Lolita's Hidden Secrets

Lolita's Hidden Secrets
Bab 34



Angel langsung menatap ruby dengan tatapan tajam, karena ucapan ruby yang terlalu beresiko bagi loli.


" Untung dari mana ? Jika cara berpikirmu seperti itu, yang ada loli bisa dalam bahaya karena dekat-dekat dengan putra dari pria yang membunuh ka giantri dan seluruh keluarganya ! ". Ucap ayana menatap tajam ruby.


" Posisinya pria itu belum mengetahui siapa loli ". Balas ruby dengan tatapan dingin.


" Lalu kenapa kalau pria itu belum mengenal loli ? Bagaimana kalau Lee woojin memberitahukan siapa loli yang sebenarnya pada pria itu ? Apa kamu akan bertanggung jawab jika pria itu tiba-tiba bertindak tanpa sepengetahuan kita ! ". Ayana tak habis pikir dengan cara berpikir ruby.


" Sepertinya kau salah paham dengan maksud perkataanku ka ". Balas ruby seraya menghembuskan nafasnya dengan berat.


" Jika seorang pria sudah jatuh cinta, apalagi cinta pandangan pertama, Maka pria itu tidak akan tega ataupun akan berniat jahat pada wanita yang dia cintai. Sekalipun pria itu sudah mengetahui kalau loli adalah ancaman besar bagi ayahnya ! ". Jelas ruby mengutarakan maksud dari ucapannya.


" Apa kalian berdua bisa diam ! ". Akhinya sih ratu es yang tak lain tak bukan adalah hasley pun langsung menyuruh ayana dan ruby untuk diam.


Seketika itu juga ruby dan ayana langsung terdiam, walaupun mereka masih saling menatap tajam satu sama lain. Sedangkan angel hanya bisa menggelengkan kepalanya karena dia sudah terbiasa melihat pertengkaran ruby dan ayana setiap kali bertemu.


******


Di tempat lain, tepatnya di indonesia. Sekarang Aron dan jane baru saja tiba di apartemen milik aron. Karena mereka berdua akan tinggal bersama di apartemen tersebut.


Sekarang hanya mereka berdua yang ada di dalam apartemen tersebut. Seketika jane langsung menyunggingkan senyum tipis dan tiba-tiba dia langsung mendekat ke arah aron yang sedang mengambil air minum dan jane langsung memeluk aron dari belakang.


Deg.


" Sayang.. Bisakah kamu tidak pergi ke perusahan hari ini ? Aku ingin berduaan denganmu ". Ucap jane dengan manja memeluk aron.


Tanpa jane sadari, wajah aron saat ini sudah merah karena emosinya langsung meluap ketika dia di peluk oleh jane.


Dengan cepat aron langsung menghempaskan tangan jane yang memelukknya dan dia langsung menjauh dari jane seraya menatap jane dengan tatapan sangat dingin.


Jane langsung kaget dan langsung menatap Aron dengan tatapan tidak percaya.


" Ke-kenapa kamu sangat kasar padaku ". Bibir jane langsung bergetar menahan tangisannya.


" Berhentilah mengusik saya ! Sekali lagi kamu berani menyentuh saya, jangan salahkan saya jika nanti saya akan menunjukkan sikap kasar saya yang sesungguhnya ! ". Ucap aron dengan tatapan dingin.


" Apa aku salah jika aku memeluk suamiku sendiri ? Dan bisakah kamu tidak berbicara formal dengan ku ? ". Balas jane dengan lirih.


" Tidak perlu bersikap munafik di hadapan saya ! Dan anda perlu ingat bahwa sejak awal saya tidak menginginkan pernikahan ini ! Jadi jangan pernah berharap saya akan memperlakukan anda layaknya seorang istri ! ". Aron sudah mulai sedikit ngegas karena dia kesal setiap kali jane selalu mengusiknya.


" Hah ".


" Jangan pernah memasuki kamar utama ! Kamarmu berada di lantai ini, jadi jangan pernah sekalipun kamu naik ke lantai atas ! ". Setelah mengatakan itu Aaron langsung pergi meninggalkan jane di apartemennya tersebut.


