
Rolan membawah anya ke apartemennya. Entah apa alasan rolan membawah anya ke apartemennya, bukan ke tempat lain.
" Apaan sih lu bawah gue ke sini !! Gue masih banyak pekerjaan di rumah sakit Loh lan. Gimana kalo ada pasien yang tiba-tiba harus di operasi !! ". Kesal anya langsung menghempaskan tangan rolan yang sedari rumah sakit terus menggenggam tangannya.
Rolan langsung memasukkan kedua tangannya di dalam saku celananya, seraya menatap anya dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Apa dia pacar Lo ? ". Tanya rolan dengan wajah datarnya.
Anya menautkan kedua alisnya karena dia bingung dan tidak mengerti maksud dari pertanyaan yang di lontarkan oleh rolan.
" Apa maksud Lo ? Gue gk ngerti ! ". Jawab anya memang tidak mengerti.
" Pria yang peluk Lo tadi. Apa dia pacar Lo ? ". Tanya rolan memperjelas maksud pertanyaannya.
Anya seketika blank karena dia lupa kalau glen memeluknya tadi dan dia tampak memikirkan siapa yang memeluknya tadi. Beberapa menit kemudian akhirnya anya teringat akan kejadian glen yang memeluknya untuk menenangkannya tadi di ruang kerjanya.
" Ck. Maksud Lo glen ? Yaka-- ".
" Dia pacar Lo atau bukan ? Jawab saja ya atau tidak ". Rolan langsung menyela ucapan anya yang ingin menjelaskan siapa glen.
" Dih.. Apaan sih lu lan ? Emangnya kenapa juga kalo glen pacar gue atau buka. Lah urusannya sama lu apa coba ? ". Ucap anya memutar bola matanya dengan malas.
Deg.
Rolan diam tak bergeming selama beberapa detik. Tapi di detik kemudiannya, rolan menundukkan kepalanya sejenak dan memijit keningnya dengan tangan kanannya.
" Aneh banget lu anjirr.. Tiba-tiba nanya kek gini ke gua ! ". Ucap anya agak kesal tapi dia juga terheran-heran dengan sikap rolan.
" Apa gue gk boleh nanya kayak gini ke Lo ? ". Ujar rolan dengan tatapan dingin, setelah dia menengakkan lagi kepalanya menghadap ke arah anya.
" Ya trus maksud Lo tanya kek gitu ke gue maksudnya apaan coba ? Sekarang gue tanya ke elu, emangnya gue gk boleh di peluk seorang pria ? Gk boleh gitu deket ama pria ? ". Tanya anya membalas tatapan rolan lebih dingin.
" Hah ". Rolan menghembuskan nafasnya dengan kasar, setelah mendengarkan pertanyaan anya barusan.
" Oke. Ayo gue antar lu ke rumah sakit lagi ". Bukannya menjawab pertanyaan anya. Rolan malah mengajak anya untuk dia antar kembali ke rumah sakit tempat anya bekerja.
Anya semakin kesal karena merasa rolan telah membuang-buang waktunya karena hanya ingin menanyakan pertanyaan konyol seperti tadi, dan sekarang rolan malah mengajaknya untuk kembali ke rumah sakit.
" Gila ya lu lan ! Lo ajak gue kesini hanya ingin bertanya pertanyaan konyol kayak tadi ? ".
" Apa Lo gk sadar kalau Lo udah buang-buang waktu berharga gue ? ".
Anya benar-benar kesal karena sikap aneh rolan saat ini. Sedangkan rolan juga sebenarnya merasa sikapnya terlalu berlebihan.
" Trus misalnya sekarang gue bilang kalau gue gk suka ngelihat lu deket sama pria lain apalagi pelukan, apa lu percaya dengan apa yang gue katakan barusan ? ". Tanya rolan hanya mengikuti kata hatinya saja menanyakan hal tak terduga seperti itu pada anya.
" Wahh lu makin hari makin gila sih lan.. Apa lu lagi sakit ? Sini gue periksa ". Ujar anya tak habis pikir dengan semua sikap aneh rolan saat ini.
