Lolita's Hidden Secrets

Lolita's Hidden Secrets
Bab 68



Tepat jam 10.40 malam, tiba-tiba seluruh listrik di rumah sakit GG hospital padam tanpa ada yang tahu penyebabnya.


Loli, brenda dan rolan yang sedang berjaga di depan ruangan anya langsung memasang senter hp mereka untuk membantu penerangan sementara waktu.


Semua orang lansung ricuh di seluruh ruangan, tentu saja akan terjadi kericuhan karena ini adalah rumah sakit, bahkan mungkin ada pasien gawat yang sedang memakai peralatan sebagai topangan hidup dan sekarang listrik malah padam.


" Kalian berdua tetap disini, gue ingin cek penyebab listriknya bisa padam ". Ucap loli tanpa merasa aneh dengan pemadaman listrik yang terjadi secara tiba-tiba.


Loli berjalan menuju tangga darurat berniat akan turun ke lantai utama rumah sakit melalui tangga darurat tersebut karena lift tidak berfungsi saat ini.


Dia sungguh pemberani dan tidak takut kegelapan, menuruni tangga menuju ke lantai bawah pasti akan menjadi uji nyali di tengah kegelapan jika itu adalah orang lain, tapi tidak bagi loli.


Lihatlah, hanya dengan penerangan senter hp saja, dari lantai 4 ruangan anya berada, dia akan turun ke lantai 1 untuk mengecek kendala yang menyebabkan padamnya listrik di rumah sakit tersebut.


Tak Tak Tak.


Langkah kaki loli terhenti seketika, dia mengarahkan cahaya senter di ponselnya ke arah atas dan bawah tangga ketika dia mendengar beberapa suara langkah kaki orang lain yang terdengar mulai mendekatinya.


Klik.


Loli langsung mengambil pistolnya dan mengarahkan ke depan untuk berjaga-jaga jika ada orang yang berniat buruk padanya.


Suara langkah kaki itu terdengar semakin mendekat, tapi entah suaranya berasal dari bawah atau dari atas, karena suaranya hanya terdengar bergema saja.


" Cih ".


Dia berdecih karena suara langkah kaki tersebut semakin jelas terdengar, tapi anehnya jika memang ada yang mendekat, pasti akan ada cahaya senter atau pencahayaan lainnya yang seharusnya terlihat, karena situasi di tempat itu sangat gelap, tapi hanya suara langkah kaki saja yang terdengar mendekat dan tidak ada cahaya yang terlihat sama sekali.


Sedangkan di depan ruangan anya, ternyata brenda dan rolan sedang bertarung melawan 5 pria berpakaian hitam yang tiba-tiba menyerang mereka.


Bugh..


Bugh..


Prang..


Ponsel brenda terlempar bahkan hancur begitu saja karena tangan brenda di tendang oleh salah satu pria yang menyerang mereka, sehingga pencahayaan di tempat itu semakin berkurang.


" Bren, lu gk papa ? ". Tanya rolan langsung menghampiri brenda dengan khawatir.


Ceklek.


Anya tiba-tiba keluar dari ruangannya karena mendengar keributan di luar ruangan tersebut.


Deg.


" Brenda, rolan ? Apa yang terjadi ? ". Tanya anya terkejut langsung menghampiri brenda dan rolan.


" Siapa mereka ? ". Tanya anya lagi ketika melihat kelima pria di depan sana karena senter ponsel rolan masih mengarah ke arah pria-pria itu.


" Kalian berdua sebaiknya masuk saja, gue yang akan mengurus pria-pria ini ". Ucap rolan dengan dingin.


" Gk, gue gk mau ! ". Ujar brenda membantah ucapan rolan.


Bugh..


Bugh..


Bugh..


Tiba-tiba saja kelima pria di depan sana langsung tumbang begitu saja dalam hitungan detik. Brenda, anya dan rolan terkejut melihat kejadian itu, apalagi yang lebih membuat mereka semakin terkejut, mereka melihat yang menumbangkan kelima pria itu adalah seorang wanita misterius yang menggunakan topeng yang hanya menutup bagian atas wajah wanita itu saja.


Deg.


