" Gue gk mau paksa dia ". Jawab aron.
" Cih ". Rolan berdecih mendengarkan ucapan aron barusan.
" Trus Lo ngapain suruh gue ajak loli kesini kalau Lo gk bilang ke loli yang sebenarnya ? ". Pekik rolan tak habis pikir dengan apa yang sedang aron pikirkan.
" Katanya Lo mau hidup bahagia dengan loli. Mau pergi jauh dari negara ini dan nikah sama loli ! Trus kenapa lu gk perjuangin cinta Lo sih, ron ? ". Sambung rolan.
" Mati-matian gue bawah Lo ke sini tanpa sepengetahuan jane dan keluarga Lo ! Tapi Lo malah merusak kesempatan yang gue berikan ".
Rolan terus mencecar aron karena ternyata niat aron menemui loli memang untuk menyatakan perasaannya. Tapi juga aron ingin mengajak loli kabur ke negara lain agar mereka bisa hidup bahagia jika loli setuju.
Tapi setelah aron mendengarkan kata loli tadi. Tentu aron kembali sadar kalau loli bukan wanita yang akan melakukan sesuai dugaannya.
Sedangkan sekarang loli , anya dan brenda sudah dalam perjalanan pulang ke mansion loli.
Anya dan brenda tak mau bertanya apa yang sebenarnya terjadi pada aron dan loli, karena mereka berdua jelas takut mengusik loli yang terlihat sedang emosi.
Tapi tiba-tiba....
Ckitttt.....
Loli menginjak rem mobilnya dengan cepat ketika ada mobil yang tiba-tiba menyalip mobil loli dan berhenti di depan mobil loli.
" Yakkk !!! ". Pekik anya dan brenda yang hampir jantungan, bahkan hampir kejedot karena kejadian tak terduga itu. Sedangkan loli semakin dingin dan emosinya semakin meluap.
Tiba-tiba 5 orang pria berpakain hitam keluar dari mobil yang menyalip mobil loli dan sepertinya kelima pria itu mulai mendekati mobil loli.
" Ya-ya-ya.. Apa-apaan ini ? Apa mereka begal ? Tapi tidak mungkin ada begal di negara maju seperti ini ". Ujar brenda ketakutan.