Lolita's Hidden Secrets

Lolita's Hidden Secrets
Bab 41



" Gimana ini ? Pria-pria itu malah menuju kesini lagi ". Ucap anya semakin bergetar ketakutan.


Brum...


Brum..


Brum..


" Pakai sabuk pengaman kalian dengan baik. Pegangan juga ". Ucap loli sedang memainkan gas mobilnya.


" Mau ngapain lu ? Jangan gila yah Lol !!! ".


" AKKKHHH !!! ".


Anya dan brenda langsung berteriak ketika mobil berjalan mundur dengan cepat kebelakang.


" Cih.. Cepat kejar mobil itu ". Pekik salah satu pria langsung berlari menuju mobil yang menghalangi jalan loli dan di ikuti oleh ke empat pria lainnya.


Ketika melihat jarak antara mobilnya dengan mobil pria-pria itu sudah cukup jauh. Loli langsung membanting setir mobilnya dan seketika itu juga mobil langsung berputar arah dengan cepat.


Bruuuummm.


Setelah mobil telah berbalik arah. Loli langsung menginjak gas mobilnya, sehingga mobil sport loli langsung melaju dengan kecepatan penuh.


" AKKHHH... LOLI GUE PENGEN MUNTAH, SUMPAH !! ". Teriak anya yang duduk sendirian di kursi belakang, benar-benar merasa ingin muntah karena loli melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Tapi loli mengabaikan teriakan para sahabatnya. Dia terus menginjak gas mobilnya karena jujur saja. Jika hanya loli sendirian saat di hadang seperti tadi, pasti loli akan melawan kelima pria itu tanpa rasa takut. Tapi nyatanya dia tidak bisa melakukan hal segila itu karena ada brenda dan anya yang bisa saja dalam bahaya jika loli salah bertindak.


Kejar-kejaran antara loli dan kelima pria itu pun membela kesunyian di jalanan pusat kota.


Tapi tiba-tiba saja..


Prangggg...


DUAR...


Saking kagetnya mendengarkan ledakan yang sangat kuat dari arah belakang. Loli, anya dan brenda sampai terlonjak kaget. Bahkan loli langsung menghentikkan mobilnya dengan cepat.


" Wah-wah apa itu ? Apa itu ". Pekik brenda syok.


Loli langsung keluar dari mobilnya. Betapa terkejutnya loli saat melihat mobil yang mengejar dia dan kedua sahabatnya kini baru saja meledak dan terbakar habis di tengah jalanan pusat kota ini.


" Apa yang terjadi ? ". Batin loli.


Drett..


Dret..


Tanpa mengahlikan pandangannya dari kobaran api yang sedang melahap mobil yang mengejar mereka. Loli langsung merongoh ponselnya yang berada di saku celananya karena ada panggilan masuk.


" Ya.. Ini siapa ? ". Tanya loli tanpa melihat nama yang tertera dalam panggilan tersebut.


" Cepatlah pergi dan tinggalkan jalanan itu. Polisi sedang menuju kesana dan kamu bisa dalam bahaya jika masih berada di sekitar mobil itu ".


Deg.


Panggilan berakhir begitu saja setelah loli mendengarkan perkataan si penelefon. Dengan cepat loli langsung mengecek nama yang tertera dalam panggilan tersebut, tapi nyatanya nomor itu ternyata adalah nomor yang tidak dikenal.


" Cih ".


Setelah loli mengeluarkan decihannya. Dengan cepat dia langsung berlari masuk ke dalam mobilnya lagi, kemudian dia langsung menancap gas pergi meninggalkan jalan yang tersebut.


" Siapa orang yang nelfon gue? Kenapa dia bisa tahu apa yang terjadi saat ini? ". Batin Loli penasaran sekaligus bingung.


****



" Bye men.. Kalian sangat lemah ". Ejek wanita itu sembari melambaikan tangannya dengan gaya penuh ejekan ke arah mobil yang masih di lahap si jago merah.



Ternyata wanita itu adalah Angel. Ternyata dia adalah orang yang menghubungi loli dan menyuruh loli pergi meninggalkan jalanan tersebut dan juga. Ternyata angel adalah orang yang menembak mobil yang mengejar loli dengan sniper yang di lengkapi peredam suara.