" De-devil Woman ? ". Ucap brenda sampai terbata-bata dengan mata melotot karena terkejut.


" Dimana deketif robin ? ". Tanya wanita misterius itu menanyakan keberadaan loli saat ini.


Deg.


" Astaga, loli ". Pekik brenda panik ketika dia baru ingat kalau loli sedang pergi ke lantai utama sendirian melewati tangga darurat.


" Baiklah, ikatlah kelima pria ini sebelum mereka kembali sadar, saya akan menyusul detektif robin ".


Wanita itu langsung pergi begitu saja meninggalkan brenda, anya dan rolan yang ikutan panik karena takut terjadi sesuatu pada loli.


Dorr..


Dorr..


Deg.


Baru saja wanita itu memasuki pintu tangga darurat, suara tembakan langsung terdengar begitu nyaring dan bergema di dalam sana.


" Cih ".


Loli berdecih kesal karena dia kesulitan melawan orang-orang yang tiba-tiba menyerangnya dalam kegelapan.


Tak Tak Tak.


Loli terus berlari menuruni tangga secepat mungkin, hanya dengan melarikan diri saja yang bisa dia lakukan saat ini karena dia tidak bisa melawan dalam kegelapan seperti ini, apalagi sepertinya orang-orang yang menyerang loli menggunakan alat yang bisa melihat dalam kegelapan.


Dorr..


Dorr..


Loli membungkuk menghindari tembakan yang melesat ke arahnya, untung saja tidak mengenainya. Dia terus berlari menuruni tangga tersebut tanpa memikirkan hal lain lagi.


Bugh..


Bugh..


Bugh..


Brukkk.


Orang-orang yang mengejar loli tiba-tiba saja langsung tumbang dan jatuh pingsan saat mengejar loli, di bawah sana loli tidak memperdulikan hal tersebut walaupun dia dengan jelas mendengar kalau ada suara orang berjatuhan, karena dia hanya memikirkan bagaimana dia harus tiba dengan cepat ke lantai utama agar listrik bisa kembali hidup.


" Tolong kirimkan anggota ke rumah sakit GG hospital, saya baru saja di serang oleh orang yang tidak di kenal dan mereka membawah senjata api ".


Ternyata loli baru saja menghubungi jendral baru itu yaknk jendral ruben untuk meminta mengirimkan beberapa anggota kepolisian untuk membantunya.


" Ya, saya akan segera memerintahkan beberapa anggota untuk membantu anda, carilah tempat untuk berlindung sementara waktu sampai kami tiba di sana, detektif robin ". Jawab jendral ruben langsung menyetujui permintaan bantuan dari loli.


" Baik jendral ".


Panggilan pun berakhir, loli trus berlari sampai akhirnya dia tiba di lantai utama dan langsung mencari tempat ruangan kendali listrik di rumah sakit tersebut.


Kletak.


Akhirnya listrik kembali menyala dan rumah sakit kembali di penuhi cahaya, tapi loli seketika memicingkan matanya dan langsung mengarahkan senjatanya ke arah depan.


" Euummmm..Euuummm ".


" Siapa itu ? ". Tanya loli mulai waspada.


Dia mendengar ada suara samar seseorang di dalam ruangan kendali tersebut, yang loli ketahui hanya dia sendirian di dalam ruangan itu.


Suara itu terdengar kembali, loli pun langsung berjalan mencari sumber suara tersebut dengan penuh kewaspadaan.


Tapi tiba-tiba loli terkejut melihat seorang pria paru bayah sedang terduduk di lantai dengan terikat tangan dan kakinya serta mulutnya di tutup dengan kain.


Dengan cepat loli langsung mendekati pria paru bayah tersebut dan membuka ikatan tali di tangan dan kaki pria tersebut.


" Apa anda baik-baik saja ? ". Tanya loli.


" Terima kasih sudah menolong saya nona ".


Pria itu pun langsung menceritakan kenapa dia bisa terikat seperti itu pada loli. Setelah mendengarkan cerita dari pria itu, loli pun berdecih.


" Pantas saja listriknya lama hidup, ternyata ada yang sengaja menyekap bapak ini sehingga dia tidak bisa menghidupkan kembali listriknya ".