Rolan pun tersenyum tipis dan menatap anya dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Kalo gue bilang gue suka sama lu, apa lu gk percaya juga ? ". Tanya rolan lagi semakin membuat anya merinding.
" Oke.. Ayo gue antar lu ke rumah sakit lagi, gue juga harus kembali ke kantor secepatnya ". Ajak rolan dengan senyuman manis.
Tanpa menunggu anya yang terdiam membisu karena perubahan sikap rolan. Kini rolan sudah keluar dari apartemennya dan menuju ke lantai utama gedung apartemen tersebut, kemudian dia langsung menuju parkiran dan masuk kedalam mobilnya.
Tak berselang lama, anya pun telah menyusul rolan, kemudian dia langsung masuk kedalam mobil rolan. Akhirnya rolan mengantarkan anya kembali ke rumah sakit tempat anya bekerja. Tapi suasana di dalam mobil itu sekarang sangat hening dan canggung.
****
Sekarang alena sudah kembali ke LA, dan sekarang dia tidak langsung menuju ke mansion loli. Melainkan dia memutuskan untuk pergi salah satu cafe yang cukup terkenal di LA.
Tapi di saat alena sedang mencoba menenangkan pikirannya di cafe tersebut sembari memesan cemilan juga coffe milk di kafe tersebut. Tiba-tiba dia seorang pria langsung duduk tanpa minta izin di kursi kosong yang berada di meja yang di tempati oleh alena.
Deg.
" Kamu ". Pekik alena terkejut melihat siapa sosok pria tersebut.
Ternyata pria itu adalah pria yang sama yang ada di pantai saat alena sedang meluapkan kekesalannya pada aron di pantai beberapa waktu yang lalu.
Ternyata pria itu juga sudah sedari tadi berada di cafe tersebut dan pria itu juga ternyata sudah memperhatikan alena sedari alena masuk kedalam cafe ini.
" Wajahmu terlalu jelek jika mata mu bengkak seperti itu ". Ejek pria itu dengan terang-terangan dan juga sangat fasih berbahasa indonesia.
" Cih.. Ternyata ada juga pria di muka bumi ini yang mulutnya kayak emak-emak di pasar !". Balas alena menyindir pria di depannya.
" Tapi, bagaimana kau bisa sangat fasih berbicara bahasa indonesia ? Ahh tidak. Bahkan aksen cara kamu mengucapkannya sama spersis dengan orang asli indonesia ". Tanya alena penasaran.
" Hmm.. Ibuku orang indonesia dan ayahku orang korea. Walaupun aku tinggal sedari kecil di korea, tapi aku banyak belajar bahasa ibuku ". Ucap pria itu dengan santainya.
Alena menganggukkan kepalanya, mengerti kenapa pria itu bisa fasih berbicara bahasa indonesia.
" Apa seberat itu masalah yang sedang kamu hadapi, sehingga 2 kali aku bertemu denganmu. Aku melihatmu selalu menangis ? ". Tanya pria itu.
Alena tersenyum lirih mendengarkan pertanyaan pria itu. Apakah dia memang terlihat semenyedihkan itu.
" Tidak. Aku tidak punya banyak masalah, hanya saja aku sedikit kesulitan dengan ujian skripsiku ". Jawab alena berbohong.
Karena alena tidak mau menceritakan masalahnya pada orang asing seperti pria itu. Apalagi mereka baru bertemu 2 kali dan bahkan belum saling tahu siapa nama masing-masing.
" Dia berbohong ". Batin pria itu dengan yakin.
" Baiklah kalau kamu memang tidak ingin berbagi cerita denganku. Kenalkan namaku Kang min hoo, kamu bisa panggil aku minhoo saja ". Ucap pria itu memperkenalkan namanya.
" Hmm.. Aku alena ". Jawab alena singkat saja.
Mereka berdua melanjutkan ngobrol-ngobrol ringan tanpa membahas privasi mereka, melainkan mereka sama-sama terkejut karena ternyata mereka berdua baru tahu kalau mereka menaungi study di kampus yang sama.