Ceklek.


" AKKHHH, SIALAN KAMU ARON ! ". Teriak jane sangat kesal dan benar-benar kesal karena aron selalu menghindarinya dan selalu juga bersikap dingin padanya sedari awal pertemuan mereka sampai saat ini pun sudah menikah.


******


Sekarang Loli dan kedua anggota polisi itu sudah berada di dekat gerbang masuk markas utama target.


Akhirnya kedua anggota polisi itu langsung menuruti perintah loli dan langsung berdiri di belakang loli. Kemudian mereka bertiga, dengan loli yang berjalan di depan langsung berjalan mendekati gerbang masuk markas utama gangster itu di depan sana.


" Siapa kalian? Cepat pergilah dari sini !". Ucap salah satu pria dari kedua pria yang berjaga di depan gerbang masuk tersebut dengan tatapan tajam.


Loli langsung mengeluarkan tanda pengenalnya garis aku celananya dan langsung menunjukkan tanda pengenal itu kepada kedua pria yang berjaga di depan gerbang tersebut. Dan salah satu pria itu langsung mengambil kartu tanda pengenal loli dan langsung membacanya.


Deg.


" Gawat, wanita ini seorang detektif, tapi apa yang akan mereka lakukan di sini ? ". Batin salah satu pria itu sangat terkejut.


Wajar pria itu bisa terkejut karena ternyata loli dan kedua anggota Kepolisian yang ikut bersama loli, hanya menggunakan celana jeans dan hoodie hitam, sehingga mereka bertiga tidak kentara kalau mereka adalah seorang detektif dan anggota polisi.


Salah satu pria pun berbisik pada satu pria lainnya, " cepat hubungi ketua dan laporkan kalau ada seorang detektif sedang berada gerbang masuk markas ".


Rekan pria itu langsung melaksanakan apa yang baru saja pria itu katakan padanya, untuk segera melapor pada ketua kelompok gangster tersebut.


Sedangkan pria yang memegang dan telah membaca tanda pengenal loli langsung mengembalikan lagi kartu tanda pengenal itu pada loli.


" Dimana ketua kalian ? ". Tanya loli tanpa basa-basi dengan tatapan dingin seraya dia menyimpan kembali kartu tanda pengenalnya di dalam saku celananya.


Deg.


" Kenapa detektif ini bertanya seperti itu? apa dia tahu kalau kami adalah seorang gangster ? ". Batin pria yang di tanya oleh loli sangat terkejut.


" Apa maksud anda, detektif ? ". Tanya balik pria itu berpura-pura tidak mengerti maksud dari pertanyaan loli.


" Cih ".


Loli langsung menatap pria itu dengan tajam Seraya dia berdecih.


Sedangkan di dalam sana, ketua gangster tersebut sedang panik dan ketakutan setelah dia mendengar dari anak buahnya bawa ada seorang detektif yang datang mencarinya.


" Usir saja mereka dari area markas dan jangan sampai detektif itu masuk kedalam markas ini ! ". Pekik ketua gangster tersebut semakin panik dalam panggilan telfon yang terhubung dengan salah satu anak buahnya yang berjaga di depan gerbang masuk markas.


" Baik ketua ". Dan panggilan langsung berakhir.


Sang ketua gangster tersebut langsung berjalan menuju ke arah jendela untuk melihat suasana di depan gerbang masuk markas.


" Cih, Kenapa dia bisa berada di sini !! ". Pekik ketua gangster itu melotot kan matanya karena terkejut melihat sosok loli dari atas sana.


" AKKHHHH !!! PASTI INI KARENA KEMATIAN KEKASIHNYA HORLY !! ".


Sang ketua gangster tersebut langsung berteriak kesal, setelah dia menyadari dan menebak kenapa Loli bisa datang ke markasnya.


Untung saja ruangan itu kedap suara sehingga suara teriakan ketua gangster tersebut tidak terdengar di luaran sana.