" Dasar Lee woojin ! Anak buah selemah itu di pekerjakan ". Ucap angel tersenyum puas.


Angel sangat puas karena akhirnya dia bisa menyelamatkan Loli tepat waktu, sehingga Loli terlepas dari kejaran anak buah Lee woojin yang ingin menculik Loli.


Setelah merasa tugasnya telah selesai. Akhirnya angel langsung meninggalkan tempat itu dan kembali pulang.


Dan setelah angel pergi. Suara sirine mobil polisi pun terdengar begitu nyaring di keheningan malam jalanan pusat kota LA tersebut.


Ternyata dan ternyata, kenapa bisa polisi datang secepat itu. Karena ternyata ayana yang melakukannya.


Dengan cara dia meretas sistem keamanan kantor kepolisian pusat dan dia langsung membuat kehebohan, karena dia memperlihatkan siaran langsung yang terekam di cctv jalan pusat kota di mana mobil itu meledak di seluruh layar komputer di kantor kepolisian pusat LA. Sehingga arga yang masih berada di kantornya langsung memerintahkan beberapa anggota kepolisian untuk mengecek lokasi tersebut.


Sedangkan Loli, Anya dan Brenda baru saja tiba dimansion Loli.


" Lol.. Boleh yah kita berdua nginep di mansion lu malam ini aja. Gue takut kalau kita nekat pulang ke apartemen, nantinya gue ama anya di cegat lagi sama orang jahat kayak tadi. Sumpah gue takut baget ".


Brenda pun meminta izin pada Loli agar Loli bisa mengizinkan dia dan anya untuk menginap malam ini saja di mansion Loli.


" Hmm.. Masuklah ". Jawab loli memang tidak akan membiarkan kedua sahabatnya dalam bahaya jika mereka pulang ke apartemen mereka masing-masing dan akhirnya kejadian tadi terulang lagi.


" Haahh ".


Anya dan Brenda langsung bernafas lega, karena Loli memberikan izin untuk mereka menginap malam ini dimansion loli.


Mereka bertiga pun langsung masuk ke dalam mansion loli. Dan sekarang Loli langsung menaiki tangga menuju lantai 2 dan masuk ke kamarnya. Sedangkan Anya dan berenda langsung menuju kamar tamu, karena mereka tidak mau mengganggu Loli malam ini.


*****


Setelah selesai membersihkan dirinya. Loli langsung merebahkan tubuhnya dengan kasar ke atas ranjang king size miliknya.


Loli langsung memejamkan matanya seraya mengangkat satu tangannya untuk menutupi wajahnya dengan pergelangan tangannya.


Dia sangat pusing memikirkan hari ini yang sangat sial menurutnya. Yang pertama dia harus mengahadapi aron dan yang kedua Dia baru saja terselamatkan oleh kejaran 5 pria asing yang ingin berniat jahat padanya dan juga kedua sahabatnya.


" Tapi siapa orang itu ? Apa dia juga yang menembak mobil pria-pria itu sehingga mobil itu meledak secara tiba-tiba ? ". Batin loli penasaran.


" Gue yakin kalau wanita yang menghubungi gue adalah yang menembak dan meledakkan mobil itu ".


" karena gue sempat mendengar suara tembakan dari sniper yang di lengkapi peredam suara. Mungkin anya dan brenda gk akan bisa mendengar suara tembakan itu, tapi gue yang udah ribuan kali mendengar suara tembakan sniper yang di lengkapi peredam suara tentunya bisa tahu dan bisa mendengar suara tembakan itu ".


" Tapi siapa ? ".


Loli sangat dan sangat penasaran, Siapa wanita yang baru saja membantunya dan menyelamatkan dia beserta kedua sahabatnya dari bahaya yang menghampirinya tadi.


Akhirnya loli pun tertidur dengan pikiran yang masih di selimuti tanda tanya akan siapa wanita yang menolongnya.


Tapi aneh. Loli bahkan tidak mengenali suara angel yang bahkan bisa di bilang loli pasti tahu seperti apa suara angel.


*****